
tak lama Dori datang, mengumumkan kepada seluruh murid melalui siaran kampus untuk pembukaan pemilihan ulang ketua bem pengganti Ello
"Joana, kamu saja melamar" kata Elyas
"aku tidak suka, aku lebih suka kerjaan sibuk tapi masih santai"
"emm"
"kamu saja kak, ikut"
"mau jadi apa kampusnya"
"hehe kakak sih" kata Joana menepuk lengan Elyas
"hehe"
dan ini salah kali pertama Elyas tersenyum lebar didepan umum, ketika semua murid yang melihat merasa kagum karna sebenarnya senyuman Elyas itu sangat manis
"manis deh dia tersenyum gitu ya, baru ini gue lihat" gerutu salah satu teman kelas Joana
"ssst hati hati lo kalau bicara sampai dia dengar"
"haha iya sst ssst"
saat Joana sering nya bersama Elyas, Joana lewat bersama Elyas didepan Feris, Elyas menatap tajam kearah Feris tapi Feris tidak pedulikan itu, ia hanya melihat kearah Joana, tentu Joana yang melihat turut menyapanya
"hai kak Feris" sapa Joana
"ehmm, hai Joana" sapa Feris
"mau kemana nih?"
"ini lagi ada kelas, kamu?"
"aku baru saja dari pinjam buku diperpustakaan"
"ahh"
"aku pergi dulu ya kak"
"iya Joana"
hanya Joana menyapa Feris, tapi tidak dengan Elyas, ia tidak peduli Joana menyapa Feris, yang penting baginya antara Feris dan Joana sudah selesai
seiring berjalannya waktu, Joana merasa ia nyaman dengan Elyas, ia tidak menyatakan memang ia suka, tapi ia tidak membohongi dirinya ia merasa aman bersama Elyas
jauh perbedaan bersama Elyas dan Feris, dimana ketika bersama Elyas memang jauh lebih di spesialkan
Feris mungkin memang terbilang pacar pertama Joana, karna dengan Nero belum sampai berpacaran waktu itu, hanya dekat lalu Nero bosan
sementara dengan Feris, ia benar berpacaran tapi belum merasa jika ia ada perasaan seperti kepada Elyas
hari terus berjalan, seiring berjalannya waktu, Joana merasa bebas kali ini, ia bisa mau kemana saja dengan siapa saja tanpa izin dari siapa siapa, bahkan ia bisa ikut menjadi mc di radio kampus bersama Egar
"Joana, hari ini topik nya apa?" tanya Feris
"emm ini saya, tentang musik kampus gimana?"
"ahh musik yang melekat dengan kampus ya"
"emm"
mereka membahas pembicaraan dengan Egar untuk membahas beberapa hal yang akan di bahas di saluran radio kampusnya
"emm Joana" sapa Egar
"iya, kenapa?"
"kalau sekarang aku dekat kamu kan gak ada lagi yang marah kan?" tanya Egar
"kan kita selalu dekat, memang ada yang marah?"
"Feris?"
"udah berakhir kan, gak ada hubungan"
"iya itu, jadi bisa dong aku dekati kamu" kata Egar
"Egaaar, apa sih ih, bikin malu"
"loh hanya ada kita berdua diruangan ini"
"iya udah ah, kamu ini sama gadis lain kan juga bicara begini"
"ah gadis lain itu kan hanya menggodai"
"berarti sama aja sama aku? aku kan gadis lainnya juga, sama"
"iya beda kamu"
"udah lah kak, bahas nya jangan bikin malu, hehe"
"dasar ya"
entah apa dipikiran Joana, ia tidak merasakan jika Egar jelas menunjukkan rasa sukanya, karna terlalu polos atau karna memang Joana sejak awal lebih suka pria yang langsung to the pointed daripada berkode kode
"Joana" sapa Dipo
"ya saya pak?"
"iya, kamu belum mulai siaran kan?"
