
"emm, besar ya" ucap Egar
"yaa lumayan, kan ada dua kamar, satunya sedikit ukuran kecil sih"
"ahh, kalau ini dua kamar jadi satu deh sepertinya"
"iya memang"
"ahh"
mereka duduk berdua diatas kasur lalu kepikiran menelfon ayah ibu mereka, dan mereka pun menelfon, memberikan kabar agar disana tidak kuatir juga keadaan keduanya kan
setelah bertelfonan, baru mereka mengurus untuk makan malam, karna waktu berlalu sudah cukup cepat dan makan malam tiba
Joana kearah dapur untuk memasak, tapi Egar mendekati Joana dan menawarkan bantuan, karna kan sebelumnya juga Joana dan Egar selalu masak bersama
"mau masak apa Moy?" tanya Egar
"makanan kesukaan kita, jamur" kata Joana
"wooh, jamur di semur?"
"iya, dua bikin Poy, semur sana tepung, kesukaan kita banget"
"haha iya bener"
Joana dan Egar sama sama menyukai makanan jamur, dari banyaknya perbedaan mereka, mereka memiliki sebuah kesamaan unik yaitu penggemar masakan olahan jamur
baik dimasak model apaan juga semua mereka suka, mau di goreng oseng, goreng biasa, tepung krispi, campurkan ke soup, campur ke capcay, dan masih banyak lainnya menu yang berkombinasi jamur
setelah masak lalu makan bersama..
selesainya.. menaruh piring di wastafel dan mereka membersihkan badan untuk siap siap tidur, Joana dan Egar pun tidur seperti biasa dimana Egar tidak bisa lepas dari sentuhan Joana selama tidur dan anehnya, Joana pun tidak melepaskan sentuhan dari Egar selama tidur
paginya..
seperti biasa, karna selalu Egar bangun lebih awal dibanding Joana, ia bangun, melirik ke arah Joana lalu tersenyum dan mencium pipi Joana
"aku tidak menyalahkan mu atas dua pria itu menyukaimu, kaelrna aku tau bagaimana kamu bersikap sampai membuat banyak pria diluar sana tertarik" ucap Egar dalam hatinya
btw. Egar belum tau jika Motheo dan Samuel yang ia dengar itu adalah Gengster dan Mafia, ia pikir itu teman kerja atau orang biasa mungkin
Egar pun melepaskan perlahan tangan Joana dari badannya dan turun perlahan dari kasurnya
ia merapikan beberapa barang yang semalam belum sempat dirapikannya, lalu mencuci piring bekas makan semalam, dan menyapu mengepel seluruh ruangan itu
saat kedapur, Egar menyiapkan ia akan memasak apa untuk pagi ini, dan ia akan memulai memasak, tapi malah ia tak jadi masak dulu karna teringat tentang rumah bagian atas
"lantai atas itu? kenapa dia tidak keatas? ada apa diatas?" ucap Egar dalam hatinya
Egar penasaran karna Joana selalu mengambil kamar di lantai atas untuk tempat tidurnya, dan Egar tau apa alasan Joana untuk itu, tapi sekarang kenapa tidur dibawah
akhirnya Egar mencari jalan kearah lantai atas tapi karna memang untuk ke atas harus keluar dari rumah bawah dulu, jadi Egar bingung dengan model rumah baru Joana
ia mencoba keluar dan melihat situasi diluar, betapa ia kaget ketika ada dua pria yang berpakaian serba hitam langsung berlari ketika ia keluar
"heeeei" teriak Egar berlari mengejar mereka
seketika itu sudah tidak ada lagi terlihat kedua pria itu, Egar merasa ada yang aneh dengan mereka, berpakaian serba hitam dengan baju jubah panjang dengan topi hitam, kacamata hitam, masker penutup wajah hitam dan sepatu boots hitam
lalu siapa mereka? apa itu Delvin dan Ravansa? bukan! karna Delvin Ravansa tidak pernah memakai baju jubah
mereka adalah dua pria berjubah yang sama dengan orang yang menghancurkan markas Motheo dan Samuel juga sempat berhasil membawa Joana pergi tapi sayang Joana menolak karna tidak mengenali siapa mereka berdua
"siapa mereka? apa mereka yang bernama Theo dan Sam itu?" ucap Egar pelan
karna tidak mendapati siapa siapa, Egar pun masuk kembali, dan ia baru sadar ada tangga untuk menuju keatas rumah itu, ia naik ke atas dari tangga itu lalu melihat situasi didalam dari jendela kaca sana, tidak ada apa apa tapi sayangnya pintunya terkunci jadi Egar tidak bisa masuk
Joana membersihkan wajahnya lalu menuju meja makan bersama suaminya, dan duduk di samping suaminya
"masak apa Poy?" tanya Joana
"aku tadi nyari bahan masak di dapur kamu, jadi adanya itu aja" kata Egar
"ahh, kamu masak baso panggang ini?"
"itu digoreng Moy, gak dipanggang, kelamaan ntar"
"ohh"
mereka makan berdua, disini Egar memerhatikan Joana yang sedang makan, lalu memikirkan banyak hal tentang Joana, ia bahkan masih memikirkan dua pria baru saja ia temui tapi ia tidak bisa memastikan apakah dua pria berjubah baru saja adalah orang yang sama dengan kemarin kemarinnya dan orang sama juga tidak dengan Motheo dan Samuel
"Moy" kata Egar
"ya Poy? kenapa?"
Egar malah diam setelah memanggil Joana
"Poy? apa? kok panggil aku?" tanya Joana
"emm cuma mau tanya enak tidak masakannya?"
"emm, banget Poy, enak" kata Joana
"seneng?"
"ya lah seneng bangeet banget, makasih ya Poy, kamu meskioun suami tapi melayani istri, mau bersih bersih rumah mau masakin aku"
"iya lah, buat orang tersayang"
"padahal dirumah kata Malia gak gitu? pemalas ya? baju di cuciin Paeng ya"
"hehe iya juga sih, eh tapi Paeng sama tau kaya aku kalau diorang tuanya, di nenek aku dulu Moy, kerjaan rumah gak nyentuh sama sekali"
"oh ya? padahal kalau sama Malia kan papa yang mengurus semuanya?"
"iya bener"
"sama ma kamu dong Poy, kamu kan gitu sama aku"
"tapi sejak aku menikah kalau aku pulang kerumah mama papa ku ya aku bantu cuci piring kotor, bantu Paeng masak, bantu bersih bersih kok"
"oh ya bagus lah Poy"
"tapi heran tau Moy, kalau males salah, kalau rajin malah mama heran juga"
"haha ya orang tua begitu lah kan Poy"
hari ini adalah hari keempat, tidak terasa sudah empat hari mereka bersama
mereka yang sedang duduk di depan sofa televisi sembari menonton sebuah drama yang diputar pagi itu dan ceritanya cukup menguras emosi karna apa yang dialami pasangan dalam cerita, sama dengan dialami oleh Egar dan Joana di kisah nyata, yaitu tentang ldr
"lihat deh Poy, kalau ini terbalik ya kisahnya, ini ceweknya yang ditinggal kerja sama cowoknya jauh" kata Joana
"oh iya ya, tapi disini kan pacaran baru, cuma ceritanya sama ma kita, hanya disitu pacaran, kita menikah"
"tapi akhirnya menikah loh Poy"
"iyaa sih, sedih loh, jadi lihat diri sendiri yang peranin"
"haha bener kamu"