My Name JOANA

My Name JOANA
48



*Arsan, Mikail, dan Elyas beda kelas tapi sama tingkat dan jurusan


ketika itu semua berkumpul dan terbilang hanya ada Joana duduk bersama mereka sebagai perempuan satu satunya


"aku pergi kekantin dulu ya kak" kata Joana


"balik kesini kan?" tanya Elyas


"iya balik kok, ini tasku ku tinggal"


Joana pergi kekantin, membeli minuman dan snack, dan kembali lagi ketempat Elyas, lalu membagikan sekitar 15 botol minuman dan itu termasuk 1 botol untuknya dan 1 botol untuk Elyas


"ini kak, minuman, ambil" kata Joana menyodorkan satu persatu minuman kepada teman teman Elyas


"buat aku ini?" tanya Mikail


"iya, kalian, oh ini snacknya, biar belajar tapi sana santai kan"


tapi karna semua ada disana tidak enak pada Elyas, mereka melirik Elyas dan Elyas mengedipkan satu matanya untuk kode mengijinkan mereka mengambil pemberian Joana


tak hanya itu, dilain hari ketika bersama teman teman Elyas, dan juga ada Elyas dan Joana, ketika sedang berkumpul, Joana membawa sandwich mini buatan Lestari, pengasuh nya sejak kecil


sekitar ada 5 sandwich mini, dan saat memberikan makan satu untuk Elyas, Joana memberikan 4 sisa nya untuk 4 teman Elyas disana


"apa ini" tanya Mikail


"buat kalian, kalian berempat, ini pas ada 4" kata Joana


"tapi.." ucap Mikail


"makan saja, aku bisa minta buatkan sama ibukku dirumah"


"tapi Elyas kan cuma kebagian satu itu" kata temannya lagi disana


"kak Elyas urusan nanti mah gampang ya kak, biar aku minta ibuk buat lagi" kata Joana


melihat sikap baik Joana, benar benar tidak membedakan pertemanan meskipun Joana menaklukan bos dari mereka tapi pada anak buah selalu menganggap adalah teman, manusia yang sama


Elyas malah menatap kearah pacarnya dan merasa terharu atas apa yang dilakukan oleh Joana kepada temannya


dimana bahkan Elyas tidak pernah melakukan itu kepada teman temannya, Elyas merasa ya bodo amat hidup hidup mereka, tapi melihat bagaimana Joana bersikap, ia menunjukkan manusia baik masih ada di dunia, belum punah


Arsan juga Mikail juga malah diam diam menatap Joana


Arsan berpikir, ia sedikit kesal, karna sejak berpacaran dengan Joana, Elyas berbeda, yaa memang sikap Elyas lebih tenang, lebih dingin


"sikap berubah, otak pikiran jahat juga menipis, gue rasa makin gak asik walaupun lu memang jauh lebih sejuk dibanding Elyas yang dulu, tapi gue menyukai lo, urusannya sama si singa ini" ucap Arsan dalam hatinya


tapi Arsan merasa tidak seru, karna biasanya Elyas selalu menjadi orang paling kuat dan ditakuti ketika ia melihat ada yang bertengkar, ia akan memerhatikan nya dan menjadi penonton vvip melihat nya


tapi berbeda Arsan dengan pikiran Mikail, dimana malah Mikail berpikir, kenapa Joana mau? harusnya Joana menolak berpacaran dengan Elyas


"kalau menolak pun gue yakin, Elyas tidak akan menyakitimu, aku tau Elyas menyukai Joana tulus, ahh Joana, kamu membuatku suka tapi menjadi mundur seketika, ketika aku tau urusan kamu urusan juga dengan Elyas" ucap Mikail dalam hati


