
tapi Max melihat kamar mandi itu lantainya basah, padahal tidak ada yang baru selesai mandi, tapi karna Max memiliki teman dari indonesia (Bams) jadi ia tidak kaget
karna ia tau orang indonesia mandi memakai gayung dengan air menggenang dalam bak, sementara kebanyakan orang luar negri hanya memakai shower mandi
akhirnya Max menutup kembali pintu kamar mandi...
"apa kalian menemukannya?" tanya Joana
"bos, tidak ada, kami pastikan semuanya memang tidak ada" jawab Delvin
"Maaaaax" teriak Motheo
"bos, ini buktinya ada kan videonya"
"cepat cari sekitar disini, aku pikir dia tidak akan jauh, cari" kata Motheo
semua anak buahnya diperintahkan mencari keluar, tertinggal Joana, Lestari dan Motheo
Motheo pun melirik kearah Joana lalu menarik kembali tangan Joana masuk kekamar pertama dirumah itu, Motheo mencium bibir Joana dan membisikkannya
"bermain sekali, sebagai tanda kamu pamit pergi" kata Motheo
"hemm, aku tadi mau memberikan itu, aku hampir melakukannya, tapi kamu menolakku kan, kamu keluar dan maksa membuktikan keberadaan Sherla, tapi nyatanya tidak ada, maaf kak, lepasin, aku tidak mau" kata Joana
Joana keluar dan berdiri disamping Lestari, Motheo menariknya tapi Joana menolak terus
"kalau kamu mengajakku melakukan itu, ibuk akan masuk bersamaku" kata Joana
"Joana mana mungkin?" tanya Motheo
"ya makanya, aku tidak mau"
tak lama beberapa temannya datang tapi tidak ada menemukan siapapun diluar sana, karna kecewa, Joana menarik tangan keempat anak buah Motheo untuk keluar, termasuk menarik tangan Motheo untuk ikut keluar
"terimakasih sudah menggeledah rumahku, kalian sudah puas kan, tidak ada bukti? silahkan keluar, saya harus membereskan semuanya kembali untuk saya pergi, permisi" ucap Joana masuk rumahnya dan menutup lalu mengunci pintunya
Joana bersama Lestari disana, seketika mereka saling bertatapan, sebagai tanda pertanyaan mereka yang sama, kemana Sherla?
dan tak lama Sherla keluar dari kamar mandi dirumah itu...
"Sherla" ucap Joana
"aku aman?" tanya Sherla
"ya, kau aman, kamu dimana?" tanya Joana
"kok basah Sherla, dimana kamu bersembunyi?" tanya Lestari
"di bak mandi itu, aku masuk kedalam sana, dan menahan napas selama mereka mencariku" kata Sherla
"astaga"
"aku hampir kehabisan napas, bantu aku" kata Sherla
akhirnya Joana memberikan napas buatan untuk Sherla membantu agar bisa lancar bernapas lagi, dan memeriksa beberapa gejala lainnya, melihat Joana adalah seorang dokter jadi ia paham harus melakukan pertolongan pertama yang seperti apa
malamnya, Sherla pun tidur dikamar Joana, Joana memakaikan selimutnya dan meninggalkannya lalu tidur dikamar Lestari
"nak, kamu tidur disini?" tanya Lestari
"iya buk, biarkan Sherla tidur dengan tenang dan aman"
Joana duduk disamping Lestari, disini Lestari menanyakan mengapa Joana melakukan itu semua demi Sherla sampai rela berciuman dengan Motheo
Joana menjelaskan apa yang sudah ia ketahui tentang Sherla dari Sherla sendiri, dan disini, jadi Lestari tau mengapa Joana begitu menjaga Sherla
malam itu mereka semua tidur...
sementara Motheo, Motheo marah besar, ia menghajar tanpa ampun kepada Max, karna Max memberikan informasi kurang akurat
"bos, tapi ada bukti video itu kan bos, lihat ini aku benar benar merekamnya" kata Max
"kamu bekuk dulu mereka, baru memanggilku, kau tau, aku hampir bisa melakukan hubungan int*m dengan Joana tapi batal karna kamu" teriak Motheo
"bos, soal itu, kamu bisa kan mendapatkan 100 gadis seperti dia" kata Bams
"iya bisa, tapi aku mau dia" jawab Motheo
esok paginya, Joana akan pergi kekampus, ia bangun sangat pagi, tapi ternyata Sherla bangun lebih pagi lagi dari Joana
"aku akan pergi ke kampus" kata Joana
"lalu aku?"
