My Name JOANA

My Name JOANA
287



"sayang, aku pergi urusan kerjaan ya" kata Samuel


"ya, sana pergilah" jawab Motheo


Samuel yang terburu buru jadi tidak sempat mengatakan Joana hamil kepada Motheo, jadi ia pergi begitu saja dan Motheo tidak tau kehamilan Joana


malamnya, Joana membaca buku depan televisi, beberapa saat Motheo datang


"kamu disini disediakan televisi bagus, gak ada dinyalain, kalau gak aku nyalain, kayaknya percuma aku beli televisi ini" kata Motheo


"iya memang, kamu tau kan aku tidak suka menonton, aku lebih suka membaca" jawab Joana


"hemm, dasar" jawab Motheo memeluk Joana


hari hari berlalu, sebulan berjalan Samuel pergi untuk urusan pekerjaannya, Motheo membawa Joana pulang kerumahnya


Joana tinggal dirumah Motheo, seperti biasa, ia memang wajib ikut pergi dan tinggal kerumah pribadi suaminya


ketika siapa yang ada waktu untuk Joana, karna tidak setiap harinya selalu ada waktu untuk Joana melihat bagaimana kesibukan masing masing Samuel dan Motheo


beberapa hari dirumah Motheo, Joana berpamitan akan pergi keluar membeli jajanan


"kamu kemana?" tanya Joana


"mau pergi, bentar, gak sampai sore"


"oh yaudah aku juga pergi kerumah, aku kemarin minta belikan Grilled Chicken sama kak Bian"


"dimana kamu mau pergi? aku antar kah?"


"tidak, aku hanya akan pulang kerumah"


"oh yaudah hati hati sayang, nanti aku kesana saja deh"


"yaa"


Motheo pergi, Joana bersiap siap, ia pun pergi sendirian karna ia tidak membawa Ravansa atau Delvin saat menginap dirumah Motheo, jadilah ia menghentikan taksi didepan rumah Motheo


dan pas sekali mobil taksi yang berhenti adalah mobil taksi dibawa oleh Alberto


masih ingat Alberto? manager utama dari usaha taksi terbesar di amerika, ia juga sempat membantu Joana dalam beberapa urusannya tapi itu jauh saat Joana menjadi pertukaran perlajar


saat masuk mobil taksi, Joana memberikan alamat rumahnya tanpa mengatakan apapun, Joana memang tidak pernah bicara pada orang orang asing


saat Joana membuka masker penutup wajahnya dan barulah Alberto mengenalinya


"astaga" ucap Alberto


Joana menoleh kearah supir, karna ia kaget kenapa tiba tiba supir mengatakan astaga?


"kenapa pak?" sapa Joana yang belum sadar itu Alberto


"kamu Joana?"


"yaa?"


"sudah lupa? aku Alberto"


"astaga pak?" ucap Joana kaget


Joana akhirnya bertemu lagi dengan Alberto setelah sekian lama tidak bertemu, yaa sejak Joana kembali lagi ke amerika memang tidak bertemu Alberto


mereka mengobrol berdua disana, Joana membahas kehidupannya dan Alberto pun sama


setelah sampai dirumah Joana, Joana memberikan uang tarif kepada Alberto


"Joana, ini banyak sekali? kamu lebih banyak" jawab Alberto


"ambillah pak, aku memberikan mu sengaja lebih banyak, buat tambah tambah" jawab Joana


"tapi banyak banget ini Joana"


"sudah ambillah"


Joana memberikan lima kali lipat dari harga tarif ditentukan, jelas kaget lah Alberto, makin kagetlah Alberto karna rumah itu adalah tempat anaknya bekerja sebagai satpam jaga


"Joana, ini rumah siapa?" tanya Alberto


"ini rumahku pak, mau mampir? ayo"


"rumah kamu? astaga bener? anak saya bekerja disini, saya sempat mengantarkannya kerja dan alamatnya disini"


"oh ya? siapa pak anak bapak?"


