
Samuel juga memberikan tugas sama kepada anak buahnya ketika Joana berada di markas mereka tapi untuk beberapa saat, Joana tinggal di markas Motheo dulu, karna sebelumnya juga markas Samuel baru bermasalah
semua berjalan selama enam bulan berikutnya lagi, dimana ketika waktu terus berjalan, dan masuk musim hujan, tak terasa sudah dua tahun Joana di amerika, dan itu artinya sudah setahun Joana jadi tawanan dua pria kejam itu
saat malam hari di awal musim hujan, biasanya selalu Joana mendapatkan telfon dari Egar, sang suami, dan Motheo juga Samuel tau itu karna nomor Joana ada pada hape mereka
sebenarnya setelah hape Joana di banting Motheo saat itu, Motheo sudah membelikan hape baru untuk dipasang nomor Joana, tapi mereka tidak memberikan kepada Joana, hanya saja jika Joana butuh atau ada yang telfon dari keluarga indonesia terutama suaminya
karna Joana tidak mau jika suaminya kehilangan kontak dengannya meskipun ia sedang ada dalam bencana besar di amerika
dan kali ini, Joana yang meminta untuk ia meminjam hape atas nomor nya untuk menelfon suaminya
"kak Sam.. kak Theo" sapa Joana
"yaa sayang" jawab Samuel
"aku pinjam hapenya yang nomor aku"
"untuk apa?" tanya Samuel menatap tajam kearah Joana
"menelfon suamiku, aku ingin mengobrol banyak hal dengannya"
disana kebetulan ada lengkap personil mulai dari empat anak buah Samuel dan empat anak buah Motheo yang keseluruhannya ada delapan, dan semua berkumpul di ruangan depan kamar Joana untuk menjaga Joana
ketika mencoba menolak permintaan Joana, tapi mereka malah jadi menuruti Joana ketika Joana dengan berani mengucapkan sindirian pedas untuk kedua bos yang terkenal ditakuti disana
"tapi bukannya biasanya dia yang menelfon kenapa jadi kamu? ada rencana apa kamu?" tanya Motheo
"gak usah kuatir, penakut" jawab Joana
"apa kamu bilang?" tanya Motheo berdiri
"penakut, ada yang salah? benar kan?" tanya Joana
"hei, coba kamu tanya sama semua, siapapun itu, di amerika ini, apa ada yang berani padaku?" tanya Motheo
"aku berani"
"kamu berani?" tanya Motheo menarik lengan Joana
"yaa, kalau kamu bukan penakut, sekali lagi aku katakan, lepas kan aku, aku bersama kalian sudah cukup lama selama setahun, sekarang apa kamu berani melepaskanku?" tanya Joana
semua anak buah disana langsung mak jleb, karna apa dikatakan Joana itu benar, mereka baru sadar ketika Joana mengungkapkannya itu
"untuk soal itu, aku tidak pernah takut, apapun, siapapun, aku tidak peduli itu kamu" kata Motheo
"yasudah, lepaskan aku sekarang" ucap Joana
"diam, jangan buat aku terpancing kemarahan juga Joana" teriak Samuel
"kenapa? kamu mau membunuhku? iya? mana pistolmu? mana pisau mu? keluarkan, ini kan?"
Joana menarik pistol milik Motheo dan pisau milik Samuel yang menjadi andalan geng masing masing sebagai senjata mereka
"ini kan? habisi aku, ini senjata kalian kan, habisi saja aku" kata Joana
semua akhirnya diam..
"kenapa? kenapa diam? kamu membunuhku? silahkan! aku rela saat ini" kata Joana
semua masih diam..
"kenapa diam? masih tidak terima aku mengatai kalian penakut? hah?" tanya Joana
dan masih saja diam
tapi Motheo diam diam juga memberikan kode untuk Max menenangkan Joana, karna seperti yang diketahui, Joana hanya menuruti apa dikatakan Max
tapi semua pikiran itu salah..
