
"bos, bagaimana jika Joana kembali?" tanya Max
Bastian, Delvin dan Bams saling bertatapan, mereka merasa gemas karna Max bertanya itu bisa saja memancing kekesalan sang bos, karna ketiganya tau Motheo melupakan Joana butuh waktu
"dia tidak akan kembali" kata Motheo
"kan aku tanya misalkan, misalkan saja bos" kata Max lagi
"sekarang aku jawab, apa kamu bisa tentukan dia balik atau tidak?" tanya Motheo menatap tajam Max
seketika Max terdiam, jelaslah, karna ia takut...
"kalau memastikan balik, sepertinya tidak bisa bos, tapi aku memiliki kartu nama yang dia tinggal kepadaku kan?" tanya Delvin
"mana kartu nama itu" kata Motheo
Delvin memberikan kartu nama itu dan kepada Motheo, Motheo berjalan ke arah depan rumahnya, ia mengatur untuk membuat api unggun lalu memberikannya minyak dan mengorekkan api keatas kayu itu, lalu membakar kartu nama Joana yang diberikan Joana kepada Delvin saat dirumah sakit
"aku membakarnya, karna aku akan jamin aku tidak menyakiti Max atas hal kemarin terjadi kepada Joana, jadi tidak perlu kalian kuatir dan tidak lagi perlu kartu nama itu" kata Motheo
Motheo berjalan akan masuk tapi ia membalikkan badannya untuk menjawab pertanyaan Max tadi soal Joana jika kembali bagaimana tanggapan Motheo, dan Motheo menjawab...
"kalian tanya bagaimana jika Joana datang? saya akan merebutnya dari siapapun termasuk Sam, bahkan jika ada yang memiliki dia selain saya, saya akan membunuh semua termasuk Sam, karna hanya saya yang bisa mendapatkan Joana" jawab Motheo, lalu pergi masuk
Motheo pun masuk kedalam ruangan pribadinya yang ada dimarkas itu meninggalkan kempat anak buahnya diluar
"lagi pula kamu, kenapa harus tanya itu?" ucap Bastian
"aku hanya bertanya, tapi tunggu, apa yang terjadi sebenarnya? kenapa Motheo mengatakan jika ia janji sama Joana tentang aku, lalu kenapa bisa kamu memiliki kartu nama Joana?" tanya Max disana
"Delvin, kurasa kamu yang harus menjelaskan" kata Bastian
"apa apa sih?" tanya Max lagi
disini baru Delvin menjelaskan bagaimana kejadian setelah kecelakaan itu, Joana membawa Max kerumah sakit lalu menelfon Motheo untuk datang kerumah sakit
dan sebelum kepergian Joana kembali ke indonesia, Joana datang kerumah sakit ketika Max masih dirawat dan meminta agar Motheo berjanji tidak menyakiti apalagi menghukum Max atas kejadian ini
itu yang pertama, penjelasan kedua dari Delvin dimana Delvin mengatakan jika Joana mencium kening Max saat akan pergi lalu berjalan kearah Delvin memberikan kartu nama itu sebagai bukti untuk Delvin benar benar memastikan Motheo menepati janjinya tidak menyakiti Max
mendengar semua penjelasan itu, Max merasa bersalah kepada Joana, ia merasa menyesal melakukan itu semua, yang bahkan nyaris akan merenggut nyawa nya sendiri
tapi balasan Joana malah melindunginya dari kemarahan Motheo
satu persatu anak buah Motheo lainnya masuk dan meninggalkan Max disana, Max masih diam menatap kobaran api didepan rumah itu yang bekas membakar kartu nama Joana disana, sembari ia menikmati rasa penyesalannya kepada Joana
tak lama, Delvin keluar lagi, dan melihat kondisi Max, ia kuatir karna memang sejak awal, Max cukup paling dekat dengan Delvin
"kamu baik baik saja? ayo masuk" ajak Delvin
"iya" kata Max
Max masuk, duduk bersama teman temannya yang lain, Delvin dan juga Bams menenangkan Max disana, berkata jika semua telah berakhir, dimana hubungan Motheo dengan Joana jadi Max aman
itu Motheo, lalu bagaimana cerita Samuel?
