
"eh ada Elva, masuk gih" sapa Lestari yang mengantarkan minuman untuk Amir
"iyaa buk"
Elva masuk dan bertemu dengan Melanie..
"mama" sapanya
"Elva? kapan kamu datang?"
"baru ma, mana kak Joana?"
"kak Joana masih tidur, ayo naik, mama bangunkan dia dulu ya" kata Melanie
"iya ma"
saat Melanie membangunkan Joana, Joana terbangun dan Sherla ikut bangun, lalu Elva masuk kamar Joana, Elva melihat ada gadis asing dikamar Joana
"kak Joana, ini aku datang, Elva kak" kata Elva
"bangun gih, sana beres beres, ada Elva ini" kata Melanie
"iya ma"
"mama sama papa kedepan ya, langsung pergi kerja"
"iya ma"
Sherla pergi ke toilet, tinggallah Elva, Elva menanyakan siapa gadis itu, Joana menjelaskan sedikit tentang Sherla, karna ia sudah berprinsip jika alasan Sherla tinggal bersama nya sejak saat ini adalah rahasia untuknya dan untuk keluarganya
jadi tidak perlu banyak yang tau apa alasan inti Sherla tinggal dirumah joana untuk menjaga privasi Sherla sendiri juga
mereka pun turun, duduk di ruang tamu berdua, Elva menjelaskan ia merasa kakaknya banyak berubah, makin cuek dan tidak peduli sekitarnya
Elva menjelaskan juga jika Elyas membentaknya agar tidak membahas banyak hal tentang Joana
yaap, saat ketemu pertama kali Elva dengan Elyas sepulangnya Elyas dari amerika, Elyas membentak Elva ketika membahas Joana, meminta agar adiknya mencari tau dan menanyakan sendiri pertanyaan pertanyaan itu kepada Joana sendiri
disini baru, Joana menjelaskan jika mereka putus dan alasan putusnya juga, agar Elva tau semuanya dan tidak salah paham ceritanya.
"ah pantas, tapi kenapa kak Elyas tidak cerita ya?" ucap Elva
"ya itu, biar kamu tanya saja sendiri kepadaku, katamu kan begitu Elyas bilang"
"iya juga"
Elva juga menceritakan pengalaman nya selama tidak ada Joana, ia menceritakan awal masuk kampusnya, pelajaran, ia juga cerita jika ia sering datang kerumah Joana
"oh ya? iya makasih ya, kamu jadi sering datangi mama papaku" kata Joana
"kakak tau?"
"emm, mama sering cerita kalau pas lagi telfonan"
"ahh"
pagi itu, saat Lestari menyiapkan makan, Lestari memanggil Joana dan Elva diatas untuk makan
"Joana, sarapannya jadi" teriak Lestari
"iyaa buk" jawab Joana
"terus mau kemana kakak sekarang?" tanya Elva
"gak ada, pagi ini santai saja dirumah, nanti siang mau beresin kamar buat Sherla"
"ohh"
"ayo makan bareng, ibuk pasti siapkan makan bertiga buat aku, kamu dan Sherla"
"emm emang iya kak?"
"iya lah biasanya gitu, ayo"
"iya"
"Sherla, aku tunggu di meja makan bawah ya, kita sarapan, cepat keluar dan makan bersama" kata Joana
"yaa" jawab Sherla yang mandi
Joana turun dan duduk dimeja makan..
"sampai kapan kak, kak Sherla tinggal?" tanya Elva
"sampai kapan pun dia mau, aku sih minta selamanya saja, biar jadi keluarga aku" kata Joana
"emm, tapi dia bisa bahasa indonesia?"
"masih akan belajar nanti sama bibi Melinda"
"emm"
tak lama Sherla duduk disamping Joana, ikut makan bersama lalu mendengarkan percakapan yang tidak sama sekali ia mengerti
"oh ya, gimana kampus nya Elva? pengalaman pertama awal masuk" kata Joana
"oh ya? waah enak, dulu teman sekolahku tidak ada 1 saja yang masuk, hanya aku"
"oh ya? waah, keren dong?"