"Albern"


"Albern? serius pak? astaga dia memang kerja satpam jaga rumah saya"


"serius kerja sama kamu? waah syukur lah, aman dari Sam"


"iya aman, dulu kan bekerja sama Sam, aku kuatir kalau urusan sama Sam, Sam itu mafia kejam"


Alberto berpikir anaknya aman dari Samuel karna bekerja dengan Joana, dan melihat Joana rumah nya mewah dan elegant pantas saja Joana memberikannya uang sebanyak itu


tapi disini Joana berpikir apa ia mengaku saja? tapi sebelum itu jadilah Joana mengajak Alberto turun dan menyapa Albern, Albern kaget karna ayahnya ternyata kenal dengan Joana


"papa?" sapa Albern


"kamu kerja disini? ini rumah Joana" kata Alberto


"iya pa, tapi dia bos saya" jawab Albern


"iya saya sudah tau tadi bilang"


disini lah baru akhirnya Joana mengakui jika ia sudah menikah dengan Samuel, Alberto kaget bukan main, keputusan menikah dengan Samuel itu berat terdengaran nya saja


Joana menjelaskan juga jika ia juga menikah dengan Motheo, semakin hancur otak Alberto berpikir bagaimana bisa seorang gadis seperti Joana mau dinikahi oleh keduanya dalam waktu bersamaan


Joana menjelaskan semuanya kepada Alberto didepan anak Alberto yaitu Albern, Albern membenarkan disana jika ia jadi saksi, jelas Alberto berpikir itu cukup berat dijalaninya juga, Joana juga meminta agar masalah ini tidak tersebar luaskan, meminta agar Alberto saja yang tau kalau Albern jelas ia tidak akan mengatakan apapun kepada siapapun soal ini


"pak? kalau begitu saya bisa minta nomor mu? saya tidak lagi menyimpan nomormu" kata Joana


"bisa bisa, ini nomor ku"


"jadi bisa kalau aku butuh diantarkan atau apapun bisa ya datang?"


"bisa bisa"


setelah pagi sampai rumahnya lagi, siangnya Joana keluar dan menanyakan kepada staff jaga dibawa kehadiran Fabian tapi tidak ada yang melihat jika Fabian datang


siangnya Joana menelfon Fabian, lalu meminta Fabian membelikan Grilled Chicken nya lagi hari ini untuk diantarkan langsung kerumah


tak lama Fabian datang, menyapa temannya yang lain dan berjalan naik kerumah atas, tak lama Joana membukakan pintu


"ini nona" ucap Fabian


"oh iya, kamu ada kerjaan?"


"tidak"


"sore ini ya ikut aku, ketemu temanku yang akan aku kenalkan kepadamu"


"oh ya udah gakpapa nona kalau gitu aku sama yang lain dibawa"


"yaa"


sorenya Joana siap, ia turun dan mengaja Fabian pergi


"kemana nona?" sapa Delvin


"aku mau pergi sama kak Bian"


"kami?" tanya Ravansa


"ikut saja kalau mau ikut" jawab Fabian


karna takut salah paham, Fabian mengajak mereka berdua, Joana pun paham maksud dari Fabian, mereka jadi pergi berempat


sesampainya..


mereka turun dan menemui Akeyla, dimana memang ini sudah dari rencana Joana akan mempertemukan dan memperkenalkan Fabian kepada Akeyla


"hai Key?" sapa Joana


"Joana? hai? pesan berapa?"


"empat, satu original no gula"


"untukmu kan? okeh"


setelah minuman jadi, Akeyla mengantarkannya ke meja tempat Joana menunggu..


"Joana, ini" kata Akeyla


"makasih Key, oh ya Key, sibuk?"


"enggak, dapur ada staff, aku temani kamu kok"


"yeeeh, oh ya aku kenalin ini sama temanku" kata Joana mengenalkan Fabian


"oh hai, salam kenal, Akeyla" sapa Akeyla


"Fabian" sapa Fabian


Joana menjelaskan kepada Akeyla jika rencana nya mengenalkan mereka untuk pertemanan saja, berharap setelah mengawali teman jadilah ada hubungan lebih spesial kan


akhirnya mereka berkenalan disana, dan Fabian memang ada sedikit rasa suka, ia berpikir Akeyla tidak jauh berbeda dengan Joana, ia baik, makanya Fabian lebih bisa menerima dan cepat kenal