My Name JOANA

My Name JOANA
240



diam diam Shilly memberikan obat itu, Joana memasukkan dibaju ********** karna ada saku didalam..


"di obatnya ada tulisan saya untuk jadwal minum obatnya" bisik Shilly


"siap dokter makasih"


Shilly pun keluar, beberapa lama dokter lain datang bersama Samuel, tapi belum ada yang ngeh kalau dokter nya beda dari yang tadi, jadi santai aja tiga anak buah Samuel yang lain


setelah selesai pemeriksaan, besok boleh pulang kata dokter jadi masih sehari dulu dirumah sakit, dan dihari esoknya saat Joana akan pulang, Fabian pulang lebih awal untuk membersihkan kamar untuk Joana balik, sementara Ravansa, Nico dan Morza mengurus barang barang Joana dirumah sakit


setelah selesai semua urusan, Joana kembali kerumah Samuel, setelah sampai..


"tunggu, pelan pelan" kata Joana


"emm, bos, biar aku yang bantu deh kalau keburu gitu" kata Fabian


"gak, aku bisa" jawab Samuel


Joana turun dari mobil di gandeng Samuel, dan jalan juga harus pelan jadi Samuel harus sabar karna kelamaan, jadi Samuel angkat Joana


"tunggu napa, cepat banget" ucap Joana


"astaga ini pelan loh, darimana cepat Bay?" tanya Samuel


"iya pelan lagi, sabar lah"


"yaudah aku gendong saja, kelamaan jalan, kamu biar cepat sampai kamar dan tidur" jawab Samuel


Samuel menggendong Joana, Joana melirik kearah wajah Samuel dan terdiam, disini entah mengapa Fabian merasa jika Joana pasti akan membuka hati nya kepada Samuel lama kelamaan juga


sampai dikamar juga dibantu Samuel turun ke kasurnya lalu Joana istirahat..


"Fabian mana?" tanya Samuel


"diluar bos, tadi ada telfon dari yang lain" jawab Morza


"oh ada apa?"


"gak, biasa laporan, kenapa bos?"


"ambilkan minum air sama teh panas juga"


malamnya, Delvin datang kerumah Samuel, biasa, menjadi satu dari keempat anak buah kepercayaan Motheo untuk melihat kondisi Joana tapi yang paling dipercaya Motheo ya si Delvin


"hai, Vansa?" sapa Delvin


"vin? sama siapa?" tanya Ravansa


"sendiri, disuruh bos lihat Joana, kemana dia?"


"ada didalam, baru keluar rumah sakit dia"


Delvin dan Ravansa disana, datangnya Delvin yaa membuat Delvin jadi tau kondisi Joana karna cerita dari Ravansa, akhirnya ia mengabarkan kepada bos nya


baru malam berikutnya, Motheo sudah dijalan akan kerumah Samuel, tapi Samuel yang ada dirumahnya, ia baru selesai makan di meja makan sama anak anak buahnya


ia kembali kekamar dan melihat Joana tidur, ia langsung siap siap untuk tidur, ganti baju, cuci muka, cuci kaki tangan baru naik kasur dan memeluk Joana yang tidur


sementara Motheo datang kerumah Samuel melihat kondisi Joana disana


"bos" sapa Delvin


"mana Joana?"


"Theo? ngapain? dia sakit" jawab Fabian


"ya tau aku, urusanku, apa aku tanya soal urusan berkaitan denganmu?" tanyanya


seketika itu Fabian diam..


Motheo masuk, melihat Joana tidur bersama Samuel, ia melepaskan tangan Samuel dari badan Joana karna Samuel merangkul pinggang Joana ketika tidur


"Theo" ucap Samuel


"dia biar aou bawa" kata Motheo


"dia tidur Theo, gila kau?"