"belum pak, ada apa ya pak"
"ini, soal pemilihan bem anggota baru, saya minta kamu undang semua anggota bem dari fakultas lain untuk mengurus pemilihan ulang"
"sudah ada terpilih kandidat pak?"
"sudah, ini kandidatnya, oh ya sama saya tadi sudah menyuruh Vera untuk memperbanyak perlembarnya"
"oh ya pak"
Joana melihat beberapa kandidat disana tidak ada yang Joana kenal, Joana tau masing masing murid tapi ia tidak dekat, tapi yasudahlah biarkan ini jadi keputusan Ello dipikiran Joana
saat sedang sibuk kepengurusan untuk acara pemilihan ketua bem lagi, Vera dan Joana yang sibuk karna Ello sudah tidak mau sibuk dengan urusan apapun dalam bem
"kenapa kamu beneran mau berhenti?" tanya Joana
"iya lah Joana, aku udah yakin, udah gak bakalan ikutan campur bem, trauma" jawab Ello
"eh jangan trauma trauma"
"iya gimana lagi dong, males, kalian saja"
"aku rasa setelah pemilihan untuk ketua bem ini berakhir, kayaknya berhenti saja" jawab Vera
"loh Vera kenapa?" tanya Joana
"ya gimana ya Joana, males aja, udah gak ada semangat, biar gue mau fokus saja lah di kelas"
"hemm, kalau kalian begitu, aku juga ngapain disana, kalian tau aku disana karna ada kalian" jawab Joana
"Joana, kalau kamu masih mau disana jangan berhenti karna kita" kata Ello
"enggak kok, kamu tenang saja, aku memang ingin fokus materi saja, kita semester makin tua" jawab Joana
mereka sepakat untuk lepas dari pemilihan dan penentuan untuk ketua bem baru ini, mereka berhenti dari keanggotaan bem
saat dihari pemilihan itu, Joana dan teman teman nya duduk, tak lama, Nero dan Fadia duduk disamping Joana
tapi tak lama juga, Elyas datang dan berdiri didepan Nero, Nero melirik nya dan paham maksud Elyas menyuruhnya pergi
ia pun berdiri dan pergi ke belakang Joana, Nero juga membawa Fadia dan Ello untuk duduk dibelakang karna dua teman Elyas itu juga akan duduk
"hai kak" sapa Joana
"hai, pemilihan lagi ya"
"emm, kamu jadi beneran ya gak calon"
"gak kepikiran aku Joana"
"hemm iya gakpapa, jangan dipaksa kan"
"emm"
saat duduk berdua, Feris datang bersama dua temannya, tadinya Feris mau duduk di ujung selatan tapi harus melewati Joana dan Elyas, tapi akhirnya ia memutuskan memutar saja lewat belakang kursi kursi
mereka mengikuti jalannya acara, selesai acara dan terpilih ketua bem terbaru, satu persatu semua murid keluar, disana Feris tidak mau keluar sebelum Joana keluar lebih dulu
tapi kebiasaan Joana dan teman temannya, mereka selalu pulang paling terakhir karna tidak suka pulang berdesak desakkan, saat semua sudah keluar, tinggal teman teman Joana
"Joana, gue harus pergi deh, duluan ya" jata Vera
"kemana Vera?"
"hehe biasa"
"pacaran tuh" sambar Ello
"Vera ikut" sama Nanda
jadi Nanda dan Vera pergi duluan, lalu disusul juga Ello dan Wita
"Ello, bahan buat pak Dori kita belum dapat loh" kata Wita
"astaga iya" jawab Ello
"ayo"
"bahan apa?" tanya Joana
"kelas, aku duluan mau nyari deh ya" kata Wita
"iya udah aku bareng Wita" jawab Ello
lagi lagi pulang duluan, tersisa Egar, Egar tadinya berniat akan bersama Joana saja, tapi saat Egar menoleh kearah Elyas, ia merasa tidak enak jadi pamitan pergi duluan