
Elva menjelaskan ia akan menginap di Joana. rumah kakak angkatnya, dimana memang Elva menceritakan kepada teman temannya jika keluarga Joana anak kedokteran dikampus itu adalah keluarga angkatnya
"aku pergi ke rumah kak Joana, kakak angkat ku" kata Elva
"kamu baik baik saja kan pergi? aku antar saja deh" kata temannya yang lain
akhirnya karna paksaan temannya Mengantarkan Elva, Elva mau, sesampainya...
"Elva ada apa apa hubungi aku ya" kata temannya
"iya, makasih ya kamu anter aku"
"iyaa"
"emm Elva, kamu balik lagi kekontrakan kan?" tanya temannya yang lain
"kenapa?"
"iya karna kamu kan belum bayar kontrakan bulan ini cicil ke aku, kalau mau berhenti dibayar dulu ya"
"astagaaaa" teriak teman Elva yang lain disana
"hahah, aku kan mengingatkan ya Elva"
"haha iya gakpapa, aku balik kesana kok, aku disini tenangkan diri dulu saja" ucap Elva tertawa kecil
"nah gitu dong jangan sedih, ketawa, dah sana masuk"
"iya byebye"
Elva tidak tau kemana ia akan pergi, Elva melihat kearah rumah Joana dari luar, tapi Sherla melihat nya, melihat dari jendela kamarnya, karna jendela kamarnya langsung kearah depan rumah
malam itu, Joana duduk dan belajar di kamarnya, Sherla juga selesai makan malam juga masuk kamarnya untuk belajar, keduanya sama sama belajar tapi karna meja belajar tepat di samping jendela nya, Sherla melihat kedatangan Elva
melihat Elva, Sherla tau jika keluarga Joana jam 8 malam sudah tidur semua, ia pun keluar, masuk kamar Joana dan memberitahu Joana
"Joana" sapa Sherla
"ya Sherla?"
"kau sudah tidur?"
"iya mau tidur ini, kenapa?"
"diluar ada Elva, aku bukain pintu ya"
"Elva? malam ini ada apa ya dia?"
"tidak tau juga aku"
"yaudah ayo aku temani kamu"
Elva berjalan dan mengetuk pintu rumah itu, hanya kerumah itu ia bisa menenangkan dirinya, karna hanya itu rumah orang yang bisa Elva datangi sebagai keluarganya
tak lama Sherla membukanya..
"hai" sapa Sherla
"hai Elva, ada apa kok malam malam datang?" sapa Joana
"aku ingin menginap disini kao Joana, boleh?"
"boleh, ayo masuk"
setelah masuk, Joana menawarkan kamar tamu tapi Elva tidak mau, ia ingin tidur dikamar bersama Joana saja, dan Joana mengiyakannya...
Joana dan Elva masuk kamarnya, lalu Sherla juga masuk kamarnya
karna Joana memang akan tidur, Elva masuk kamar mandi membersihkan badan
saat keluar kamar mandi, Elva melihat ternyata Joana sudah siap tidur..
"aku tidur duluan ya Elva, kamu tidur saja kalau tidur, ini aku siapkan disebelahku" kata Joana
"iya kak"
Joana masih duduk dulu di kasurnya karna memang ia tidak biasa langsung tidur begitu saja, melihat Elva merapihkannya tas baju nya, Joana menyapanya..
"kak Elyas apa kabarnya?" sapa Joana
"hemm, kak, ini alasan aku kesini"
"ahh maksudnya?"
Elva menjelaskan tentang kakaknya yang pamit pergi ke amerika lagi, dan mendengar itu membuat Joana kaget, Joana mengambil hapenya..
"kakak mau apa?"
"telfon dulu kak Elyas"
"kak jangan kak, nanti marah dia"
"gak gak"
tak lama Elyas mengangkat telfon Joana..
"Joana, kenapa?" sapa Elyas
"iya, ini baru sampai bandara, kenapa?"
"tidak, kenapa mendadak tidak pamitan aku?"
