
"yaudah kami pergi dulu deh, kami masih mau ada urusan lainnya" jawab Melinda
"makasih ya bibi, paman, buat dokter Fero sama Aal juga, kalian semoga terus langgeng ya" kata Joana
"iya sayang, aku doakan kamu dan Egar sama" kata Melinda
"iyaa makasih bibi"
saat Alisia dan Fero sudah siap dan akan pergi bersama Melinda dan Dimas, Joana dan Egar mengantarkan hingga depan, seperti saat keluarga yang lainnya juga berpamitan maka diantarkan kedepan
saat sampai depan rumah, Melinda dan Dimas masuk mobil duluan, sementara Fero dan Alisia belakangan karna Fero menarik lengan Egar lalu berbisik
"jangan lupa main" kata Alisia berbisik
"iya, kesempatan jangan sia sia kan kali, ada istri ya hajar" jawab Fero
"sssst iya ih, sana dah pulang" jawab Egar dengan muka merah nya
Joana memeluk bibinya dan juga pamannya disana saat akan pergi, Alisia memberikan kode pada Egar
tinggallah mereka hanya berdua, mereka pun menikmati hari kebersamaan mereka, hari libur itu, untuk jalan, makan, jajan diluar semua kegiatan yang hanya butuh mereka berdua saja
malam keduanya.. Joana bersiap tidur, ia memakai baju tipis agar bisa lebih lega dan bebas pas tidurnya, dan masuk dalam selimutnya
tak lama Egar datang dengan piyama tidur nya, ia teringat tentang pesan Fero dan Alisia, tentang ia harus nya berhubungan badan, tapi ia canggung dan malu
jadi dengan bermaksud mendekati Joana sebagai pemanasan untuk ia akan mengajak Joana berhubungan badan, Egar pun masuk dalam selimut yang sama
"dingin ya malam malam" kata Egar
"iyaa" jawab Joana memeluk lengan Egar
"loh, astaga kenapa ada aja dah yang mau bikin gak bisa fokus gitu" kata Egar
"kenapa Poy?" tanya Joana
"aku haus, kebiasaan bawa minuman disini ini malah lupa"
"tunggu, aku yang ambil"
"jangan eh, biar aku sayang"
"jangan lah, aku sayang, aku juga ke toilet biar sekalian gitu, aku ambilkan dulu ya"
"yaudah makasih sayang"
Joana bangun dari kasurnya dan membuka selimutnya, lalu berjalan kearah pintu, seketika itu Egar kaget karna melihat istrinya ternyata sejak tadi memakai baju setipis itu dan dia tidak tau
"Moy?" panggilnya
"ahh?" jawab Joana membalikkan badannya
semakin terlihat tonjolan depan Joana dan membuat Egar memegangi dadanya
"Poy? kenapa? ada apa?" tanya Joana kuatir
"tidak, aku haus, haus"
"iya tunggu aku ambilkan" kata Joana
Joana dengan cepat berlari ke arah dapur lalu mengambil minum dan masuk lagi kekamar, memberikan gelas nya kepada Egar
"ini" kata Joana
"iyaa" jawab Egar
Egar mengambil minumannya dan menghabiskannya langsung lalu Joana duduk lagi di samping Egar
"kamu kenapa ih? dari tadi lihatin gitu?" tanya Joana
"kamu kenapa memakai baju setipis itu?"
"ahh? kenapa sama bajunya? gak boleh ya?"
"duhh bukan gak boleh, tumben gitu sayang" kata Egar
"ya biar lepas aja pakaian yang mengikat badanku biar bisa bebas napas pas tidur"
Joana dan Egar sama sama terdiam, Egar diam diam malah melirik kearah dada Joana dan dengan mata nakalnya tanpa henti ia menatapi wajah Joana
Joana masih sibuk dengan hapenya karna mendapatkan pesan dari teman temannya di indonesia yang menyapa nya dan menyambut kedatangannya
"Poy, anak anak pada ucapin selamat kedatangan buat aku" kata Joana
"oh ya?"
