My Name JOANA

My Name JOANA
315



"loh serius, pantas saja kamu jadi murid dingin dikampus karna punya istri seperti ini ya? gak bisa selingkuh dong? cantik begitu apa diselingkuhin" ucap dosennya


"pak dosen, jangan begitu pak" ucap Joana malu


"loh bener, saya tidak pernah tau istri Egar ini, tapi saya dengar kok kalau Egar sebenarnya sudah menikah, cuma gak tau kalau secantik ini" kata dosen


"pak, jangan terus memuji istriku, aku yang cemburu" kata Egar


"ya udah aku memujimu saja, ini suami kamu pinter, murid saya paling pinter dan rajin, tapi sayang" kata dosen


"kenapa pak?" tanya Joana


"cuek nya... dingin nya..."


"biasa pak, beristri kan harus jaga diri pak" jawab Egar


"haha bisa ya? eh udah malah ngobrol, saya masuk ya? yaudah ayo cepat masuk, saya masuk duluan loh"


"ya pak" jawab Egar


dosen masuk, Joana pamitan pergi, Egar masuk kelasnya tapi Joana pergi keruangan atas, ia mencari kelas Rahayu, setelah diatas, ia melihat di ruangan kelas 15.5 tapi tidak ada murid


"dikelas 15.5 gak ada jam kelas ya?" tanya Joana pada murid disana


"gak ada kak, nanti sore baru ada" kata mereka


"ahh makasih"


gak ada kelas? baru nanti sore? lalu bukannya tadi Rahayu ada? malah menunggu kedatangan Egar karna Egar datang dengan Joana malah ia bersembunyi


yaaa karna memang seperti itu sering dilakukan Rahayu, meskipun ia tanpa ada jam kelas, ia tetap bela belakan datang ke kampus hanya untuk bisa jalan dari lobi utama ke kelas Egar meskipun padahal Rahayu tidak ada kelas


sebegitu berharapnya Rahayu terhadap Egar, tapi memang kadang cinta begitu, membutakan, men-tuli-kan, memati rasakan so hati dan perasaan kepada sebuah logika


Joana pun pergi, karna ia sudah lama tidak pergi ke toko buku langganan nya milik Nandito, ia pun mampir, dan sesampainya..


ia melihat masih sama bangunan toko buku sejak lima tahun lalu ia tinggalkan indonesia, Joana berjalan perlahan, lalu membuka pintunya, dan saat melihat ternyata bukan lagi Nandito yang jaga toko disana, ia merasa kecewa, karna tidak ketemu Nandito


"selamat pagi kak? ada bisa dibantu?" sapa karyawan disana


"emm, saya cari buku rekomendasi soal kedokteran umum?"


"ada, diarah kiri ini, lurus paling ujung sebelah kiri"


"terimakasih"


Joana memang tidak berkuliah di kedokteran umum, tapi sedang mempelajari beberapa hal didalam kedokteran umum sebagai bentuk kecintaannya juga kepada dunia kedokteran termasuk ia menghargai profesi suaminya yang basic nya adalah dokter umum


setelah memilih beberapa buku untuknya beli, ia kembali ke karyawan tadi, lalu memberikan kepada karyawan untuk dibungkus dan ditotal harganya


Joana melirik sana sini, semua masih sama kok, tidak ada perubahan apapun, Joana penasaran ia tanya kepada karyawan disana


"kak, ini masih pemiliknya kak Nandito tidak ya?" tanya Joana


"oh iya, itu pemilik toko memang kak, itu bos saya, saya disini bekerja"


"oh ya? waah" ucap Joana


Joana merasa perubahannya ya disini, sudah ada karyawan, dulu di handle sendiri toko nya


"apa jadwal kak Nandito datang kesini ya?" tanya Joana


"hari ini ada kak, itu" kata karyawan


ternyata sejak tadi Nandito tidak jauh dari tempat Joana berdiri, Nandito diam saja, ia tidak mengenali siapa gadis didepannya, malah ia kaget karna ternyata ia dikenal gadis se keren itu


"kak Nan? astaga? kamu disitu?" sapa Joana


"yaa. siapa ya?"