"gakpapa, aku takut menganggu"
"ya tidak lah, kan bisa pamitan, aku doain lancar ya selama di amerika" kata Joana
"ngapain kamu peduli, kita kan mantan"
"mantan terus harus gak peduli gitu? gak boleh care?"
"ya gak juga"
"makanya, yaudah kakak disana jaga dirinya ya, ingat kak, ada adik disini menunggu, sering seringlah datang ke indonesia, setidaknya kabari"
"siap Joana, apa dia menginap dirumahmu?"
"iya, dia cerita tapi yaudah gakpapa dia disini aman kok sama aku"
"maaf kan jadi merepotkan ya"
"gakpapa aku. santai kok"
selesai telfon, disini hubungan mereka baik meskipun telah berakhir, jadi Elva merasa aman, setidaknya Joana tidak membenci kakaknya, jadi ia bisa masih untuk dekat dengan keluarga Joana dan Joana sendiri
"udah aman kan? dia tidak akan marah, sudah kamu tidur"
"iya kak"
Joana pun tidur, tak lama Elva selesai, ia duduk disamping Joana lalu tidur, ia memandang wajah Joana yang sedang tidur disana, lalu ia pun memerhatikan Joana
yaa memang Joana penyebab kakaknya pergi lagi, tapi semua bukan asal kesalahan Joana, tapi memang salah kakak Elva sendiri
Elva membalikkan badannya, tapi saat mencoba tidur, masih saja ia tidak bisa tidur tidur, akhirnya ia bangun lagi dan duduk
ia mencoba keluar, tapi saat akan turun kelantai 2, ia melihat pintu kamar Sherla, ia mendekatinya lalu mengetuk pintunya
tak lama Sherla membukanya..
"hai" sapa Sherla
"emm i dont sleep, emm mee in.. emm.." ucap Elva belibet
"kamu bisa menggunakan bahasa indonesia saja" kata Sherla dengan bahasa indonesia, sedikit kaku tapi lancar
"waaah beneran"
"iyaa, beneran"
"apa kamu belum tidur?" tanya Elva
"belum. aku baru selesai belajar"
"belajar? kamu kuliah?"
"aku sekolah, lanjutkan sekolah ku terputus saat SMP"
"ahh, begitu"
Sherla dan Elva duduk disana, mereka mengobrol berdua tentang banyak hal, tapi Sherla yang sudah diberikan pengertian agar mengatakan alasan apa yang harus dikatakan jika ada yang tanya jati dirinya jadi Sherla paham apa yang harus dan tidak harus dikatakan disana
mereka sama sama diam, hingga Elva menanyakan soal gitar
"itu gitar siapa?" tanya Elva
"gitarku, aku dikasih sama papa Amir, dia punya gitar masa remaja lama gak dipakai, aku pinjam, tapi diberikan" kata Sherla
"kamu bisa bermain gitar?"
"bisa, mahir malah"
"coba, aku ingin tau"
Sherla menunjukkan kemampuannya dan disana Elva senang karna ia mendapatkan teman yang bisa memainkan gitar sama dengannya
sejak hari itu, Sherla dan Elva berteman, cukup dekat meskipun gaya berpakaian mereka bertentangan
Sherla dengan pakaian super feminim, seksi dan menggoda tapi Elva memakai baju yang terkesan tomboi, celana panjang jeans, celana panjang street, kaos oblong, jaket, hoodie, dan lain lain
tapi mereka memiliki hobi yang sama, yaitu bermain gitar, karna meskipun beda penampilan, tapi prestasi bergitar keduanya cukup baik
malam itu berlalu, Sherla tidur tapi Elva kembali kekamar Joana karna tidak enak jika meninggalkan Joana tidur dengan Sherla meskipun ia ingin tidur dengan Sherla
hari berlalu, paginya, Joana bangun, mandi lalu menyiapkan pergi kekampus
"kak Joana mau pergi kemana?" tanya Elva
"mau kekampus Elva, kamu gak ada kelas?"
"ada tapi sore"
"oh yaudah, kakak ada siang tapi Ello bilang ada tugas kiriman baru buat besok, jadi mau kerjakan bareng dulu pagi ini dikampus"