
nah untuk urutan next pernikahan nya ada :
Feris n Elva, mantan pacar Joana dan adik Elyas
(Elyas n Elva selisih enam bulan atau setengah tahun)
selanjutnya Sahid dan Tiko
(antara Tiko, Sahid dan Elva selisih masing masing sebulan)
lalu Sherla dan Nandra?
itu masih jauh dari pemikiran keduanya..
kembali kepada sisi cerita kehidupan Joana...
Joana sudah sembuh, ia sudah bisa melepaskan penyangga lehernya dan beraktifitas tapi yang namanya tawanan juga aktifitasnya itu saja
pagi bangun, membaca buku, siang baru mandi, tidur siang, sore bangun, membaca buku, malam tidur, terus seperti itu tapi Joana aman karna apapun yang ia minta dituruti oleh Samuel dan Motheo kecuali keluar pergi kemana mana tanpa mereka
suatu ketika, dimana penjagaan Joana cukup senggang, Delvin dan Ravansa bertugas juga lengah dengan televisi mereka, makin dibuat lengah ketika mereka mendengar suara seperti lemparan batu dibelakang rumah itu
"siapa?" tanya Ravansa
"apanya?" tanya Delvin
"dengar suara lemparan batu tidak?"
"tidak?"
"aku dengar"
dan sekali lagi suara terdengar, membuat keduanya langsung lari dan mencari dibelakang tapi dari pintu depan, dua pria berjubah hitam yang sebelumnya mengacaukan markas masing masing Motheo dan Samuel datang
mereka tidak bisa membuka pintu rumah karna terkunci, tapi saat membuka jendela, kuncinya menempel jadi salah satu dari mereka masuk lewat jendela yang berukuran cukup untuk orang masuk lalu membukakan kunci untuk pria yang satunya
saat masuk, mereka berencana memang mencari keberadaan Joana, hingga mereka tidak menemukan barulah mereka merusak semua isi rumah itu menjadi berantakan
tapi ketika mereka pencar mencari setiap kamar, salah satunya mendapatkan keberadaan Joana langsung menarik teman yang satunya masuk kamar itu, lalu ia mengunci kamar Joana
"kalian siapa?" tanya Joana kaget
"sssst" ucap salah satunya
mereka mencoba membuat Joana tenang lalu mengatakan jika mereka datang untuk membantu Joana membebaskannya tapi tampilan mereka membuat Joana ragu
Joana asing dengan mereka, ia takut jika mereka malah akan membunuh Joana, jelas Joana memilih diam dirumah itu karna Joana tau jika Motheo atau Samuel tidak akan membunuhnya sejahat apapun mereka
"tenang, kami tidak melukai mu, kami datang, untuk membantumu lepas"
"aku tidak kenal siapa kalian, aku tidak mau" jawab Joana
"nanti setelah kita pergi dan diluar, aku beritahu siapa kita"
"maaf tapi apa tujuan kalian?"