"keren apa? biasa kok, kan seruan kalau pas masuk kampus bareng sama teman sekolah lama"
"oya juga"
mereka mengobrol disana, hingga makan selesai, Elva pamitan pergi, lalu tinggallah Joana dan Sherla
"itu siapa sih?" tanya Sherla
"itu Elva, dia temanku, sering main kesini, selama aku di amerika, dia sering datang kesini"
"kok gitu gayanya, agak tomboi" kata Sherla
"memang begitu gayanya, ciri khas, tapi kalau disini, dia seperti dirumahnya sendiri"
"emm sering banget ya kesininya?"
"em, sering"
"memang dia tidak ada keluarga? sesering itu kesini?"
"dia ada keluarga tapi hanya 1, ibunya meninggal, ayahnya juga, kakek neneknya apalagi, tantenya tidak ada kabar, yaa hanya dia sama kakak nya" kata Elva
"kakaknya? emm"
"kakaknya yang kemarin datang"
"kemarin?"
"kak Elyas"
"wooh, pacarmu itu?"
"iya, tapi mantan"
"iya maksudnya mantannya kamu itu adalah kakak gadis itu?"
"iyaa, dia adiknya"
"lalu dia tau hubungan kalian?" tanya Sherla
"iya, baru tadi aku jelaskan, dia paham, aku tidak mau menyangkutkan dengan dia hanya karna aku putus dengan kakaknya, lalu aku memusuhinya, tidak, aku tidak mau"
"emm"
setelah siangnya, Joana membuka kamar lama nya lagi, yap, setelah lama ia tidak buka, sebenarnya dibuka sih kata Amir agar tidak dihuni hantu dan teman temannya, karna tempat yang tidak terjamah manusia akan dihuni mereka
jadi baik Amir, Melanie dan Melinda beberapa kali masuk kesana, terutama yang paling sering masuk kekamar itu untuk membersihkan, sekedar duduk, menyapu, dan tidur bahkan yaitu Lestari
Joana sendiri tidak pernah berani masuk sejak ia tau Nav itu siapa, ia sempat hampir masuk tapi langsung membatalkannya karna ragu
tapi ia seketika hari itu lupa tentang boneka Nav yang membuatnya takut masuk kamar itu, baru ia masuk dan melihatnya baru ia sadar
"Joana, bagus banget tau pemandangan dari jendela ini" kata Sherla
"kenapa tidak kamu tidur disini saja, kan luasnya sama, ada kamar mandi dan televisi juga dan ac nya, plus pemandangan kearah luar jendela juga bagus" ucap Sherla lagi
"Joanaaa" sapa Sherla
karna memerhatikan Nav, membuat Joana tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Sherla, awalnya Sherla juga tidak sadar tapi ketika beberapa kali ia tidak dijawab, baru ia menoleh kearah Joana
"Joaaannaaa" teriak Sherla mengagetkan Joana
"ehh emm, ada apa?"
"kamu kenapa?"
"gak, aku dengar kok tadi semua yang kamu bicarakan"
"terus kenapa tidak jawab?"
"ya tidak, kupikir kamu masih bicara panjang lebar"
"disini bagus loh pemandangan kearah depan rumah, kenapa tidak mau kamu disini?" tanya Sherla
"aku ingin suasana berbeda setelah aku diusia baru ku dengan mata baruku" kata Joana
"emm, aku bangga sama kamu dan semangatmu"
mereka mulai membersihkan, Lestari beres pekerjaan nya lalu ikut membantu keduanya bersihkan kamar itu, dan selesai juga..
"nah beres" kata Joana
"iya, cuma sedikit, ibuk sering membersihkan, jadi tidak terlalu berat" jawab Lestari
"makasih ya Joana, makasih ya buk Tari, kalian sudah baik kepadaku, aku merasa aku bahagia bertemu kalian" ucap Sherla
"ahh Sherla, kenapa kamu selalu sedih sih, sudahlah, kita adalah keluarga baru kan, anggap lah kami layaknya keluarga" kata Joana