
karna sekali berhubungan badan, Egar dan Joana akan menghabiskan waktu 10 jam, jadi jika jam enam mulainya pasti mereka akan selesai di jam tiga sore
hingga akhirnya jam menunjukkan 3.10 sore, baru Joana keluar bersama Egar
"astaga kalian baru keluar?" tanya Meliana
"kenapa ma? kami tidur ma" jawab Egar
"jangan bohong sama mama, mama tau, kamu lagi bohong kan, mana ada tidur pake suara gitu?"
"suara? bah mama dengar?"
"dengar lah, mana Joana?"
"didalam, yaa maklum lah ma, kan dah lama gak ketemu, mau main gakpapa kan suami istri"
"ya gakpapa kok, gak masalah, mama sama Malan sudah siap mau ikut kalian lari, taunya olahraganya sendiri dikamar"
"hehe"
"eh mama" sapa Joana
"iya, gimana olah raganya?" tanya Meliana
"ahh? olah raga?" tanya Joana
"sst" bisik Egar kepada Joana memberikan kode
"ahh hehe mama, jadi malu" jawab Joana
"memang susah ya, anak muda sekarang, beneran gak di ragukan soal itu" kata Meliana
"mama ih"
sorenya, karna ada kerjaan, jadi Amir pamitan pergi duluan, ketika Joana duduk bersama dengan Egar dan kedua orang tua Egar
"papa pergi dulu ya nak, papa ada jadwal cek up pasien" kata Amir
"papa kapan pa kesini lagi?" tanya Joana
"gak tau nak, kamu masih lama kah? seminggu kan?" tanya Amir
"iyaa seminggu"
"yaudah nanti papa carikan jadwal sebelum kepulanganmu ya, kamu penting jaga diri, inget pesen papa, apa kata Egar harus turuti, dia suamimu, yang perlu kamu ikuti karna dia pengganti papa"
"iya pa" jawab Joana
"Egar, titip anakku loh" kata Amir
"siap papa kuuuu" jawab Egar
"yaudah papa pergi, bye sayang"
"iya pa, loh papa sendirian?" tanya Joana
"iya sendirian, mama mu gak ada kerjaan jadi gak ada jadwal kerumah sakit, gak ikut dia"
"ahh, yaudah deh, nanti aku deh pa antar mama kalau mau kemana" kata Egar
"ya udah, papa pamit ya, Enggar.. Lia.. pergi duluan ya"
"yaa Mir, hati hati" jawab Enggar
"pulang kesini gak Mir?" tanya Meliana
"gak kayaknya, kenapa tanya? tumben?" tanya balik Amir
"hehe mau minta bawakan bakpao, dekat rumah sakit mu enak tuh aku pernah beli sama mertuaku dulu"
"oh ya gampang kubelikan nanti" jawab Amir
"eh gak ada, kamu pergi saja, kalau sibuk jan mikir Lia minta apa, aku bakal pergi beliin" kata Enggar
"oh iya, kamu punya suami siaga tuh"
"iyaa aku siaga, memangnya kamu? istrimu kemana mana sendiri" kata Enggar
"yaa normal dong, wajar kan? mandiri" kata Amir
"aku mandiri juga kali Mir" jawab Meliana
"aduh panjang keknya durasinya ini" jawab Egar
"iya nih. nuruti ibumu, udah deh papa pergi ya" kata Amir
setelah Amir, selang dua jam, Enggar dan Meliana juga berpamitan pergi, tersisa Melanie disana
"aku tinggal ya kalian, aku ada kerjaan, pas kita bareng jadi berangkat bareng" kata Meliana
"Lanie gak kemana mana kamu? titip anak anak dulu" kata Enggar
"aku pergi juga nanti Lia, Enggar" jawab Melanie
"oh yaudah gakpapa deh, nanti aku pulang cepat kok" jawab Meliana
"yaudah papa pergi ya sama mama, Joana, Egar" kata Enggar
"ya pa, hati hati, makasih ya pa, ma, sudah mau menginap" kata Joana
pergilah Melanie juga, berpamitan pergi dan tersisa Joana dengan Egar
"mama jadi peegi ya" kata Melanie
"mama sama siapa? aku antar ya ma" kata Enggar
"gk usah, mama taksian"
"ah gak ada. aku janji ke Pamir buat anter mama"
"udah gak"
"udah ayo lah, aku tinggal bentar ya Moy"
"yaa Poy, hati hati" jawab Joana
"pergi mama ya nak" kata Melanie
"ya ma"
Egar pergi antarkan Melanie ketempat urusannya langsung cus pulang kerumahnya, ia masuk dan melihat istrinya membaca, Egar duduk disampingnya, mengobrol beberapa hal soal kedekatan kedua orang tua mereka, disini Egar melihat istrinya tersenyum sendiri dan ia menanyakan
"kenapa kamu?" tanya Egar
"senang lihat mama papa semua akur" kata Joana
"mereka udah kayak teman sendiri kalau ketemu" kata Egar
"oh ya? waah aku jarang tau, bahkan malah baru tau, asik ya, udah deket banget aja kayak teman biasa" kata Joana
"iya memang, begitu lah mereka sayang, bersyukur aku dapat keluarga bisa nyatu, kan sulit ya" kata Egar
"iya bener Poy"
tinggallah Joana dengan Egar berdua, mereka menonton film dan menikmati hari berdua, dan itu dilakukannya dalam beberapa hari berikutnya
satu persatu teman Joana datang untuk menjenguk kondisi Joana yang tidak pernah dan jarang pulang ke indonesia karna di amerika
bergantian datang hingga tak terasa di hari kelima, yang artinya sisa dua hari lagi Joana harus pergi kembali ke amerika, tapi Joana berpikir itu tidak begitu masalah jika ia harus pulang lebih lambat karna Joana tau baik Samuel dan Motheo memiliki kesibukan mereka sendiri dengan bayi bayi mereka
menurut pelajaran di baca di sebuah buku yang cukup banyak mengisahkan soal percintaan antara pribumi dengan bule, Joana membaca jika bule akan mengasingkan istrinya jika sudah mendapatkan bayi nya, jadi pikiran Joana ia akan bebas meskipun cukup lama
yaa itu pikiran terlintas karna tanpa sebab, Joana mengalami apa yang ada dalam peran dibuku dibacanya..
ketika di hari keenam, ketika akan pergi keluar membeli makanan diluar, yaa foot vacation lah
"Moy, jadi ke mall apa ke pasar malam aja nanti?" tanya Egar
"harus pilih ya Poy?"
"loh ya iya, biar tau mau kemana kita"
"kalau pilih ke mall sekarang, nanti malam gak pergi ke pasar malam Poy?"
"astaga kamu mau pergi dua duanya?ya ayo deh kalau mau"
"hehe gitu dong Poy"
"dasar, yaudah sekarang kita pergi mall, biar enak kita pulang sore, malam nya cus lagi"
"iya deh, okeh"
mereka bersiap siap, berbeda dengan pasangan diluar, Egar dan Joana tidak suka diatur untuk bisa couple, mereka punya selera masing masing terutama soal fashion, jadi ya mengurus fashion masing masing, kalau tidak suka, atau kurang pas, atau kurang apalah, saling memberikan masukan itu wajib
ketika dimana mood mereka sedang jauh berbeda, dimana Joana memakai baju berwarna putih tulang, putih sedikit kusam, dengan celana orens bata dan aksesoris nya serba hitam seperti sepatu, topi, kacamata, tas
sementara Egar, malah memakai fashion levis, celana panjang, kemeja dengan rompi sweater dengan topi biasa