My Name JOANA

My Name JOANA
120



inilah Aal, memiliki nama lengkap Alisia An-Nura, lahir normal dari keluarga cukup berada tapi karna egoisnya orang tua ia harus jadi korban dan sering mengalami depresi sampai akhirnya Gila


lalu bagaimana kenal Joana bahkan dekat? padahal baru sebulan Joana disana


yap, masih ingat ketika Joana harus pergi paling pagi dari semua orang rumah? ketika itu Joana akan kedatangan pasien jam 5 pagi, Joana berangkat dari rumahnya jam 4


yang harusnya masih ada waktu 1jam untuk Joana menyiapkan banyak barang disana tapi ternyata setengah jam kedatangan lebih awal pasien


jadi Joana mencoba menenangkan dulu tanpa memberikan pertolongan pertama karna belum siap alatnya tapi bak Tuhan memberikan ketenangan untuk Alisia, ketika bertemu Joana, ia memeluk dan tertidur sendirinya dalam pelukan Joana


sejak itu, mengapa Joana bisa dekat dan menenangkan pasien yang terbilang Alisia adalah pasien paling berat gejalanya


setelah membuat Alisia tidur, baru Joana keluar ruangan itu dan menyapa perawat memberitahu jika Alisia sudah tidur, lalu Joana kembali ke ruangannya dan duduk disana mulai lagi menulis siapa saja yang akan diundang ke nikahan bibinya


yaitu yang ditulis untuk 1 undangan ada...


Nero & Fadia juga dengan 2 teman nya dalam 1 undangan


Elyas & 2 teman nya juga yaitu Mikail dan Arsan


Elva & 2 teman nya yaitu Tiko dan Sahid


Feris & 2 temannya yaitu Hanafi dan Rozi


Vera & Wildan


Egar, Ello, Wita, Nanda, Galen, Tivano, Nandito


dan terutama Nandra pastinya, sang sahabat yang layaknya kakak dan kembaran Joana


dan setelah selesai semua ia hanya butuh sebanyak 13 undangan saja sisanya 7 Joana kembalikan kepada Melinda sembari memberi tahu ia mengundang siapa saja nanti


hari berlalu, undangan sudah tersebar, seminggu akan datang pernikahan diselenggara dan Melinda resmi menikahi Dimas dan akan membangun rumah tangganya sendiri


itu membuat Melanie merasa begitu cepat, karna ia dan Melinda hanya tinggal berdua sejak ayah ibu mereka meninggal, dan tidak pernah mereka untuk berpisah rumah tapi sekarang harus berpisah


yaa namanya pertemuan akan ada juga perpisahan...


3hari sebelum hari itu tiba, Elva memutuskan tidur dirumah Joana


"ma, selamat pagi" sapa Elva


"Elva, kamu datang?"


"iya ma, mau menginap buat bantu acara nya persiapan bibi Melin, ini aku sudah bawa baju"


"oh astaga iya sudah sana masuk"


setelah masuk, disapa Lestari


"Elva"


"hai buk, aku menginap, kurang 3 hari kan urusan bibi Melin"


"iya, kamu mau ibuk siapkan kamar tamu?"


"tidak buk, aku biasa nya kan kalau nginep tidur dengan kak Joana"


"oh yaudah sana deh"


tapi ia tidak pernah mau tidur di kamar tamu, ia selalu tidur di kamar Joana atau Sherla, dan ketika masuk kamar Joana, Joana tidak ada, ia tidak ada hari libur, mendapatkan cuti hanya pas dihari H pernikahan saja, karna kan yang menikah bukan Joana, Joana juga kkn wajib, untung saja dapat jatah libur sehari itupun karna Joana adalah muri kkn yang memiliki prestasi tinggi dan karna bisa mengurus Alisia dengan baik


saat sesampainya dirumah Joana, Elva mencari Sherla yang ada dikamarnya bermain gitar, dan mereka mengobrol disana


sorenya saat Joana datang..


