My Name JOANA

My Name JOANA
100



Joana menjelaskan semua kegiatan biasa dilakukan Joana dirumah itu juga menjelaskan apa saja kesibukan semua anggota keluarganya yang diam dirumah itu


"oh, gitu? enak kamu punya keluarga lengkap dan harmonis" kata Sherla menunduk


"ini juga telah jadi keluarga mu, Sherla"


Sherla memeluk Joana disana, ia benar benar menemukan manusia yang masih memiliki hati baik seperti Joana, ia menangis dipelukan Joana, tapi Joana tidak melarangnya untuk menangis malah Joana mengusap punggung belakangnya


karna Joana adalah seorang wanita yang sama dengan Sherla, ia tau apa yang dirasakan oleh Sherla saat ini..


"aku mau menyapu depan rumah dulu ya" kata Joana


"emm, menyapu? kenapa tidak buk Tari?"


"kalau disini gak nunggu dikerjakan buk Tari semua, Sherla, jadi mau aku sempat nyapu ya aku yang menyapu"


"emm"


dalam hati Sherla, enak juga jadi buk Tari, dibayar bayaran art tapi tidak selalu menunggu dia mengerjakan


Joana berjalan menyapu depan tapi Sherla memutuskan membantu Joana, ia menyapu rumah dulu, lalu dilanjutkan Joana menyapu halaman depan rumah Joana


tapi tak lama Elyas datang ketika Joana baru selesai menyapu halaman rumahnya


"Joana" sapa Elyas


"kak Elyas?"


"Joana, apa masih aku memiliki kesempatan?"


"kak, aku tidak bisa, untuk saat ini, aku benar benar memutuskan sendiri, aku mau fokus kuliahku" kata Joana


"kamu masih marah kepadaku?"


"tidak, aku tidak marah"


"apa kamu sudah membencilu sejak itu?"


"tidak juga, aku pikir ada hal yang membenarkan sikap kamu memutuskan berselingkuh dengan Erisa, aku sangat memikirkan banyak hal urusan kampus dan pekerjaan pekerjaan nya, tidak ada pikiran banyak untuk jalan dan have fun setiap hari"


"tapi alu bisa menerima itu"


"yaa, sama, aku juga bisa menerima itu, jadi aku harap kita sama sama move on dari kemarin dan menjalani kehidupan masing masing" kata Joana


Joana pun masuk, Sherla yang ternyata ada disana sejak tadi ikut Joana masuk kerumahnya, Joana pergi ke dapur, mengambil minum dan duduk dikursi makannya


"Joana, itu siapa?" tanya Sherla


"dia Elyas"


"bukannya dia yang ikut dari amerika kesini sama kita?"


"iya"


Joana menjelaskan tentang Elyas dan juga hubungan dengannya termasuk masalah mereka terkait dengan Erisa, pacar dari Fabian, anak buah Samuel


disini baru Sherla paham dengan situasi keduanya..


malamnya..


Sherla tidak bisa tidur, ia turun dari ranjangnya dan pergi ke kamar atas, kamar Joana, karna dilantai atas hanya ada kamar dari Joana


sebenarnya di lantai atas ada beberapa ruangan, yaitu ruangan kamar Joana, ada kamar lama Joana juga, kamar dimana Joana masih masa masa ia buta


di lantai atas juga terdapat kamar mandi luar, ya sama dengan lantai bawah, tapi setiap kamar sudah disediakan kamar mandi sendiri perkamarnya


mulai dari kamar Joana, kamar lama Joana, kamar Melinda dan kamar Melanie dengan Amir juga ada kamar mandi dalam bahkan dikamar milik Lestari juga ada kamar mandi didalam


lalu di lantai 2, selain ada kamar Joana dan kamar lama Joana, juga ada 2 kamar lain tapi dijadikan gudang barang barang masih terpakai diatas dan kamar Lestari, karna kamar Lestari sejak awal tinggal disana memang ada dilantai 2


jadi sisa nya dilantai bawah, kamar Melanie dan Amir juga kamar Melinda, ada juga kamar tamu dan juga dapur ada dibawah


terdapat juga ruangan keluarga, ruang tamu, ruang makan dan beberapa tempat lainnya


jadi terbilang Joana dan keluarganya bukan orang biasa saja


saat Sherla sampai di kamar Joana, ia mengetuk kamar itu, Joana membukakannya


"aku boleh tidak malam ini tidur disini?" tanya Sherla


"oh boleh, ayo masuk"


