
itu adalah tipe gadis yang Fero cari..
Fero mendekati Joana ketika bersama 5 temannya tadi, yaitu Nandra, Sherla, Egar, Elva dan Feris, dan Fero memberikan jabatan tangan kepada Joana
Sherla memberi kode kepada Joana karna melihat orang asing dibelakang Joana, Joana menoleh membalikkan badan dan kaget ternyata Fero
"pak Fero?" sapa Joana
"selamat" kata Fero dengan singkat
"iya pak, selamat atas apa pak?" tanya Joana
"atas kelulusan dan prestasi penghargaan tadi, dan juga tentang kesuksesannya"
"waah iya pak makasih" ucap Joana
sebenarnya, yang tau Joana mengagumi Fero itu adalah Vera, tapi karna dengan Vera masih memiliki masalah jadi Vera tidak tau ternyata pria itu dibuat tertarik oleh pesona Joana
melihat itu, Sherla meminta kepada Nandra untuk membawa yang lain pergi membiarkan Joana dekat dengan pria itu dan berkenalan, dan semua menuruti Nandra untuk pergi termasuk Egar
Egar hanya pasrah dan diam ketika pria keren dan tampan yang jauh dibandingkan dengannya ia takkan ada apa apanya mendekati Joana
"emm seperti nya kami pamitan dulu deh" kata Feris
"oh kemana kak?" sapa Sherla
"saya ada kerjaan masih"
"iya kak Sherla, aku juga ada urusan dikelas" jawab Elva
"oh yaudah, eh makasih ya sudah datang"
"iya"
keduanya pergi, melihat keduanya pergi disana, Egar juga pergi, tanpa pamit tanpa apa apa kepada Sherla atau Nandra
Sherla bertanya siapa pria itu dan Nandra menjelaskan sepengetahuannya siapa pria itu dan karna Nandra juga bagian dari kedokteran meskipun tidak 1 kampus yang sama dengan Joana tapi ia tau siapa Fero
yap, Nandra fakultas kedokteran tapi beda dengan Joana yang memiliki gelar Sp.KJ atau gelar yang lulus dari kedokteran kejiwaan sementara Nandra mengejar gelar "Drh" atau dokter hewan
Joana dan Fero disana berkenalan lebih jauh, dan menngobrol seputar pelajaran, materi, kelulusan dan apa yang akan dilakukan Joana berikutnya intinya mereka berkenalan
"terimakasih ya atas waktu nya mengobrol dengan saya" kata Fero
"sama sama pak, saya juga berterimakasih sudah menanyakan tentang saya"
"iya, oh ya, saya boleh minta kontak?"
"kontak? oh ya boleh pak"
Joana dan Fero bertukar nomor ponsel mereka lalu Fero berpamitan pergi dan Joana sendirian tak lama Sherla dan Nandra mendekati Joana
"Joana, kamu sama dia?" tanya Nandra
"dia mengajakku mengobrol soal kelulusan kok"
"tapi dia sampai meminta nomor?"
"iya"
"artinya suka" kata Nandra
"ah gak mungkin"
"kok gak mungkin, jelas itu, minta nomor telfon mu kan?"
"iya tapi kan gak semua minta nomor telfon itu suka" kata Joana
"tapi seperti nya dia suka deh sama kamu"
"memangnya kamu, disamakan dirimu, minta nomor karna suka"
"haha iya juga" jawab Sherla
"iya juga sih, apa karna aku begitu ya?" tanya Nandra
"siapa tau bisa buat bisnis, atau pekerjaan, kan?"