"aku membantumu, astaga, percayalah, ayo pergi"
"tidaaak" jawab Joana
Joana bingung dan ketakutan disana, saat mereka akan menunjukkan diri tapi terdului oleh Max dan Fabian yang mendobrak pintu kamar Joana karna mereka melihat jika jendela depan menganga itu adalah mencurigakan
benar saja, mereka mendapati dua pria berjubah itu dan membuat keduanya langsung baku hantam, tapi Max dan Fabian kalah membuat mereka terkulai lemas, Joana juga lemas karna bingung dan ketakutan dengan yang terjadi
dua pria berjubah itu berhasil merobek sisi leher Max dan merobek sisi lengan tangan kanan Fabian dan juga paha kanan Fabian
tapi keributan itu terdengar kepada Ravansa dan Delvin yang keliling di belakang rumah mencari sumber lemparan batu tadi tapi dua pria berjubah itu berhasil kabur
"Joana, telfon bos Theo, ini hapeku, aku bawa mereka ke rumah sakit" kata Delvin
"aduh hei, Joanaaaa? bangun" teriak Ravansa
"aku pergi duluan deh, kamu urus dia, telfonkan bos ku juga, ini hapeku" kata Delvin
Ravansa menelfon Motheo dan Samuel karna ia bingung harus melakukan apa pada Joana karna mereka takut salah salah kan jika urusannya dengan Joana
setelah menelfon Samuel baru menelfon Motheo juga dan atas setujunya mereka, Ravansa menyusul Delvin untuk membawa Joana kerumah sakit
beberapa menit kemudian semua berkumpul dirumah sakit, melihat kondisi Joana
disana Ravansa dan Delvin menceritakan apa yang terjadi dari awal sampai mereka tau tentang kejadian itu, tapi Ravansa dan Delvin tidak tau jika yang menghajar dua temannya adalah dua pria berjubah yang sebelumnya juga beraninya menghancurkan markas mereka
yang tau hanya Joana dengan dua korbannya yaitu Max dan Fabian
"sudah sadar dokter?" tanya Samuel
"sudah, Joana hanya pingsan, dia sudah lebih baik" kata Randy
Joana dinyatakan sadar barulah keduanya masuk melihat kondisi keduanya, meninggalkan Max dan Fabian dulu karna mereka masih dalam penanganan
"apa yang luka?" tanya Motheo
"aku hanya pingsan, lalu bagaimana dengan kak Fabian dan kak Max, kak?" tanya Joana
"mereka dalam tanganan dokter, jangan kuatir" jawab Motheo
"jelaskan Joana, ada apa?" tanya Samuel
karna tidak ada yang tau yang terjadi, karna kan tidak mungkin Joana yang mencoba melarikan diri sampai merobek tubuh Max dan Fabian, Motheo dan Samuel yakin itu bukan kelakuan dari Joana
Joana pun menjelaskan sejujurnya, karna ia tidak tau siapa dua pria itu, jika ia tau bisa saja Joana menutupi agar mereka berdua selamat apalagi melihat niat awal mereka baik membantu Joana lepas
tapi karna Joana tidak tau jadilah ia mengatakannya saja, dari ia melihat dua pria berjubah hingga kejadian Max Fabian itu
"aku diam dikamar, ada yang membuka pintu, kupikir antara kalian, tapi aku lihat bukan" kata Joana
"lalu? siapa?" tanya Motheo
"aku tidak kenal"
"wajahnya? ciri cirinya?" tanya Samuel
"emm aku hanya bisa mengatakan ciri ciri dia memakai jubah hitam, topi, kacamata, masker penutup wajah, sepatu, sarung tangan, semua hitam, jadi aku tidak mengenali nya"
"apa?" tanya Ravansa dan Delvin kaget
"iya, aku tau hanya itu"
"mereka orang yang sama dengan yang menjajah markas" bisik Delvin
"ahh iya aku ingat kata kalian" jawab Motheo
"sama, markas ku juga, ada yang menjajah dengan orang yang sama" jawab Samuel
"lalu, apa lagi? mereka menanyakan apa? apa mereka mengenalmu?" tanya Motheo
"mereka kenal nama ku Joana, mereka mengajakku keluar mau membebaskanku, tapi aku tidak tau mereka siapa" kata Joana
semua langsung terdiam, mereka mengingat disana siapa dua pria itu, yang mengenal Joana dan tau jika Joana ada ditangan Motheo dan Samuel
semua dijelaskan Joana membuat mereka akhirnya sadar jika dua pria itu benar benar mengantarkan nyawa kepada mereka karna sudah bermain dengan Motheo dan Samuel
"kerahkan anak buah mu, bilang mereka cari dua pria berjubah itu" bisik Motheo
"anak buahmu? kenqpa hanya anak buahku?'
"anak buah mu semua kan lebih pintar, lebih baik juga pencarian, juga lebih cerdas, anak buahku, aku tetap suruh juga"