
karna merasa jika Joana tau siapa pria berjubah itu, jadilah Fabian memberikan kabar kepada Max
Max mendapatkan kabar langsung memakai baju yang sudah ia beli, lengkap sepatu dan topi, dan menuju rumah Joana siang itu
sesampainya..
yang memang tinggallah Joana dirumah atas tapi di bawah ada Benjie dan Albern, tapi mereka malah lengah, dimana mereka sibuk sendiri sendiri
Albern sibuk menelfon dengan seseorang sementara Benjie pergi masuk ke toilet luar karna sakit perut
melihat itu, Max beranjak perlahan masuk kelantai atas rumah Joana dan membuka pintunya, Joana pikir itu Ferla, atau Ravansa yang membawakan pesanannya
ketika Joana membuka pintu kamarnya akan menyapa mereka, ia kaget karna pria berjubah hitam itu lagi yang datang
"kamu kenapa kesini lagi? bagaimana bisa masuk?" tanya Joana
Max tidak menjawab, ia menarik tangan Joana dengan kasar, ia juga mencekik leher Joana, Max juga berusaha untuk menyentuh beberapa bagian sensitif Joana tapi Joana terus menolaknya
bahkan Max menarik dan mendorong Joana ke sofa yang ada diluar kamar Joana, menidih tubuh Joana dan masih mencekik Joana, dan disinilah Joana mengatakan juga rahasia siapa dua pria berjubah hitam itu
"sakit, lepasin, kamu mau membunuhku? Wilson apa kak Walton kamu?" tanya Joana
mendengar dua nama itu, Max seketika paham, ia membuka penutup kepalanya dan Joana kaget karna itu ternyata Max
"Max?" ucap Joana
"jadi dua pria berjubah itu Wilson dan Walton? oh mereka berdua yang menghancurkan markas markas?" tanya Max
Joana mendorong Max dan berusaha lari keluar meminta pertolongan tapi Max berhasil menarik kaki Joana, Max berdiri dan mengambil tali di saku jubahnya lalu mangikat tangan dan kaki Joana
"dengarkan aku, berapa kali aku bilang, kamu tidak akan tenang kalau tidak menurutiku" kata Max
"aku akan membuatmu menyesal melakukan ini kepadaku Max" ucap Joana
"oh.. berani sekarang? coba saja apa yang akan kamu lakukan? aku lihat, aku tunggu kamu" kata Max
"lepasin Max, sungguh, aku akan membunuhmu setelah ini" teriak Joana
"ahh, Joana pendiam menjadi psikopat ternyata sejak menikahi mafia dan gengster" kata Max
"Maaax, diam, lepaskan"
"sudah terlatih ternyata kamu bersikap kasar?" bentak Max
"Maaaaax" teriak Joana dengan keras
Benjie dan Albern mendengar itu, Benjie baru keluar dari toilet mendengar teriakan Joana, Benjie melirik Albern yang juga mendengar itu
mereka berlari keatas tapi pintu mya terkunci, Max mengetahui ada seseorang mencoba membuka pintu itu langsung mencium bibir Joana dan menahannya agar tidak terus teriak tapi Benjie dan Albern sudah berhasil membuka paksa pintunya
beruntung bagi Joana bisa bebas sebelum terlambat karna Benjie dan Albern masuk tepat waktu, Max langsung memakai topi dan penutup wajahnya lagi langsung menghajar Benjie dan Albern
Joana tidak bisa melakukan apa apa karna badannya sudah terikat tali oleh Max sementara Max dengan dua satpam jaga rumah Joana
karna mendengar kegaduhan, Delvin dan Ferla langsung menghampiri diatas, lalu melihat Delvin datang, Max berburu cepat pergi, karna Delvin pasti akan cepat mengenalinya, sementara Ferla cepat cepat membantu Joana membuka tali mengikat kaki tangannya
Joana langsung memeluk Ferla ketakutan, dan Ferla menenangkannya
"siapa dia?" tanya Ferla
"siapa dia? kamu melihatnya dia siapa?" tanya Delvin kepada Benjie dan Albern
"tidak, kami tidak melihat dia karna dia menghajar kami langsung" jawab Benjie
"dia pria berjubah yang selalu menghancurkan markas itu kan?" tanya Delvin
"ahh iya benar"
"nona, apa kamu baik baik saja?" tanya Albern
"aku takut, kenapa kalian tidak menjaga rumah?" tanya Joana menangis
"nona, maafkan aku, aku tadi menelfon ibuku ada masalah, Benjie di toilet" kata Albern
"kamu tidak sampai dilecehkan lebih parah kan?" tanya Benjie
saat Benjie menjelaskan, disaat itu juga Ravansa datang bersama Akeyla dan Fabian, mereka kaget karna mendengar pria berjubah itu sampai mencium bibir Joana
"apa? ada pria berjubah hitam itu datang lagi?" tanya Ravansa
"Vansa? iya tadi dia datang" kata Delvin
"sampai mencium nona?" tanya Ravansa
"kata Benjie" jawab Delvin
"aku melihatnya jelas" kata Benjie
"siapa pria itu?" bisik Akeyla kepada Fabian
"tidak tau" jawab Fabian
"jangan bilang? pasti kamu tau kan?"