bicara Samuel, balik lagi sebulan sebelumnya, disaat Joana meng-update status nya ketika dalam pesawat akan balik ke indonesia, Samuel melihat status itu
ketika itu, ia dan 4 anak buahnya lagi duduk di markas mereka dan hanya ada 4 anak buahnya saja, sisa nya beberapa anggota mafianya sedang bertugas
saat sedang santai, Samuel melihat status Joana akan balik, ia hanya tersenyum smirk (senyum setengah bibir) sambil berkata dalam hatinya
"terimakasih sudah memberikan warna lain dihidupku"
Fabian tidak sengaja melihat bos nya memandangi foto update Joana itu dan memberitahu kepada 3 anak buah Samuel yang lain disana dengan mengirimkan pesan kepada mereka bertiga
membaca pesan Fabian itu, ketiganya melirik Fabian, lalu Nico bertanya
"bos, kamu setelah Joana pergi, melupakan apa menunggunya?" tanya Nico
yap, Nico adalah anak buah Samuel yang mulutnya lemes, juga sering keceplosan bicara, locer bicara apapun selalu keceplosan, ia tidak bisa menahan apapun yang ia ingin katakan
"Niccoo" ucap Morza melirik tajam kearah Nico
"aku akan melupakan dia" kata Samuel
"kalau dia kembali?" tanya Nico lagi
"tidak akan kembali, kupikir dia akan terus di sana tanpa kembali kesini" kata Samuel yakin
"Nico" teriak Morza lagi
"ya kan aku kan hanya bertanya, kalau misalkan, ya maaf bos kalau aku salah bertanya" jawab Nico
Samuel berdiri dan akan pergi karna sudah tidak mood membahas Joana tapi akan mendekati pintu keluar, Samuel menjawab rasa penasaran Nico yang mungkin adalah rasa penasaran yang sama dari yang lain
"jika Joana datang, dia harus jadi milikku, bukan siapapun termasuk Theo, aku akan memperebutkan Joana sampai aku memilikinya, bahkan aku tidak takut jika harus menebas nyawa Theo" jawab Samuel
Samuel pun pergi..
dari sini, semua anak buah Samuel tau, jika Samuel masih menyimpan perasaan untuk Joana
yaa, sebenarnya sama dengan Motheo, dimana mereka berdua sama sama menyimpan perasaan untuk Joana hingga ada waktunya nanti Joana kembali
tapi itu mereka sama sama pendam, karna mereka sama sama dalam satu pemikiran jika Joana tidak akan kembali ke amerika, sedikit kemungkinan kembalinya Joana jadi mereka menutupi perasaan masing masing dengan menyibukkan diri melupakan Joana
sebulan berikutnya, dimana Motheo dan Samuel sama sama bisa melupakan tentang Joana dan kenangannya, ketika mereka berpapasan bertemu di salah satu tempat tak jauh dari kampus Joana dulu..
Samuel dan Motheo sama sama berpapasan, sama sama melihat kearah mereka tapi melanjutkan jalannya tanpa saling menyapa, yap, mereka sudah berubah
sebelum mengenal Joana, ada bisnis haram tersendiri antara Motheo dan 4 anak buahnya dengan Samuel dan 4 anak buahnya
Motheo sering menjual perempuan tawanan nya sebelum dibunuh atau menjual nya bahkan kepada Samuel karna kasus dengannya untuk Samuel yang akan menggilir nya untuk diperk*sa dan dipermainkan
Samuel sering memberikan mangsa jika ia ada urusan dengan pria tapi karna lebih pintar Motheo untuk masalah pembunuhan, jadi ia berikan kepada Motheo