
Joana memberikan cek kepada Wita dan Galen dengan harga nominal 100 juta
"ini, aku ada untuk kalian, ambillah, bisa dipakai kebutuhan kalian" kata Joana
"Joana apa ini? kenapa repot repot kamu" ucap Wita
"ambil saja, aku iklas mau kasih sebagai tanda turut bahagia atas apa yang sudah kalian jalani hubungan"
"tapi ini berlebihan Joana" kata Galen
"ambillah kak, please"
Joana terus memaksa agar keduanya mengambil dan dengan berat hati atas pemberian itu dianggap berlebihan, akhirnya diterima juga atas permintaan Joana
"tapi aku minta ya sama kak Galen dan Wita satu hal" ucap Joana
"apa itu?" tanya Galen
"iya, katakan saja, apapun kami usahakan bantu" jawab Wita
"aku mohon ini jangan sampai tau sama Egar ya, aku gak mau Egar tau aku kasih cek ini"
"loh kenapa? kan Egar suami kamu" kata Galen
"iya justru karna dia suami aku, aku tidak mau dia tau biar gak gantikan uang ku ini"
"memang kalau ganti kenapa Joana?" tanya Wita
"ya aku kan pengen kasih kalian murni atas uangku"
"ahh Joanaaa" ucap Wita terharu
Joana berpelukan dengan Wita, karna penasaran, diam diam Galen melihat nominal cek itu dan ia kaget..
"wooh eh Joanaa" ucap Galen
"ya kak?" jawab Joana
"apa apaan ini, sebanyak ini?"
"woh astaga Joana banyak sekali ini" kata Wita
"kamu gak salah?" tanya Galen
"gak, buat kalian semua, aku benar kasih itu"
"Joana ini banyak kali Joana" kata Wita
"ambillah Wita, kak Galen, tolong ya jangan bilang sama Egar sampai kapanpun" kata Joana
"siap, aku akan menjaga ini demi kamu" kata Wita
"kak Galen?" tanya Joana
"iya aku juga jaga rahasia kok Joana" kata Galen
setelah dari Wita dan Galen, lanjut kerumah beberapa temannya yang lain mulai dari Nero dan Fadia, Nanda dan istrinya, Tivano dan istrinya yang baru melahirkan, lalu Septi dan suaminya
tapi untuk mereka tidak dapat cek sebanyak Joana memberikan kepada Wita dan Galen, kepada mereka hanya memberikan 50 juta
tak lupa tentunya ke rumah Vera dan Wildan, lalu Ello dan Puri
ketika sampai dirumah Vera Wildan, mereka mengetuk pintu dan ternyata Vera sedang hamil anak ketiga, dimana bahkan Joana belum sekalipun hamil
"Veraaa" sapa Joana
"Joana? kamu ini?" sapa Vera
"iya ini aku, Veraaa apa kabar, waah kamu sudah hamil ke berapa?"
"ini anak hamil ketiganya"
"astagaaaa"
"ayo Joana masuk lah, aku buatin minuman dulu ya" kata Wildan
"iyaaa Wildan, makasih" jawab Egar
mereka masuk, duduk dan mengobrol berempat bersama, membahas kelahiran Vera dan pengalaman setelah menikah, dan banyak hal lainnya, Joana mengusap perut Joana
"aku bahkan satu saja belum" kata Joana
"iya sabar dulu, kalian kan ldr, hubungan jauh, sabar, nanti ada waktunya kok, aku doain ya semoga hamil" kata Vera
setelah mengobrol cukup lama, saat sebelum pulang Joana berpamitan ke toilet
"aku boleh pinjam toilet?" tanya Joana
"bisa, masuk saja Joana" kata Vera
"kok minta antar Vera, dia hamil Moy" bisik Egar
"ya gakpapa aku gak biasa, biar aku bantu kok Vera jalan"
"udah, santai aku kok, yaudah ayo aku antar ya" kata Vera
"sudah jangan, kamu hamil" kata Egar
"sudah lah, gakpapa Egar, serius, aku masih banyak kangen sama dia"
"aku bantu dia kok jalan" kata Joana
memang ada niat terselubung atas keinginan Joana meminta diantarkan Vera padahal Joana tau Vera sedang hamil
Joana masuk toilet, ia memang buang air kecil tapi setelahnya, ia memutuskan untuk menulis cek denga jumlah cukup banyak, plus tanda tangannya agar ia bisa memberikan Vera dan Wildan sebagai tanda pemberian dan minta maaf sebagai sahabat tidak bisa hadir menemani masa kebahagiaan sahabatnya
tak lama keluar tapi masih ada Vera disana, tak lupa Joana memberikan cek diam diam
"apa ini Joana?" tanya Vera
"ini cek, aku sudah tulis nominal sama ada tanda tangan ku kamu ambil di bank ini, nanti cairkan semua, terserah kamu kamu mau pakai apa"
"loh terus niat kamu maksudnya?"