Joana tipe gadis yang tidak membandingkan teman, untuk itu banyak ia mengenal teman diseluruh kampus, meskipun Joana bukan masuk kategori murid tajir, murid pintar apalagi murid cantik, tapi kesederhanaan dan kekuatan kebaikannya meruntuhkan siapapun yang keras menjadi luluh karna kelembutannya juga


saat sedang dikelas mengikuti pelajaran Dori, tak lama Michel datang menyapa Dori dan membahas sedikit hal disana, setelah Michel menjelaskan, Dori menjelaskan kepada murid dikelas Joana


"anak anak, jadi saya dapat kabar dari pak Michel baru saja ya, untuk acara pertukaran pelajar tahun ini" kata Dori


"nah untuk pemberitahuannya minggu depan kamu umumkan hasil nya siapa murid yang masuk dalam pertukaran pelajar di amerika dan perancis" tambah Michel


yap, pertukaran pelajar, setiap dua tahun sekali diadakan di kampus Joana, berbeda dari kampus yang lain dimana kampus akan mengadakan pertukaran pelajar setiap setahun sekali di satu negara tapi di kampus Joana 2 tahun sekali di 2 negara nah untuk tahun ini amerika dan perancis


dua hari kemudian, dimana para dosen bersama beberapa staffnya kampus juga merundingkan untuk pengiriman pelajar siapa saja dan kemana


"ada masukan dari kelas kalian mungkin?" tanya Dipo


"pak, saya rekomendasikan Joana" jawab Michel


"Joana, ahh boleh itu, syaa setuju, dia kuality time nya kuat, dia disiplin tinggi" kata Dori


"pak, harus Joana? Joana lama pekerjaan, dia lemot pak" jawab Marko


"pak Marko, Joana itu pilihan tepat dari fakultas kedokteran karna disiplin kuat, pekerjaan dia juga sangat baik hasilnya" jawab Dori


"gini, biar saya perjelas, dalam kamus perkuliahan, bukan siapa cepat, cepat belum tentu hasil baik, tapi Joana selalu memberikan hasil terbaik disini selama jadi murid di kampus ini" jawab Dipo


"saya setuju, makanya saya rekomendasi kan Joana pak, dia memang memiliki daya tangkap cepat, tidak pernah membuat pekerjaan yang ia kerjakan menjadi sia sia apalagi rugi, pikirannya sangat matang dalam pekerjaan" jawab Michel


akhirnya Marko hanya diam, semua dosen setuju, dan pasangan yang akan masuk dalam daftar pengiriman adalah Joana, Egar dan Tivano, salah satu murid di kedokteran yang cukup berprestasi


"pak, bukannya kita harus memilih 2 murid dari setiap fakultasnya?" tanya Michel


"iya memang, tapi antara Tivano dan Egar itu yang saya bingung untuk bawa siapa, dua duanya baik, bagus, berprestasi juga" kata Dipo


"iya pak saya setuju, tapi bagaimana kalau membawa bersama Egar saja" jawab Dori


"kenapa kamu pilih Egar?"


"karna saya pikir, Egar dan Joana tidak akan membuat kampus kami malu pak disana"


"tidak, Egar murid yang nyablak, saya pikir kurang pantas, saya setuju Tivano" kata Michel


Michel benar, Egar sedikit nyablak dan Tivano cukup rajin dan pendiam, disatukan dengan Joana itu pantas tapi bukan itu alasan utama Michel mengarahkan memilih Tivano ketimbang Egar


karna Michel sejak awal kedekatan Joana dengan Egar, ia tau tentang sisi lain Egar ketika bersama Joana, ia bisa merasakan jika Egar menyukai Joana


untuk itu ia menolak dan tidak mau membawa Egar lebih memilih Tivano


keputusan berakhir pada fakultas kedokteran membawa 2 murid dari perwakilan disusul beberapa list murid lainnya


minggu depannya, pengumuman melalui siaran radio kampus pun dimulai, dan pembahasan ini dibawakan oleh Dori sendiri, dan ini yang Dori katakan dalam siarannya...


"untuk anak anak saya, perhatian sebentar,


sehubungan dengan aktifitas wajib tahunan, kampus mengadakan untuk pertukaran pelajar tahun ini"