My Name JOANA

My Name JOANA
230



"sudah sana turun, aku tidak bisa membawamu, nyawaku taruhannya" kata staff ice itu


"pak, kamu aman kok, biarkan aku disini ya" kata Joana


"tidak tidak, jangan libatkan aku"


"iya, kami tidak mau berurusan apalagi sama keduanya"


Joana turun dari mobil itu, ia segera mencari persembunyian, Joana berjalan dengan sangat hati hati, ia sembari melihat kanan kiri takut ada yang mengenali nya, dan ketika ia melihat salah satu orang berpakaian mirip dengan empat anak buah Motheo lainnya, ia langsung bersembunyi


setelah aman, Joana berjalan lagi, tidak tau ia akan diam dimana beberapa saat ini, karna waktu sudah mulai malam dan Joana makin takut karna orang berkeliling makin mengurang


hingga ia bertemu dengan seseorang yang harusnya ia kenal yaitu Ferla, Ferla sendiri lupa, gadis itu adalah tawanan yang dibawa oleh Samuel


"kak, bisa membantuku?" tanya Joana


"oh, ada apa kak?"


"sembunyikan aku dari kejaran orang, aku dikejar beberapa orang"


"dikejar? aduh siapa?"


"nanti kuceritakan, tolong lah bantu aku dulu"


"tapi.."


"aku mohon"


sayangnya saat Ferla tidak bisa karna ia melihat kakeknya sudah keluar dari "babershop blue" tak jauh dari sana


"emm kak, maaf, aku harus pergi, kakekku selesai" kata Ferla


"tapi"


"maaf kak"


Ferla berpikir ia tidak mau berurusan dengan orang asing, apalagi kakeknya sudah selesai potong rambutnya, sementara Joana tidak bisa memaksakan..


karna dua staff ice tadi semua bergidik ketika tau hal ini berurusan dengan Motheo, maka nyawa staff penjual ice cream itu akan melayang dan tidak ada yang membantunya dan Ferla merasa asing dengan Joana jadi tidak membantunya


Joana bingung mencari kemana ia harus pergi, ia mencari rumah Elyas tapi ia tidak menemukan Elyas dirumah lama yang Joana tau


Joana tidak tau jika Elyas sudah tinggal dirumah baru bersama Erisa sejak menikah, sebelumnya juga kan tinggal bersama Lerry di kontakan Lerry, sementara Joana tidak tau alamat alamat rumah kemungkinan keberadaan Elyas


akhirnya Joana bingung pergi kemana lagi ia harus bersembunyi, karna ia tidak akan bisa meminta bantuan orang lain kecuali pada Elyas


sementara Motheo dan Samuel kesal kepergian Joana kali ini, mereka geram, mencari seluruh pelosok amerika karna mereka berdua tau Joana tidak akan mampu keluar dari amerika


semua mencari keberadaan Joana disana, seluruh pelosok kota mereka cari


Joana tidak tau ia harus kemana, ia diam disekitar tempat babershop blue tadi itu berharap ada yang membantunya, tapi ditempat lain, dua staff ice cream itu dicegat oleh dua anak buah Samuel


"diam, turun" bentak mereka


"kalian, ada apa?" tanya staff


"tadi bos saya beli ice cream ini, lalu kalian pergi, gadis bareng bos saya juga pergi"


"gadis?" tanya staff


kedua staff saling bertatapan, dua anak buah Samuel merasa curiga akhirnya mereka mengancam kedua staff itu mengatakan keberadaan Joana


"ahh okey kami beritahu, tapi tolong jangan bawa urusan ini dengan kami lagi" kata staff


"cepat katakan"


"dia ada di depan babershop blue" kata staff


mereka berdua pergi dan staff langsung pergi juga, mereka berdua mencari sekitar sana, dan tak terasa seharian sudah, ketika Joana sampai pada beberapa titik bersembunyi dari banyak orang diluar


dimana salah satu anak buah Samuel, lain empat anak buah utamanya ya, mendapatkan keberadaan Joana juga