"iya juga sih"
setelah urusan selesai, mereka pun pulang, Nandra, Sherla dan Joana balik kerumah Joana, yang sudah ada Lestari
"ibuk" sapa Joana masuk rumah nya
"Joanaaaa, selamat" sapa Lestari
"ya ibu, makasih"
"iya makasih ya buk" ucap Joana
"eh ibu masak, ayo makan"
"aku juga boleh ikut buk?" tanya Nandra
"bertiga, buat kalian bertiga lebih malah, nanti malam, yang lain ibuk masak lagi buat makan keluarga"
"waah"
mereka mengobrol berempat disana dan makan bersama, menikmati makanan itu dan setelahnya duduk santai bersama didepan ruang televisi
malamnya ketika semua keluarga datang berkumpul, sayang nya karna Nandra ada kelas jadi ia harus pergi duluan dan malamnya makan lagi bersama keluarganya
"emm, aku mau kasih kabar juga buat kalian malam ini" kata Melinda
"kenapa Melin?" tanya Amir
"Melin hamil bang" kata Melinda pada Amir
"wooh beneran?" tanya Melanie
"iya, ini bukti dokter memeriksanya"
"waaah bibiiii" teriak Joana girang
tengah makan, Melinda memberikan kabar bahagianya dan membuat semua turut bahagia yaitu ia sedang hamil 3 bulan, semua histeris senang dan bahagia pada bergantian memeluki Melinda dan memberikan ucapan selamat
hari terus berjalan setelah hari itu, Joana belum memutuskan untuknya akan lanjutkan kuliah karna ia masih ingin kuliah dan mengambil jurusan yang mendapatkan gelar Sp.RM atau fakultas spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, karna itu sudah ia pikirkan matang matang
tapi Joana memutuskan untuk bekerja dulu mungkin 2 perpanjangan alias setahun, yaa, karna ia masih akan mengumpulkan uangnya sendiri, siapa tau kan bisa mengumpulkan uang, lalu kuliah menggunakan uang sendiri
seperti sambil menyelam minum air gitu jadi bisa bekerja dan kuliah bersamaan tahun depannya lagi jadi untuk tahun ini memutuskan full bekerja dulu
ia teringat mendapatkan kontrak dari Netra, dan ia pun memutuskan mengambil kontraknya selama 6 bulan dulu, karna ia masih pertama kan
"halo paman?" sapa Joana
"ya, kenapa?"
"paman sibuk gak? bisa antar Joana? mama sama papa kerja kan, bibi juga mengajar"
"loh mau ke Netra? jadi?"
"iya jadi, kesana antar ya"
"okeh"
ia datang ke kantor rumah sakit Netra utama diantarkan oleh Dimas, sesampainya..
"paman tunggu diluar" kata Dimas
"ya paman"
Joana masuk, menyapa atasan disana dan dengan mudah Joana mendapatkan pekerjaan disana karna memang sebelumnya ia juga pernah ditawari pekerjaan disana kan
dan setelah keluar lagi, baru Dimas bisa meninggalkan Joana karna Joana langsung bekerja hari itu
hal pertama dilakukan Joana menginjakkan kakinya di tempat itu setelah resmi menjadi staff RSJ Netra, yaitu mencari Alisia atau biasa sebutan Aal
dan sampai diruangan kamar rawat Aal...
tidak menemukan siapa siapa disana lalu Joana menyapa orang yang lewat disekitar sana, dan kebetulan ada Septi, salah satu staff perawat yang bekerja disana sebagai senior Joana
"kak, pasien Aal diruangan ini kemana?" tanya Joana
"hai Joana, kamu? kapan datang?" sapa Septi
"tadi pagi kak, diantarkan sama pamanku"
"waah bekerja disini kah?"
"hehe iya"
semua jelas mengenal Joana, terutama staff senior, karna semua tau kisah Joana selama di Netra
"Aal pindah kamar Joana, sejak kamu jarang lagi kesini, dia makin parah marah marah, pihak Netra memutuskan memasungnya" kata Septi
"dipasung? dimana?"
"di ruangan pemasungan lah"
Joana mendekati arah ruangan itu, di Netra ada salah satu ruangan yang tidak akan dijamah siapapun kecuali staff bertugas, staff saja beberapa yang berkaitan jika tidak berkaitan tidak akan berani kesana
Joana dengan santainya masuk keruangan itu dan menyapa Alisia yang benar terpasung tangan dan kakinya diatas ranjang itu