My Name JOANA

My Name JOANA
188



itu memang ada? apa bukan paksaan?" tanya Ameera


"bisa jadi ada babe, karna melihat kan memang paspor terblokir dan jika hanya ada jalan satu satunya ya itu" jawab Freddy


"paman, lalu aku bagaimana? bukan tidak mau masuk warga negara amerika, tapi aku tidak mau meninggalkan warga negara asliku" kata Joana


keduanya bingung juga harus membantu bagaimana lagi jadi mereka memutuskan akan memikirkannya lagi


sementara hari itu berakhir, Ameera balik kerumahnya dan suaminya, tapi Freedy ada pekerjaan jadi harus pergi sorenya, bahkan Freedy bilang akan menginap


jadi malamnya Ameera menghubungi Melinda, ia menjelaskan semua masalah Joana disini, Ameera tau Joana tidak pulang karna paspornya mati


tapi Melinda tidak tau jika pemerintahan disana memberikan persyaratan itu kepada Joana


"kamu serius?" tanya Melinda


"iya Melin, Joana jelas mengatakannya kepadaku"


"tidak bisa diam ini Ameera, sepertinya aku harus turun tangan, aku akan ambil cuti kerjaku dan menemui Joana, aku akan membantunya" kata Melinda


"iya, itu benar, kamu sepertinya harus turun tangan, aku dan Freedy bingung juga Melin, mau membantu apa kan kita dari amerika, ya keputusan dari pemerintah itu benar dengan cara itu" jelas Ameera


"oh jangan. tidak, Joana hak milik indonesia, tidak bisa, biarkan aku datang secepatnya"


sekitar sebulan berikutnya baru Melinda dapat jatah liburnya dan ia pun mempersiapkan kepergiannyan ke amerika menyusul Joana


ia berpamitan kepada Melanie dan Amir, mereka memberikan izin kepada Melinda untuk pergi


Melinda mengabari Ameera jika sudah dibandara dan akan pergi, jadi Ameera bisa menjemput Melinda di bandara


hari berlalu dan sesampainya Melinda di amerika, ia datang sendirian karna Dimas sibuk muridnya yang ujian kelulusan sementara Egar juga beberapa hari terakhir banyak sekali pasien operasi


"gimana Melinda? apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ameera


"Ameera, aku harus menemui Joana dulu"


setelah sampai dirumah dinas Joana, Joana membuka pintunya dan itu adalah Ameera, ia kaget ketika ada bibinya datang


"bibi?" sapa Joana


"Joanaaa?"


mereka berpelukan disana, bukan lebay bak film tapi memang inilah dimasa rindu tapi terobati, Joana memangis disana karna terharu kedatangan bibinya


mereka masuk rumah itu dan Joana menjelaskan semuanya disana, karna hari itu Joana harus pergi kerumah sakit baru besoknya libur


jadi besoknya lah Joana diantarkan bibinya kembali ke pemerintahan dan meminta penjelasan


hari berlalu, esoknya, Joana dan Melinda bersiap siap pergi ke pemerintahan kebetulan Ameera juga mendampinginya jadi karna istrinya ikut ya Freedy jadi ikut juga


mereka berempat pergi bersama sama ke kantor pemerintahan lagi


sesampainya, Melinda yang mencoba mengatakan meminta agar membantu Joana bisa mengaktifkan paspornya lagi tapi masih sama dengan jawaban yang diterima Joana kemarin


"maaf bu, kami tidak bisa membantu selain persyaratan dari kami disetujui" ucap staff


"persetujuan Joana masuk warganegara kalian? mana mungkin? ini pemaksaan" jawab Melinda


"iya tapi ini sudah jadi aturan diterapkan buk, saya hanya petugas"


"pak, tolong lah bantu kami" kata Ameera


"apa benar benar tidak ada cara lain pak?" tanya Freedy


"iya pak, maaf tidak bisa" jawab staff


merasa gagal mereka pun harus pulang, ternyata sejak awal kedatangan Melinda, Motheo dan Samuel tau, mereka mengawasi sejak kemarin himgga hari ini


dimana golnya, masih Motheo dan Samuel bisa pastikan Joana tidak akan balik ke indonesia


segala bentuk cara membantu Joana tapi tidak bisa, Melinda merelakan cutinya melebihi hari ketentuannya, karna Joana tidak mau membuat bibinya susah, ia memaksa bibinya balik saja dan meyakinkan bibinya untuk ia akan baik baik saja disini