"tidak tau"
"beb? yakin? apa bukan Theo atau Sam?"
"kalau mereka udah gak perlu pakai jubah kalau mau tidur sama nona tinggal mengajaknya, tapi pria berjubah ini memang merusak markas kami bahkan" jawab Fabian
Akeyla mendekati Joana dan menenangkannya, Joana lebih tenang karna Akeyla datang, Joana meminta Akeyla menginap dirumahnya dan Akeyla tidak menolak nya sama sekali
Ferla yang tau ada Akeyla menenangkan Joana, diam diam menelfon Samuel, dan tidak ada yang tau jika Ferla menelfon Samuel, karna jika tau Fabian, bisa saja Fabian pasti melarangnya
dan saat Samuel mengangkatnya, Ferla menyapa nama Samuel, disini baru Fabian kaget
"halo uncle? uncle Sam dimana?" tanya Ferla
"dirumah, aku sama bayiku, bayiku lagi rewel" kata Samuel
"uncle ke rumah onty Joana sekarang, pria berjubah hitam datang mengganggu kak Joana, kata kak Benjie dan kak Albern, pria berjubah yang menghancurkan markas kamu"
"apa? okeh aku kesana sekarang" jawab Samuel
Ferla mematikan telfonnya dan menjelaskan kepada Joana jika akan datang, Samuel tak lama datang tapi tidak bersama anak nya, ia datang sendirian
"Joana, kemana dia?" tanya Samuel
"diatas uncle, ada temannya, kak Key"
Samuel naik dan melihat kondisi Joana, Joana melihat kearah belakang Samuel
"apa?" tanya Samuel
"kemana anakku?"
"gak kubawa, dia rewel, gimana ceritanya pria berjubah itu masuk?"
"aku tidak tau"
Ferla mengajak Akeyla keluar dulu, Joana memeluk Samuel karna ketakutan, ia tidak mengatakan siapa pria berjubah itu kepada Samuel, seharusnya ia mengatakan itu kepada Motheo saja biar tau apqa yang akan diambil keputusan nya
Samuel menenangkan Joana hingga tertidur, tau Joana tidur, Samuel merapikan posisi Joana dan menatap Joana dengan tatapan tajamnya
"aku akan benar benar fokus mencari siapa pria berjubah itu selama ini karna berani mengganggu Joana" ucap nya dalam hati
Samuel keluar..
"Joana gimana?" tanya Akeyla
"dia tidur, masuklah gakpapa, jangan ganggu tapi" kata Samuel
"yaa"
Samuel mengajak Ferla keluar dan mereka berdua menemui Benjie, Albern, Ravansa dan Delvin termasuk ada Fabian disana untuk di interogasi
keempatnya pun di tanyai oleh Samuel dan Benjie Albern menjelaskan semuanya dengan detail yang mereka tau, mendengar Benjie bersaksi jika pria berjubah hitam itu sampai mencium bibir Joana, Samuel langsung memukul meja yang ada disana seketika langsung pecah dengan sekali pukulannya