"sebagai permintaan maaf ku sebagai sahabat tapi tidak bisa hadir di beberapa moment penting kalian"
"Joana aku tulus, aku paham kok" kata Vera
"sudah ambillah, oh ya sama aku minta satu hal, jangan kasih tau Egar kalau aku kasih cek ini, aku tidak mau dia merasa harus mengganti uangku ini" jawab Joana
"loh kenapa gitu?"
"yaa karna aku mau nya aku kasih murni uang pribadi ku bukan dari Egar"
Vera memeluk Joana tanpa ia tau nominal berapa ditulis Joana dalam cek itu, dan mereka kembali ke ruang tamu lalu pergi
tak lupa Joana juga memberikan uang yang sudah ia masukkan dalam amplop untuk kedua anak Vera
setelah Joana pergi, Vera menjelaskan semua nya dan memberikan cek itu, jangan kan Wildan, Vera sendiri saja juga kaget pas tau nominal nya yaitu 100 juta
"wooh? serius ini 100 juta?" tanya Wildan
"sayang berapa ini angka nol nya?"
"ada delapan sayang, bener loh ini 100 juta" jawab Wildan
"Joana banyak amat, aku tidak melihat nya" jawab Vera
Vera melihat isi amplop uang diberikan Joana tadi dan isinya begitu fantastis bagi seusia anak anak memang yaitu 500 ribu satu amplop artinya sejuta untuk anak anak Vera Wildan
Vera langsung mengirim pesan kepada Joana dengan memoto juga cek tadi, takutnya Joana salah tapi Joana membalasnya mengatakan jika itu sama sekali tidak salah
Vera bak di tampar banyak lembaran uang, bahkan ia tidak tau Joana sebanyak itu memberikannya uang
sementara mereka pergi kerumah selanjutnya dan menjadi rumah terakhir hari itu untuk didatangi yaitu rumah Ello Puri
sesampainya.. mereka masuk dan mengetuk pintu tak lama dibukakannya dan betapa kagetnya Puri ketika yang datang Joana
"Joanaaa?"
"hai Purriii" sapa Joana memeluk Puri
"baik, ayo masuk"
mereka dipersilahkan untuk masuk..
"Puri, ada kan Ello?" tanya Egar
"iya ada kok, baru pulang kerjaan"
"kerja? hari libur?"
"gak ada libur kerjanya dia"
"waah"
"tunggu ya"
Puri memanggil Ello dan membuatkan minuman untuk Joana Egar sedangkan Ello dapat kabar dari istrinya itu ia langsung pergi keruang tamu menemui Joana
"Joanaaa? ini kamu?" sapa Ello
"Ello, iya ini Joana" sapa Joana
mereka berpelukan dan menghilangkan rasa rindu keduanya, lalu Egar dan Puri cemburu? tidak, karna mereka sama sama tau sejauh apa hubungan antara Joana dan Egar sudah sahabat banget jadi tidak sama sekali merasa cemburu