Melinda pun pergi, sementara Joana melanjutkan kehidupannya lagi


kini sudah masuk bulan ke 11, dimana bulan depan harusnya ia sudah mempersiapkan kepulangannya, tapi itu tidak ia lakukan mengingat ia tidak bisa balik ke indonesia lagi


Joana fokus dengan kesembuhan Wilson yang setiap hari semakin terlihat perubahannya


tapi baru saja masalah ia coba terima dan jalani, ada lagi masalah baru di hadapi, dimana malah Cali meng-geb suaminya bersama dengan Joana


Cali melihat sendiri suaminya memerhatikan wajah gadis itu dengan penuh perhatian


"Waltoon" teriaknya


"Cali?" ucap Walton kaget


"Walton, jadi selama 4 bulan perubahan, ini yang kamu lakukan hah?"


"hei, Cali jaga bicaramu"


"apa?"


"maaf, ini rumah sakit bu, jangan bikin bising" ucap Joana


"kau bikin bising aku, percuma kamu berlebel dokter tapi merayu suami orang" bentaknya


"maaf bu, saya tidak pernah merayu"


"tidak pernah apa? kau tau perubahan dia?"


Cali menjelaskan semuanya tentang perubahan dari Walton dan itu sejak kenal Joana, karna emosi diujung sudah akan meledak akhirnya meledak juga, Cali hampir mendaratkan tamparan tapi dengan sigap Wilson menahan tangan kakak iparnya


"jangan sentuh Joana, urusan kalian selesai kan, Joana urusan saya" kata Wilson


"Wilson?" ucap Walton dan Cali bersamaan


"dengarkan aku, kamu berani menyentuh Joana, urusannya sama aku, ingat ya, Joana tidak menggodai kak Walton, tidak tau kalau kak Walton yang menyukai nya" jawab Wilson


sejak itu Cali tidak perna mengganggu Joana karna ia tau penyakit diderita Wilson dan takut jika kena kemarahan Wilson


ketika suatu hari, Joana duduk di meja kerjanya, tak lama Wilson datang


"Joana sibuk?" sapanya


"Wilson? tidak, ada apa?"


"aku bosan dikamar"


"emm, duduk disini gakpapa" ucap Joana


"iya, aku temani kamu saja ya"


"iya, tapi Joana sibuk mengisi data kerjaan, jadi Wilson sabar ya"


"siap"


disana Wilson memerhatikan Joana, Wilson baru sadar didepannya adalah gadis cantik terpancar karna hati nya yang baik


disini Wilson belum sadar jika didepannya ini adalah dokter hingga ia melihat ke arah nama yang ada di meja itu atas nama Joana dengan tittle kedokteran jiwa


"Joana, aku potong dulu bentar" kata Wilson


"ya, ada apa Wilson?"


"kamu ini dokter ya?"


"emm? iya aku dokter" jawab Joana melirik arah Wilson


"serius jadi kamu benar dokter?"


"iya Wilson, Joana dokter"


"maafkan aku ya tidak percaya selama ini sama kamu, aku pikir kamu orang biasa"


"lah aku memang orang biasa"


"bukkaaaan, kamu dokter, ini namamu"


"oh iya, ya gakpapa lah, Wilson kan gak tau, Joana maafin"


"astaga santai lah Wilson, jadi kita kan bisa berteman, bukan karna pasien sama dokternya"


"hehe iya juga, apa Joana mau berteman sama aku? aku kan pasien..." ucapnya terhenti


"jangan bicara sembarangan, kamu orang baik, aku mau berteman" kata Joana


"makasih, hehe"


mereka diam kembali, Joana selesai pekerjaannya, ia pun menyapa Wilson dan mengajaknya mengobrol disana, sembari Joana memeriksa