
lama kelamaan Joana tertidur dipelukan Egar, memang berbeda vibes antara Motheo dan Samuel dengan perbandingan kepada Egar
dipelukan Joana, Motheo Samuel bisa tidur dengan tenang tapi Joana tidak tenang ketika dalam pelukan mereka tapi begitu dengan Egar, bahkan Joana baru menempel memeluk sudah mampu membuatnya setengah mati memgantuk, itu tanda bahwa ia sangat nyaman di pelukan Egar
Egar tau istrinya tidur, ia membetulkan posisi Joana dan membuatnya untuk lebih nyaman lagi tidur
sore menjelang malamnya, waktu sudah petang, Joana masih tidur, ia tidak tau Enggar datang, kebetulan yang bisa datang lebih awal ya Enggar
"Egar mana Joana jadi datang hari ini?" tanya Enggar
"iya pa, tidur diatas sudah"
"oh masih tidur biarin deh kasihan" kata Enggar
tak lama Meliana turut datang..
"mana Egar?" tanya Meliana
"diatas ma, mama berisik amat baru datang" ucap Enggar
"ya lah, sudah berapa tahun aku tidak ketemu sama anak perempuanku" kata Meliana
"ya ma, tapi dia tidur" jawab Egar
"yaa mama hanya lihat kok, gak ganggu kok, ya" kata Meliana
"emm ya ma"
Egar bersama kedua orang tuanya pun menuju kekamar tidur Joana dan melihat benar itu Joana
melihat Joana disana tak terasa hati keras Meliana menjadi luluh, bagaimana tidak, betapa ia sudah begitu setuju atas hubungan anak nya dengan gadis ini dan kedekatan mereka setelah menikah sudah selayaknya anak ibu kandung tapi malah harus terpisah
Enggar paham situasi itu, ia pun memeluk istrinya disana menenangkannya
"maa?" ucap Egar
"gak papa kok mama" jawab Meliana
"mama hanya nahan rasa rindu selama itu dan bukan hal mudah, dan sekarang bertemu lagi kan? aku tau kamu ma" kata Enggar
"aku bahkan mencintai dia melebihi aku mencintai Egar pa, jujur saja, aku berkata jujur" kata Meliana
Egar memeluk Meliana dan menenangkannya karna Egar tau bagaimana perasaan dari sang ibu
"yaudah kita keluar dulu ya ma" kata Enggar
"iya ayo, kita keluar, dia tidur kelelahan nanti aku mengganggunya" kata Meliana
setelah mereka keluar dan memutuskan balik kekamar mereka, mereka diam disana dan memutuskan membiarkan untuk nanti Joana ketemu dulu pertama dengan orang tuanya baru mereka berdua datang menyapa mereka
"terus mama papa gak temui Joana?" tanya Egar
"nanti saja, kalau Malan dan Pamir sudah menemui dia, karna kan ayah ibu Joana mereka, biarkan kasih kesempatan Joana menemui mereka dulu" jawab Enggar
"oh yaudah deh pa"
Joana bangun, ia belum tau jika dirumah itu sudah ada Meliana dan Enggar... Joana pergi masuk kamar mandi lalu keluar dan menyapa Egar
"mama papa gak ada yang datang masih?" tanya Joana
"iya emm, Malan sama Pamir sudah dijalan kok"
"beneran? waah"
"iya beneran"
"terus Paeng sama Malia?"
"emm ya sama"
"dijalan?"
"iyaa"
"oh yaudah, ayo kita keluar di ruang tamu saja"
awalnya Melanie dan Amir yang turun sisanya diam dimobil karna membawa dua mobil, lalu mengetuk pintu, tak lama Egar membukanya dan Joana langsung memeluk Melanie dan Amir bergantian dan dengan waktu cukup lama
disini semua paham situasi Joana saat ini, ia begitu bahagia akhirnya menangis dalam pelukan keduanya, pelukan itu menjawab semua apa yang ada dalam hati ketiganya yaitu sebuah rindu
"gimana nak perjalanannya?" tanya Melanie
"lancar ma, syukur lah lihat aku sampai disini bertemu mama" kata Joana
"kamu disana baik baik saja kan? kamu tidak ada masalah berat kan?" tanya Amir
"tidak ma, paa" kata Joana berbohong
Joana meyakinkan agar tidak curiga jika sebenarnya ia mengalami masalah cukup berat di amerika
"itu kok mobilnya Paeng ada di parkiran? kapan datang?" tanya Joana kepada Egar
"sebenarnya Paeng sama Malia sudah tadi datang sayang tapi mereka tidak mau mengganggu kamu tidur dan biar kamu ketemu pertama dengan orang tua mu" jelas Egar
"mama sama papa bawa mobil dua? siapa satunya ma?" tanya Joana
"emm itu anak anak"
"anak anak?"
Melanie memberikan kode kearah mobil barulah semua keluar dan Joana kaget bukan main, ia begitu merasakan kebahagiaan dan melupakan semua rasa sakit hatinya karna ia pikir tidak ada yang mempedulikan kedatangannya
semua memeluk Joana satu persatu dan duduk diruang tamu, Egar membuatkan minuman untuk yang datang..
"aku buatkan minuman ya" kata Egar
"Poy, Paeng sama Malia aku mau ketemu juga lah" kata Joana
"iya, sekalian dah kupanggilkan"
"iyaa"
tak lama setelah Egar pergi memanggil ayah ibunya dan mereka keluar, Joana langsung memeluk Malia dan Paeng, seperti ia memeluk ayah ibunya
Joana dan Egar memang sama sama menerapkan tidak ada mertua, orang tua suami ya orang tua istri begitupun sebaliknya
disini Meliana cukup lama memeluk Joana karna semua tau bagaimana sosok Meliana pemilih, jarang bisa suka sama orang tapi pada Joana bahkan seperti jatuh cinta pandangan pertama baginya
"mama jangan nangis lah" kata Joana
"hehe harusnya bahagia ya? iya mama nangis nya bahagia ini kok ma"
mereka berkumpul malam itu, membahas banyak hal, tentang pernikahan Alisia dan Fero juga mereka bahas disana, soal hubungan Nandra dan Sherla, juga pekerjaan Sherla dan masih banyak lagi semua dibahas
hingga larut malam, semua tidur, menginap di rumah Egar karna waktu sudah cukup larut hingga paginya baru satu persatu keluar dan berpamitan karna banyak urusan mereka masing masing
terakhir pergi adalah Melinda dan Dimas, karna mereka memang sama sama susah bangun pagi, keduanya sama sama dua pemolor handal ketika masuk musim libur
"kok kalian gak pulang bareng yang lain?" tanya Egar
"iya mana bisa kalau libur si Linda bangun pagi" jawab Dimas
"eh Dimas sama aja ya kamu sama aku" jawab Melinda
"eh malah ribut" jawab Egar
"kita sama Aal dan Fero kok ada urusannya, mereka sudah siap siap" kata Dimas
karna Melinda dan Dimas ada urusan bareng Fero dan Alisia jadi mereka menunggu Alisia selesai sembari mengobrol dengan Joana dan Egar di ruang televisi depan kamar mereka
"waah kalian makin romantis ya" kata Joana dengan polos
"apa? romantis dari mana kamu melihat Joana astaga, ini jelas kami ribut" jawab Melinda
"hehe iya tau aku, kalian ribut, tapi baik banget deh kalian lucu, romantis tau, gemas" jawab Joana
"Joana ada ada saja" kata Dimas