My Name JOANA

My Name JOANA
247



seharian, dari pagi hingga sore, Motheo dirumah Joana, Joana yang sedang tiduran didepan televisinya, menempatkan diri sembari membaca buku disana, yaa memang televisi tidak begitu terpakai oleh Joana selama ada buku, itu memang dunia dia


karna kuatir ketiduran, Motheo gendong Joana masuk kamar nya agar tidur dikamar


"apa?" tanya Joana


"taku pindahin kekamar, kalau tidur kan enak"


"makasih ya"


"emm"


setelah menidurkannya, baru dan sore itu juga ia berpamitan pergi, Motheo mencium kening Joana


"aku pergi ya" kata Motheo


"iya, hati hati" jawab Joana


"iyaa"


tinggallah Joana sendirian..


bicara rumah baru Joana, kok agak ribet bahasnya ya? butuh aku jelasin untuk pengertian saja sisi sisi tiap ruang dirumah baru Joana



*ilustrasi


diatas adalah gambar rumah tampak depannya yaa


bahas lantai bawah lebih dulu,


ini beberapa list yang ada di lantai bawahnya ya..


terdapat sofa tamu untuk 3 orang


meja kursi makan yang tidak ada sekat dengan ruang tamu


lalu ada juga ruangan televisi


dapur pastinya ada, dapur kotor bersih jadi satu


saru sisi terdapat lemari kaca besar untuk souvenir hiasan


kolam renang belakang


diluar terdapat dua kamar yang dijadikan satu untuk gudang


toilet luar tetap ada


tempat cuci jemur tersedia


kamar mandi bilang untuk kolam renang


kamar terdapat dua ruangan yang sekaligus untuk kamar tamu dan pastinya ada toilet disetiap kamar atas permintaan Joana sendiri


pindah kelantai atasnya,


nah begitu dari tangga..


cermin jendela yang kearah ruang televisi langsung


terdapat ruang televisi langsung tanpa ruang tamu ya


meja makan dan dapur yang tidak ada sekat


ruangan televisi


tapi disalah satu sisi ada satu bilik untuk perpustakaan buku


toiler luar juga masih ada


balkon yang mengelilingi sisi lantai atas


terdapat juga tiga kamar dimana ketiganya dijadikan satu kamar, setengah untuk kamar tidur Joana dan setengahnya untuk wardrobe Joana


sementara soal jarak antara rumah itu ke rumah motheo Samuel..


jika dari rumah Motheo kerumah baru Joana ditempuh 15menit sementara dari rumah Samuel kerumah baru Joana ditempuh 17menit, yaa hampir sama lah jarak tempuhnya


nah okeh paham? kita lanjotken


beberapa hari berlalu, tepat di hari kedatangan Egar di amerika, paginya, Joana nyalon, karna akan ketemu suami sah yang paling ia cintai, pria kedua setelah ayahnya yang ia berikan seluruh cintanya


"pergi kemana hari ini?" tanya Ravansa


"aku mau ke salon saja, aku tidak mungkin ketemu suamiku dengan wajah kusut dan gak terawat" kata Joana


"yaudah kami antar" kata Delvin


"boleh"


mereka jalan ke salon, sesampainya, Joana benar benar melakukan banyak perawatan, mulai dari sauna, lulur, mandi susu, spa, creambath, facial, dan masih banyak lagi lainnya, bahkan termasuk Joana merapikan rambutnya tapi tidak terlalu pendek



*ilustrasi


masih panjang kok, tapi lebih panjang sebelumnya


selesainya, Joana melihat tagihannya..


"berapa kak?" tanya Joana


"totalnya tujuh juta" kata staff salon


"credit tidak apa kak, cash juga bisa"


"yaudah credit"


"silahkan"


setelah membayar semua, saat jalan keluar salon, Ravansa dan Delvin menanyakan keheranannya karna kenapa bisa sampai tagihan tujuh juta dalam beberapa jam saja dan hanya untuk salon


ya memang sih selepas keluar dari salon menyelesaikan treatment nya, Joana lebih fresh, aura lebih terpancar saja


"memang harus semua gitu tadi ya kalau ke salon?" tanya Delvin


"iya lah, kan udah bilang, aku ketemu suamiku, aku tidak mungkin terlihat jelek didepannya setelah tiga tahun kami pisah"


"iya memang suamimu kenapa kalau tau kamu jelek?"