"em"
"aku jadi pengen pergi satu satu menyambangi mereka nanti Poy"
"yaa boleh"
"pengen ketemu sama mereka, pelukan, kasih ucapan selamat atas penikahan dan kehamilan bahkan kelahiran"
"yaa"
Joana mendengar dari tadi jawaban Egar hanya itu itu saja, membuatnya gemas..
"Poy dari tadi aku bicara kamu gini doang jawabnya ih" ucap Joana menatap kewajah Egar
"Moy" kata Egar
"ahh?"
"main yuk"
"main?"
"emm, main, kita tiga tahun gak ketemu selama itu gak pernah main, ayo main"
"emm"
Joana tidak bisa menolak juga tidak akan menolak jika Egar yang meminta, Egar dengan ganas menarik kaki Joana agar tidur lalu menindih Joana
"jangan kasar main nya" kata Joana
"iya enggak" kata Egar
Egar mulai membuka bajunya dan membuka semua yang ada pada tubuhnya lalu membuka semua baju Joana dan pemanasan, hingga mereka akhirnya melakukan hubungan badan itu juga
mereka melakukan selama tujuh jam tanpa berhenti, mulai dari jam sebelas malam hingga jam lima pagi, bayangkan saja selama itu dan keduanya masih mampu melakukan nya lagi ketika pagi harinya
ketika matahari mulai terang dari jendela sudah menyilaukan, Joana menanyakan apa itu masih akan terus bermain sedangkan langit sudah akan siang
"Poy, sudah pagi" kata Joana
"ya lalu?"
"masih main lagi?"
"sayang aku belum selesai"
"ahh yaudah deh"
dan mereka melanjutkan bermain lagi dan lagi, hingga sepuluh jam bermain, tepatnya sudah pukul delapan pagi, barulah mereka tepar
itupun mereka tidak lanjut tidur, mereka hanya rebahkan badan beberapa menit baru berdiri dan pergi mandi karna akan lanjutkan trip mereka hari itu apalagi Joana sudah janji akan datangi beberapa rumah teman temannya
siang itu mereka memutuskan pergi kerumah beberapa teman terdekat dulu, mereka pun bersiap siap, Joana juga sudah menyiapkan beberapa cek untuk memberikan kepada teman temannya dengan besaran nilai fantastis
dimulai dari mereka menemui Wita dan Galen, menjadi orang pertama dikunjungi karna melihat sebelum Joana pergi ke amerika tiga tahun lalu, Wita lah yang paling dekat dengan Joana dan juga Galen paling dekat dengan Egar dibandingkan teman teman yang lainnya
dan sesampainya..
"Joaaaaana?" teriak Wita senang
"Wita, kak Galen" sapa Joana
mereka menghabiskan rasa rindu bertemu dan membahas banyak hal, menceritakan bagaimana dari awal benih benih cinta Wita Galen
dimana dulu Joana cukup terlibat tentang urusan percintaan mereka benar benar dari awal, Wita Galen menceritakan semuanya kebersamaan mereka mulai berpacaran hingga menikah
"Joana, terus gimana kerjaan kamu di amerika? kamu kerja kan disana?" tanya Wita
"iya kerja kok, ini aku ada pasien baru"
"bah, balik lagi dong ke amerika nya?" tanya Wita
"begitulah"
"pas kapan balik kesini gak balik balik ke amerika lagi? gak kangen apa masak pria setampan Egar di anggurin" jawab Galen
Joana melirik kearah Egar, Egar menunduk diam, tapi Wita menginjak kaki suaminya itu karna mengatakan hal itu, seketika itu Galen paham maksud istrinya
"bahas lain deh, aku gak bermaksud bicarakan itu" kata Galen
mereka jadilah membahas lainnya, hingga beberapa menit banyak mengobrol, mereka berpamitan pulang, tapi saat Egar keluar duluan menyiapkan mobil mereka