"iyaa"


Joana tidur disana bersama Sherla, Sherla tidak langsung tidur, saat Joana baru dari kamar mandi, ia duduk disamping Sherla


"Joana" sapanya


"iya"


"aku tidak enak terus tinggal disini, kemarin aku tidak sengaja dengar bibi Melinda menginap dirumah dinas dan jarang kerumah ini karna aku tidur dikamarnya" kata Sherla


"ahh iya besok aku bantu bersihkan kamar lama ku ya, dilantai ini ada 3 kamar tidur, 1 kamar ini, 1 lagi kamar buk Lestari dan 1 lagi kamar tapi kosong, besok kubersihkan"


"okeh, aku bantu"


"okeh deh"


diam beberapa detik lalu membuka lagi pembicaraannya..


"Joana"


"kenapa lagi Sherla?"


"buk Tari kenapa kamar nya diatas? bukannya harusnya dia kamarnya dilantai bawa atau kamar pembantu?"


"iya ada sih kamar untuk pembantu, tapi tidak aku berikan kepada buk Tari, buk Tari biar tidur dikamar lantai bersama aku, dirumah ini tidak ada yang menganggap buk Tari itu art kami" kata Joana


"ahh, memang nya kenapa gitu? aku juga mau tanya ini, soalnya beberapa kali aku sejak sama kamu tinggal, melihat ibu Tari seperti bukan art lainnya, padahal kan katamu dia pengasuhmu?" kata Sherla


"iya, memang kami tidak anggap dia art kami Sherla, karna kami semua dirumah sudah anggap dia bagian keluarga kami, bahkan dia sudah masuk akta dari keluarga kami, papa mama ku menganggapnya seperti ibu mereka, juga bibi Melinda, mengaangpnya seperti bibinya, aku juga anggap dia ibuku" kata Joana


"memang kenapa begitu? ada ceritanya dibalik itu kah?"


"iya ada"


Joana menjelaskan detail soal Lestari, ia menjelaskan mengapa begitu besar kepedulian keluarganya kepada Lestari sampai menganggap nya adalah keluarga mereka


Joana juga menjelaskan bagaimana kehidupannya dimasa kecil dari lahir buta hingga 15 tahun usianya


"dia sama lagi sama kamu Sherla" kata Joana


"ahh, begitu, astaga kamu berat juga cerita masa lalu mu ya" kata Sherla


"semua orang memiliki cerita kehidupan masing masing kok, pastinya masing masing masalah ada berat ringannya"


"iya juga sih"


semalam suntuk mereka menceritakan semua hal kehidupan masing masing, tidak ada lagi yang ditutupi satu dan lainnya antara mereka membuat Joana dan Sherla semakin dekat


"sudah tidur, ini sudah jam 3 malam, besok siang kita masih harus beresin kamar buat kamu" kata Joana


"emm"


"selamat tidur"


"eh Joana"


"yaa, ada apa lagi Sherla?"


"bantu aku ajari bicara bahasa indonesia ya"


"ahh pasti, nanti aku ajari, bibi Melinda juga akan mengajarimu, dia guru, jadi lebih paham dibanding aku"


"okeh, selamat tidur"


paginya.. Joana bangun cukup siang, ia tidur bersama Sherla dimana keduanya sama sama masih tidur, yaa gara gara semalaman mereka cukup lama mengobrol hingga larut malam sampai jam 3


ternyata Elva datang kerumah Joana...


"papa, katanya kak Joana datang hari ini ya?" tanya Elva


"eh Elva, iya, tapi seperti nya masih tidur" jawab Amir