"Joana, mandi dulu, ibu siapkan makan, oh ya diatas ada Elva" kata Lestari


"oh ada Elva? iya buk"


Joana naik kekamarnya dan melihat ada tas baju Elva memang tapi orangnya gak ada jadi ia mencari ke kamar Sherla dan ada


"hai kak Joana" sapa Elva


"hai, disini toh, yaudah aku mandi dulu"


"okeh"


Joana selesai mandi dan pergi kekamar Sherla juga lalu mengobrol bertiga disana sampai Lestari memanggil untuk makan, lalu turun untuk makan dan naik lagi keatas


"oh ya, kak, ini sama bibi Melin kok undangan bang Elyas ada?" tanya Elva


"ya kan juga masih teman kakak, ini kakak nulis"


"kan bang Elyas gak disini, di amerika"


"iya kan itu tertulis 2 nama lain kan, mereka bisa mewakili mereka"


"iya sih, eh tapi aku mau telfon abang dulu deh, mau ngabari saja, biar tau gitu"


"iya udah deh"


beberapa kali menelfon tapi Elyas tidak mengangkatnya, Elyas penuh kerjaan disana membuatnya tidak bisa angkat telfon adiknya


"biarin dah kalau gak sempat angkat jangan dipaksa Elva" kata Joana


"ya kemana sih ini anak"


"pasti sibuk dia"


"apa sibuk tengah malam gini"


"sudah biarin saja"


"okeeh deh, ayo tidur"


mereka tidur, mencoba menghubungi Elyas tidak bisa, Elyas juga begitu sibuk disana jadi tidak sempat mengangkat...


hari itu tiba, dimana persiapan akan dimulai, semua sibuk sejak malam mereka memutuskan pergi ke gadung pernikahan melakukan persiapan disana sejak sehari sebelum pernikahan


esok paginya akan nikahnya, hingga siangnya langsung resepsi nya, baru di acara resepsi inilah, banyak tamu undangan yang datang memeriahkan acara pernikahan


Elva, Sherla dan Joana sebagai penerima tamu di pintu masuk, dan penjaga buku absen tertulis untuk undangan yang datang dijaga oleh sepupu dan saudara saudara dari Amir karna Melanie dan Melinda hanya memiliki keluarga dari Amir saja


"Joana, kamu cantik" ucap Egar


"Egar, apasih, haha kamu beda kalau rapi begini" jawab Joana


mereka mengobrol disana, beberapa temannya yang lain mulai berdatangan, ketika Elva melihat kedatangan Feris, Feris menyuruh dua temannya untuk pergi masuk lebih dulu, ia juga memberikan kode untuk Elva mengikuti perginya dan mereka menuju ke ruangan tunggu dibalakang


setelah sampai..


"kamu kenapa cantik?" ucap Feris


"aku memang cantik lah, sembarangan kamu" jawab Elva


"apa cantik, pakaian mu saja kekampus pakai levis panjang dan kaos oblong"


"biarin lah, kan ini nikahan, kali pakai itu"


"iya aku suka kamu pakai ini, cantik, aku makin cinta"


"apa dah jangan rayu ih"


"beneran, pacar ku satu ini cantik"


"hemm, dasar dosen gila"


"apa?"


"dosen gila"


"tapi kamu sayang"


"haha"


dan semua ternyata diketahui oleh Sherla, dimana Sherla baru dari kamar untuk mengambil hapenya yang sudah penuh batre setelah di charger


"sayang, kamu kenapa tidak bilang saja kita pacaran?" tanya Elva


"loh kalau aku terserah kamu saja, kamu mau bilang gakpapa, kau terserah, tapi jangan sama yang lain juga, aku masih harus konsentrasi mengajar, kalau semua tau, aku takut mereka menganggap aku menjadikan mu murid emas"


"yaudah deh biarin saja, gak usah juga bilang ke kak Joana"


"iya udah, diam diam saja"


tapi Sherla mengetahui fakta yang disembunyikan Elva dengan lelaki itu kepada Joana