"Joana? serius ini Joana?"


"inget?"


"iya lah, Joana temanku hanya satu, istrinya Egar kan?"


"iya istrinya Egar, itu aku"


"astagaaaaa, aku lupa, kamu beda buanget asli, sumpah"


"masak? biasa ah? aku hanya lebih rutin saja perawatan"


"serius? sumpah? beda buanget, lihat kan aku aja sampek lupa"


"kamu mah, eh tunggu ini? siapa?" tanya Joana menunjuk gadis kecil di gendongan Nandito


"anakku"


"waah serius?"


"iyaa serius banget dong, ayo duduk, mengobrol bareng"


mereka duduk. mengobrol banyak hal disana, membahas banyak tentang perubahan mereka, tentang pernikahan Nandito


Nandito bercerita, jika istrinya hamil diluar nikah karna kebobolan, jadi hamil dulu baru nikah, Nandito menceritakan semuanya, Joana berpikir, bagaimana pun seburuknya ia dengan hubungannya bersama Samuel dan Motheo, ia masih bisa menjaga diri soal hamil diluar nikah ini


Joana melirik kearah anak dari temannya itu, Joana malah jadi teringat kedua anaknya seketika


karna melihat anak Nandito seorang gadis, anak Joana keduanya juga gadis, bahkan hasil dari kebobolan juga, meskipun kebobolan nya beda kisahnya, karna Joana kebobolan minum pil KB sementara istri Nandito kebobolan karna sering melakukan hubungan diluar nikah


"kamu gimana? sudah ada hamil sama Egar?" tanya Nandito


"belum, aku juga belum ada, aku tidak tau kapan? aku sedih soal itu" kata Joana menunduk


"eh bukan Joana itu, gampang sedih itu bukan Joana, maafin aku sudah bahas ini, maaf"


"gak papa kak Nandito" kata Joana


mereka membahas lagi soal banyak hal lainnya, sampai akhirnya siang, Joana pamitan pulang, dan uang yang buat bayar buku tadi malah dikembalikan Nandito dengan cara memaksa Joana mengambilnya, Joana tidak enak menolaknya


Joana balik kerumahnya dan sesampainya ia masak sendiri, makan sendiri, lalu setelah makan ia kepikiran anaknya, bagaimana anaknya disana? apa aman sama ayah mereka?


rasanya tidak aman, tapi yasudah lah, Joana tidak mau memikirkan apapun dan siapapun di amerika, ia melupakan semuanya untuk bersama Egar, dan tidak ada yang salah dengan ini, melihat bagaimana Motheo dan Samuel merenggut kebahagiaan Joana yang hanya bahagia bersama Egar


lalu bagaimana di amerika? apa Samuel dan Motheo tau Joana akan datang terlambat dari dijanjikan? tentu tidak tau, dimana setelah di hari ketujuh, mereka menunggu kabar dari anak buah masing masing untuk mengabari mereka Joana datang


tapi seharian ditunggu tidak ada kabar, Samuel menelfon Ravansa dan Albern juga mengatakan tidak ada kabar dari Joana dan begitupun dengan Benjie dan Delvin yang melapor kepada Motheo juga tidak ada kabar apapun dari Joana


karna ingin memastikan, jadi mereka memutuskan bertemu disalah satu cafe tidak jauh dari rumah Joana karna untuk membahas Joana


"sudah tadi?" tanya Motheo


"baru kok, duduklah" jawab Samuel


"yaa, apa yang mau kamu bahas?"


"soal Joana, apa dia ada kabar kepadamu? ini sudah hari ke delapan dia tidak kabari aku" kata Samuel


"aku pikir dia kabari kamu? makanya aku mau bahas ini juga hari ini" kata Motheo


"jadi gak ada kabar kepadamu?"


"ya, kalau ada, aku kabari kamu"


mereka tidak mendapatkan kabar apapun dari Joana