"kamu disini, ada ibuk"
"tapi aku tidak akan aman Joana" kata Sherla
"kenapa?"
"serius, percaya sama aku, aku tidak akan aman, mereka pasti masih akan mencari cara mendapatkan aku dirumah ini"
akhirnya penuh pertimbangan, Joana mengajak saja Sherla kekampusnya, tapi ia juga tidak bisa membiarkan Lestari sendirian untuk saat saat seperti ini, jadi Joana membawa keduanya pergi
keduanya bersiap siap, saat dikamar Joana, Joana memberikan Sherla baju miliknya, Sherla melihat baju milik Joana, itu bukan sama sekali gaya style nya
tapi ia jauh lebih berharga nyawa nya dibandingkan gaya berpakaiannya jadi ia menurut saja memakai baju itu
Joana bingung, membawa keduanya kekampus naik apa, ia tau jika tidak mungkin membawa mereka jalan bertiga karna ia juga curiga Max masih mengawasi nya
akhirnya Joana mencari kartu nama dari Alberto, supir taksi yang pernah menawarkan kartu namanya disana
"halo pak?" sapa Joana
"ya dengan Alberto disini atas nama taksi siapa untuk masukan dan kritik?" sapa Alberto
"pak, ini Joana, masih ingat?"
"Joana? emmm?"
"gadis yang pernah naik taksimu tapi meminta antarkan kerumah kak Sam"
"kak Sam? oh iya ingat, kamu? butuh bantuan apa Joana?"
Joana menjelaskan untuk meminta agar taksi datang kerumahnya untuk mengantarkannya ke kampus dan Joana menjelaskan jika nanti ia menitipkan Lestari dan Sherla didalam mobil itu
tapi ternyata Alberto tau semua hal tentang Sherla...
"Sherla? itu gadis buronan bos Theo kan" kata Alberto
"iya, bapak tau?"
"aduh nak, apa gak bahaya?"
"pak, aku minta bantuannya pak, bapak gak kasihan sama Sherla? bagaimana jika Sherla adalah anak bapak? bapak tega?"
karna Alberto memiliki anak perempuan seusia Sherla, ia pun akhirnya mau membantu Joana
Joana memesan taksi, lalu taksi itu datang...
"itu taksimu?" tanya Sherla
"ahh iya, datang kan? sana masuk dulu, aku bawa tas dulu"
"okeh, ayo buk" sapa Sherla kepada Lestari
"iya nona"
Lestari duduk bersama Sherla dibelakang supir...
"pak, tunggu, anak saya masih didalam" kata Lestari
"iya bu" jawab Alberto
dari spion mobil dalam, Alberto melirik arah Lestari yang berpikir itu adalah ibu kandung Joana karna Lestari baru saja mengatakan jika menunggu anaknya, karna yang belum masuk hanya Joana
tapi Alberto tidak sadar jika Sherla ternyata memerhatikannya juga, Sherla berpikir tidak mungkin jika supir ini tidak mengenalinya
tak lama terlihat Joana baru keluar dari rumahnya, ia menutup pintu rumahnya dan menguncinya, lalu berjalan kearah taksi, dan benar saja, ternyata Max memerhatikan Joana dari tempat tak jauh dari rumah itu
tapi sayangnya, Max baru datang ketika Joana baru keluar dari rumahnya jadi tidak tau jika didalam taksi ia tumpangi ada Sherla
dan ketika Joana masuk lagi ke kursi penumpang samping supir, supir mulai berjalan kearah tujuan Joana, tapi tengah perjalanan, Alberto menyadari ada jika ada yang mengikuti mobil taksinya
"Joana, itu dibelakang lihatlah" kata Alberto
"oh, siapa?"