
Motheo kesal, tapi ia gemas menatap Joana, ia mencium bibir Joana dan mengangkatnya untuk melakukan hubungan badan lagi, lagi dan lagi, tapi Joana tetap menurutinya apalagi baru saja ia dapat izin dari Motheo untuk pulang
hari berlalu, dua hari berikutnya, Samuel datang dari itali dan kembali kerumahnya, untuk istirahat beberapa jam lalu pergi kerumah Joana tapi ia hanya dapatkan Benjie dan Albern
"kemana Joana?" tanyanya
"kerumah Theo, bos" jawab Albern
dan saat itu juga ia baru sampai dirumah Joana, Samuel menelfon Joana
"halo, dimana kamu?" tanya Samuel
"aku dirumah Theo" jawab Joana
"siap siap balik, aku dirumah kamu, aku akan suruh Vansa buat jemput kamu, sudah cukup lama ya kamu sama Theo, sekarang jatahku"
"emm" jawab Joana
Joana menutup telfonnya, Motheo melihat hape Joana ia kira telfon dari siapa, Joana mengatakan Samuel sudah kembali dan ia akan pergi
tak lama Benjie menelfon Motheo dan memberitahu jika Ravansa datang menjemput Joana, dan Motheo memberikan izinnya, Joana turun dan naik kemobil Ravansa dan pergi kerumah Samuel
sesampainya..
Joana pergi mandi dirumah bawah baru ia pergi naik kerumah atas, saat ia buka pintu, ia melihat sudah ada Samuel disana
Joana menyapa Samuel dan Samuel mencium kening Joana, tapi Samuel melihat dari atas hingga ke bawah tubuh Joana
"ada apa lihati begitu?" tanya Joana
"aku rindu sama istriku lah" jawab Samuel
Samuel menarik tangan Joana agar duduk dipangkuan nya lalu memeluk Joana dari belakang
"Bay, berapa kali main sama Theo?" tanya Samuel
"main apa?"
"hubungan badan lah"
"gak aku hitung"
"astaga, banyak kali berarti"
"setiap hari Theo memaksaku untuk main"
"oh ya? sama aku yuk main malam ini, aku belum main"
"apa iya belum main? di itali sana apa kamu tidak main cari gadis lain?"
"asssh jangan bahas lainnya lah, aku bahas soal kita"
"emm"
Samuel berdiri lalu memberikan tangannya kepada Joana untuk mereka pergi masuk kamar
"apa?" tanya Joana
"ayo main" kata Samuel menarik lengan Joana
"enggak, aku capek ini, besok masih harus kerja kamu loh"
"ya kan besok pagi, masih ada jatah semalam ini"
"iya tapi ini masih sore juga kan" kata Joana
"iya biar lama, ayo Joana.. jangan sampai buat aku marah sampai harus paksa kamu ya"
"Joanaaa, jangan paksa aku buat marah ya" ucap Samuel dengan nada keras
seketika itu Joana diam, tapi ia masih diam di sofa luar kamar nya itu, tidak mau masuk kekamar, karna gemas, akhirnya Samuel melepaskan tangan Joana, Joana merasa lega karna ia pikir Samuel tidak lagi memaksanya
Joana pun mengambil buku yang ada di meja depan sofa tempatnya duduki itu, tapi ia melirik arah Samuel ketika Samuel mulai membuka satu persatu bajunya didepannya
"kamu mau apa?" tanya Joana
Joana menutup wajahnya dengan buku yang baru saja ia pegang ditangannya
Samuel tidak menjawabnya, ia membuka celana nya, dan saat ini lah Fabian datang karna ada yang akan ia bicarakan tapi dari tirai jendela yang cukup tipis, ia melihat kejadian itu, akhirnya tidak jadi mengetuk rumah atas Joana
"iya didalam kok orangnya, malah diam, ada apa?"#" sapa Ravansa
Ravansa ikut naik, menanyakan kepada Fabian kenapa malah diam dan ketika melihat juga apa yang Fabian lihat, Ravansa langsung paham dan membawa Fabian turun
"ahh sepertinya nanti saja, biar aku yang akan sampaikan, atau kamu perlu tunggu di bawa bersamaku dan Albern" kata Ravansa
mereka pun tidak jadi masuk dan bicarakan hal kepada Samuel karna tidak mau mengganggu sementara Samuel, yang sudah membuka semua bajunya
Samuel narik paksa buku ditangan Joana yang menutupi wajah Joana, Joana langsung menutupi wajahnya kembali dengan tangannya tapi Samuel kembali menarik tangan Joana, ia menarik kaki Joana agar lebih dekat dengan badannya
"kamu tidak mau ke kamar, aku kerjakan disini, jadi diam atau aku akan menyiksamu" kata Samuel
berapa kali menolak dan meronta, Samuel tidak peduli, mereka melakukannya di sofa itu
selama di itali, memang kecurigaan Joana benar soal Samuel tidak mungkin tidak memakai gadis lain untuk berhubungan badan, Joana memang benar
karna di itali selama sebulan, sekitar beberapa gadis ditiduri oleh Samuel untuk beberapa hal dan penawaran entah kasus ataupun memang sengaja transaksi
tapi semua dianggap oleh Samuel tidak ada yang bisa membuat ia senyaman ketika bermain dengan Joana, yaa jelas lah, Samuel dengan para gadis itu hanya napsu tapi dengan Joana sama saja dengan napsu tapi ada dasar karna cinta juga kan
setelah main, mereka tertidur di sofa itu hingga malamnya, Joana akan turun, Samuel menahan badan Joana dengan memeluk dada dan leher Joana agar tidak pergi
"aku turun, ke toilet dulu" kata Joana
"tidak, diam disini jangan kemana mana" jawab Samuel
Samuel masih tetap memaksa Joana agar tidak pergi, akhirnya daripada melawan dan akibatnya akan lebih menderita, jadilah menurutinya saja
paginya, saat Fabian pikir bisa menemui Samuel, ia mengetuk beberapa kali tidak ada yang membukakan, tapi pintu malah tak sengaja terbuka, Fabian membukanya dan ia masuk
melihat sekitar sana ternyata Joana dan Samuel ada di sofa depan televisi dengan tidur disatu sofa yang sama, mereka sama sama telanjang didalam selimut yang sama juga
Fabian kembali keluar dan mengatakan pada Ravansa akan menunggu di bawa saja sembari ia diam tanpa berbicara apapun
"loh kenapa? cepat sekali?" tanya Ravansa
"tidak jadi masuk, takut mereka lagi masih tidur" jawab Fabian
"oh ya bener dah, disini saja duduk, kamu free kan diluar" kata Ravansa
"emm"
Fabian hanya diam, ia memikirkan tentang perasaannya kepada Joana yang makin hari tidak mengurang atau menambah tapi juga tidak menghilang
ia terkadang dibuat bingung sendiri tentang perasaan yang tidak juga pergi padahal ia tau Joana tidak akan pernah bisa menjadi miliknya
pagi itu, tak lama dari Fabian turun lagi, Joana bangun, ia melihat Samuel masih tidur, jadi ia melepaskan pelukan itu dan turun untuk mandi lalu bersiap siap untuk bekerja
Joana pun mandi, keluar mengeringkan rambut, memakai baju dan make up, menyiapkan tas bawaannya, tidak lupa kunci pasung milik Calvin
saat keluar, ia membangunkan Samuel tapi malah sulit sekali bangun, yaa begitu Samuel, paling susah dibangunkan, untuk itu ia jarang sekali tidur