"kak? ada apa?" tanya Joana sedikit sadar


"kamu ikut aku, kerumahku saja, dia belum bisa menjaga mu"


"enak saja, memang Joana yang ngedrop kok" kata Samuel


"kak udah lah, aku capek ngantuk nih" kata Joana


Motheo mengangkat Joana dan membawa nya malam itu, Samuel diam saja, karna selain memang dua minggu sudah dan ia juga ada pekerjaan


selama perjalanan, Motheo terus mengusap rambut Joana dimana Joana lanjut tidur di jok belakang mobil dengan kepala di paha Motheo


disini Delvin melihat bagaimana ada nya sisi lembut Motheo untuk Joana, dan sesampainya, karna Joana masih tidur, jadi Motheo mengangkatnya


"apa?" tanya Joana


"sudah sampai dirumahku, tidur dikamar, aku gendong, tidurlah lagi" kata Motheo


dan masuk rumah, masuk kamar, lalu menidurkannya di kasurnya, disini Max yang merapikan kamar itu, melihat bagaimana sikap baik Motheo untuk gadis dicintainya


bahkan membuat nya sama seperti Fabian yang berpikir kelamaan jika ini terus berjalan kedepannya, ya Joana mau tidak mau akan mencoba menerima


paginya..


Joana turun dari ranjangnya, melihat Motheo masih tidur di sampingnya, ia pergi mandi, tapi saat baru membuka pintu kamar mandinya, ia kaget karna ada Max didepan pintu


betapa takutnya Joana tentang Max yang jika ada didekat nya, dengan spontan Joana teriak agar Motheo bangun


"kak Theeeeo" teriak Joana


"apa yang kau lakukan? kenapa teriak?" tanya Max berbisik


"jangan sentuh aku, aku bisa membuatmu menderita" kata Joana


"sudah berani mengancam ku?"


"kak Theo" teriak Joana lagi


tak lama Motheo datang..


"apa?"


"ini aku baru selesai mandi kenapa dia disini? kau menyuruhnya?" tanya Joana


"tidak, Max ada apa?"


"gak ada bos aku hanya mau pakai kamar mandinya"


"lagian kamu kenapa tidak ada kamar mandi di dalam kamar" kata Joana


"yaudah nanti aku buatkan kamar mandi dalam kamar"


Joana berjalan bersama Motheo kembali kekamar mereka, Max semakin kesal dengan sikap Joana, ia mencintai Joana tapi bukan layaknya pria normal pada wanita biasa malah lebih condong layaknya pria spikopat


waktu berlalu, ketika Joana sedang duduk di kamar Motheo sembari membaca buku nya, Motheo siap dan akan pergi


"aku pergi dulu ya Boo, kamu disini baik baik, jangan kemana mana" kata Motheo


"kamu kemana?"


"ada urusan, yaudah ini hape mu, kuberikan, ada apa apa bilang" kata Motheo


"sama siapa?"


"sama anak anak, tapi aku suruh Max menjaga mu"


"kenapa Max? gak mau aku, Delvin saja" kata Joana


"kalau Max, kan kamu gak akan berani melawan"


"ya gak mau, aku gak akan melawan Delvin kok, tapi aku gak mau Max"


"oh yaudah tidak apa deh, aku akan suruh Delvin jaga"


"bawa kamu Max"


"iya Boo, yaudah aku pergi dulu"


Motheo mencium kening Joana lalu pergi, dan membatalkan membawa Delvin tapi membawa Max


"Max, ayo" kata Motheo


"kemana bos? bukannya saya jaga Joana?"


"tidak mau dia, minta Delvin, sama Albern, jaga pintu kamarku jangan pergi dari sana" ucap Motheo pada Albern, salah satu pekerjanya


"ya bos" jawab Albern


"jadi aku yang disini bos?" tanya Delvin


"yaa, kamu jagain dia ya, sering sering lihat dalam kamar dia ngapain" kata Motheo


"siap bos"


mereka pun pergi, tak lama Joana keluar kamarnya karna ia akan ambil minum, ia rencana meminum pil KB pertamanya karna sudah anjuran dari Shilly jika meminum pertama obat pil KB nya setelah habis obat kemarin saat Joana sakit