"itu bukan?" tanya satu


"iya itu Joana, baju itu kan memang dia pakai terakhir" kata satunya


"iya"


mereka memgabari Samuel, Samuel bergegas bersama empat anak buah nya juga, lalu mengabari Motheo juga ke tempat sama


mereka semua sampai, dua staff Samuel tadi langsung menunjukkan dan benar saja, ada Joana di salah satu sisi lapak yang berjarak tiga tempat dari babershop blue


semua mengatur rencana, dan mereka melakukannya malam itu juga


"siapa yang cukup dekat dengan Joana?" tanya Samuel


"bagaimana pancingannya adalah Max" kata Motheo


"jangan, itu bukan waktu tepat" kata Samuel


"apa kurang tepat?" tanya Max


"sudah jangan kubilang"


"ahh, Fabian" jawab Bastian


"hei, kenapa aku?" jawab Fabian


"aku tau kamu paling dekat dengan Joana, kemarin yang ada masalah saat Max dan kamu berurusan dengan jubah hitam itu, yang diperhatikan kamu kan" lata Bastian


"iya, Joana tidak memerhatikan aku sama sekali bos, dia menanyakan keadaan tangan Fabian, mereka cukup dekat" jawab Max


akhirnya Fabian jadi pancingan Joana, dimana Fabian mau tidak mau harus melakukan misi itu tapi tetap membawa Max juga


Max berjalan kearah Joana lalu berdiri tepat disamping Joana duduk di tanah jalanan itu, saat Joana melihat dan itu Max, ia langsung berkejut dan menghindarinya


"tau dari mana kamu?" tanya Joana kaget


"aku bisa dapatkan kamu Joana, kamu mau coba kabur dari bos Theo? itu percuma" jawab Max


"tolong kak, jangan bawa aku"


"kamu tetap ikut aku, kam aku sudah bilang, kita mati bunuh diri saja berdua, bagaimana?"


"kaaaak, tidak, aku tidak mau"


"kenapa tidak mau? bukannya kamu kemarin sudah melakukannya?"


"kak"


Joana berjalan mundur hingga ada pada sisi jalan raya, disana Joana kaget karna melihat Fabian, ia jadi takut karna Fabian dan Max sekarang kan sudah tidak ada rahasia


Fabian tau perasaan Max pada Joana, Joana pikir Fabian akan menahannya tapi tidak..


"Joana, ikut aku, kemobil" kata Fabian


"kak, kamu membantuku? ayo kak, bawa aku, jangan balik kepada kak Max ya, aku takut sama dia"


"iyaa"


Fabian merasa bersalah, apa yang ia lakukan akan membuat Joana kecewa pastinya tapi apalah dayanya, ia bertugas menggiring Joana ke mobilnya


tapi mobil itu sudah ada Motheo dan Samuel, dimana Fabian hanya membukakan pintu mobil, lalu menutupnya dan Joana bingung kenapa Fabian tetap berdiri di luar itu


saat Joana melihat kearah jok depan mobil dan dua pria itu adalah Samuel dan Motheo, seketika itu Joana teriak dan meminta tolong kepada Fabian diluar


tapi pintu sudah dikunci, Joana tidak bisa lari lagi, mobil juga melaju kencang dan membawa Joana kerumah pribadi Motheo, setelah sampai...


mereka berdua mengikat tangan Joana, menutup mulut agar tidak berisik teriak, tapi membiarkan Joana tidak menutup matanya, dan saat Motheo turun dari mobilnya, ia menarik Joana turun dari mobil dan menarik paksa Joana keluar


"ayo turun, kita sampai" kata Samuel


"kak, ini dimana? kak, maafkan aku, aku tidak mengulanginya" jawab Joana


"kau harus dihukum, biar gak main main" jawab Motheo


semua anak buah disana melihat dan berpikir ini sudah kematian Joana, karna berusaha kabur dari Motheo dan Samuel