"gak masalah, suamiku selalu menerima aku baik atau buruknya aku, tapi aku yang mau membuatnya bangga atas diriku" kata Joana


"hemm"


saat malamnya sebelum besok paginya menjemput suaminya dibandara, Joana memasukkan Motheo dan Samuel kedalam satu grup chat agar Joana bisa kontak langsung bertiga dengan mereka kan


didalam chat, Joana mengatakan..


"aku membuat grup ini untuk aku bisa mengatakan sekaligus kepada kalian berdua tanpa mengirim pesan chat satu persatu" kata Joana


"lalu memang ada apa yang mau kau bicarakan?" tanya Motheo membalas chat itu


"aku minta besok, jangan ada yang menggangguku ketika aku bertemu suamiku"


"iya Joana sayang, kau tenang saja, aku diluar negri kok" kata Samuel


"tapi Ravansa dan Delvin tidak kan? aku minta mereka tidak mengangguku selama seminggu selama suamiku denganku, dan juga aku akan liburkan Benjie dan Albern"


"iya itu terserah kamu saja, kan mereka sudah hak milik kamu" kata Motheo


"benar? okeh deh"


selesainya mendapat kepercayaan itu, Joana menemui Benjie dan Albern


"kak, kalian mulai besok sampai seminggu kedepan, libur ya" kata Joana


"oh, kenapa nona?" tanya Albern


"ya libur, istirahat dirumah, aku yang minta"


"tapi kata bos?"


"mereka sudah kuhubungi, katanya terserah aku, jadi aku minta kalian libur" kata Joana


"oh beneran? jadi besok pagi sekali kita pergi"


"iya, boleh"


"terus kita kemana? apa benar benar tidak ada kerjaan?" tanya Benjie


"tidak ada, kan terserah kalian juga mau melakukan apa, tapi tugas disini kosong selama seminggu" jawab Joana


paginya, malah Ravansa dan Delvin sampai dirumah, tapi mereka bingung kemana dua satpam jaga dirumah itu tidak ada


saat Joana akan keluar karna pergi ke bandara..


"nona, kemana?" tanya Ravansa


"aku hari ini mau jemput suami, kamu ngapain?"


"aku kan bertugas tiap hari"


"oh, hari ini libur, aku sudah bilang sama bos kalian kan, apa mereka tidak bilang?"


"tidak ada mereka bilang apa apa" jawab Delvin


"oh, yaudah, hari ini kalian libur, terserah ngapain tapi jangan ikuti saya, sampai seminggu kedepan"


"tapi gimana kalau bos tanya?"


"ya bilang aku yang suruh" jawab Joana


"bener?"


"emm"


setelah selesai banyak urusan dan baru ia pergi ke bandara, menanyakan penerbangan pesawat dari indonesia ternyata sudah datang baru saja, jadi Joana mencari keberadaan Egar


"kak, penerbangan dari indonesia sudah sampai?" tanya Joana


"sudah kak, dua menit lalu"


"oh, iya terimakasih"


Joana tengok kanan, kiri, jalan sana sini, Joana melihat kesemua arah, tidak ada ia mendapatkan suaminya, tapi yang ia dapatkan adalah dua pria mencurigakan yang sepertinya ia kenali


yap, Joana mengetahui Ravansa dan Delvin ternyata mengikutinya tapi ia tidak ambil tindakan apapun malah membiarkan mereka, sejauh apa mereka masih mengikuti Joana


sampai akhirnya Joana melihat hapenya dan baru saja akan menelfon Egar, Joana tak sengaja menabrak pria


"astaga maaf kak, maaf" kata Joana


"aku minta maaf, aku tidak lihat jalan" kata Egar


"iya maaf sama, saya juga kurang fokus" ucap Joana