"Joana" ucap Max mendekatinya
"diam, atau perlu aku yang melakukannya sendiri?" tanya Joana
Joana mengarahkan pisau pada perutnya dan bersiap menusuk perutnya untuk bunuh diri
"Joana okeh, okeh aku turuti, kamu minta hape mu? okeh" teriak Motheo
Motheo akhirnya memberikan hapenya dan itu membuat Joana lebih tenang, akhirnya Joana melepaskan semua barang tajam ditangannya, mengambil hape dari Motheo dan masuk kamar lagi
ya lah, mereka berdelapan saja sudah takut pada Motheo dan Samuel apalagi pada Joana yang berani melakukan ancaman kepada Motheo dan Samuel
Joana pun mendapatkan hape itu dan mereka masuk, lalu menelfon suaminya..
"halo Poy?" sapa Joana
"iya Moy, halo" sapa Egar
mereka mulai mengobrol disana, banyak hal mereka ceritakan dan banyak hal yang mereka lalui sebagai suami istri tapi tak bersama
semalaman, mereka berdua melepaskan rindu dengan telfon meskipun tidak mengobati semua rasa rindu mereka
setelah selesai, baru Joana mematikan telfonnya, lalu keluar dan berdiri di sekumpulan mereka
"ini hapenya" kata Joana
Joana meletakkan hapenya dan berjalan kearah kamar, diikuti oleh Motheo dan Samuel, mereka masuk kamar yang sama
"kalian ngapain?" tanya Joana
"kita masuk lah, gak papa kan?"
"hemm"
Joana membaca salah satu buku dikamar itu...
hari berlalu, lebih seminggu setelah tepat setahun Joana menjadi tawanan keduanya pada akhirnya keduanya pun mengatakan jika ia akan mengajak Joana pergi keluar
"Joana" panggil Motheo
"hah?" tanya Joana masih sibuk membaca
"mau tidak kalau kita ajak jalan? kita lagi berbaik hati mau ajak kamu refreshing keluar" kata Motheo
"aku akan bayar semua apa saja kamu mau beli" jawab Samuel
"serius? gak takut?"
"takut? apalagi takut?" tanya Motheo
"kalau aku kabur?"
"berarti kamu ada niatan mau kabur?"
"kenapa tidak? kalau ada kesempatan"
"percuma kabur Joana, kan sudah kubilang, kamu mau kemana saja pergi dan lari dari aku, aku bisa mendapatkan kamu" jawab Samuel
"apalagi kamu tidak bisa keluar dari amerika" jawab Motheo
"hemm" jawab Joana menghela napasnya
esoknya..
Joana akan keluar, diajak oleh Motheo dan Samuel, mereka pergi bertiga rencananya tapi Joana meminta hal lain..
"kita siapa saja?" tanya Joana
"bertiga, aku, kamu dan Sam" kata Motheo
"yang lain?"
"mereka biar jaga disini, ngapain ikut?"
"ikut semua atau tidak sama sekali" jawab Joana
"apa sih kamu Joana, bagaimana bisa kita ajak mereka, aku mengajakmu agar bertiga saja" jawab Samuel
"tidak, aku tidak mau" kata Joana
akhirnya delapan lainnya ikut, disini sisi baik Joana berpengaruh untuk kebiasaan egois Motheo dan Samuel yang hanya memikirkan dirinya sendiri
saat akan keluar rumah, Joana pun siap, tapi saat Joana melihat kearah Motheo dan Samuel, ia menyuruh mereka memakai masker dan topi, agar tidak ada yang tau mereka siapa
tanpa Joana menyuruh, mereka pasti melakukan nya, karna mereka keluar untuk urusan liburan ataupun pribadi lainnya selalu memakai pakaian tertutup lengkap
saat mereka jalan, disalah satu tempat taman hiburan, mereka pun melakukan pembayaran masuk, tapi diam diam Motheo dan Samuel membuka maskernya