My Name JOANA

My Name JOANA
155



"dibelakang, Elyas dan pacar Elva ribut" ucap Erisa lagi


"ribut?" ucap Arsan


"yaa, di room service" ucap Erisa


"Joana, harus bilang dia" kata Mikail


"biar aku yang keatas bilang ke Joana" kata Arsan


"loh kak, kemana?" tanya Erisa


"tunggu, aku akan bilang Joana"


"jangan, ini acara bahagia dia, malah kamu bilang dia, kasihan dong"


"tapi yang bisa menenangkan Elyas dan Feris hanya Joana" jawab Mikail


Arsan langsung berjalan, lalu membisikkan sesuatu itu kepada Joana, Joana kaget


"dimana?" tanya Joana


"room service" kata Arsan


"ada apa Joana?" tanya Egar


"tunggu, tunggu, dibelakang, kak Elyas dan kak Egar ribut soal Elva" kata Joana


"aku?"


"kamu disini dulu, itu bentar lagi teman teman kerjamu loh datang, jangan ikut, aku sebentar"


"oh okeh, Arsan, tolong jagain Joana ya" ucap Egar


"pasti Egar" jawab Arsan


Joana pergi bersama Arsan dan juga Mikail ke arah belakang ruangan acara pesta itu


dan benar saja..


sudah ada Feris, Elyas dan Elva disana..


"bang, Feris serius, bahkan dia jaga aku, dia tidak menyakitiku, sumpah demi apapun aku mengatakan ini, dia baik" ucap Elva


"kamu buta karna cinta" jawab Elyas


"apa kamu tidak pernah seperti itu?" tanya Feris


Elyas menatap tajam kepada Feris disana tapi Elva menghentikan semuanya


"sudah bang, cukup, sekarang gini saja, abang sudah memutuskan tinggal di amerika, abang lebih penting pekerjaan kan dibanding aku? abang juga pilih temani pacar abang yang bahkan mungkin baru setahun dua tahun kenal, tapi aku sejak aku lahir didunia ini, kamu sudah mengenalku" kata Elva


"Elva, abang cuma tidak mau kamu tersakiti, abang tau siapa dia, kalau tidak kamu dijadikan mainan, kamu hanya pelarian" kata Elyas


"apa kamu melihat aku melakukan itu? coba jelaskan aku melakukannya kepada siapa? bahkan aku baru putus dengan Joana, kamu langsung memacarinya kan" kata Feris


"diam, urusan mu lain, urusan mu berani mendekati adikku, dengar Feris, aku tidak akan pernah kasih restu atas hubungan kalian, aku haramkan semua tentang hubungan kalian" kata Elyas


"kak Elyas" panggil Joana


seketika ketiga nya kaget, melihat Joana turun dan ditemani oleh 2 teman Elyas disana..


Joana menjelaskan dan memberi pengertian kepada Elyas, tapi tidak hanya Elyas juga kepada Feris dan Elva


"kak Elyas, aku tidak pernah membuat mu kecewa bukan? aku tau hubungan mereka sejauh apa, aku tau bagaimana kak Feris kepada Elva benar benar menjaga dan bagaimana kak Feris begitu setia bersama Elva" jelas Joana


"Joana, tapi ini Feris, dan dia adikku, keluargaku satu satunya Joana" kata Elyas


"tapi aku tetap tidak rela" jelas Elyas


"tanya sama Aal, kenal Aal kan? gadis yang dikenalkan oleh paman dan bibi tadi didepan, bagaimana dengan dia, di berikan ke rumah sakit jiwa dan ditinggalkan disana" kata Joana


"lalu apa kamu berpikir, kamu tidak suka pada musuh mu tapi orang kamu cintai malah mencintai musuhmu?"


"aku tidak pernah memiliki musuh, dan jika itu terjadi, selama orang yang kucintai tidak mengurangi rasa cinta kepadaku, itu bukan jadi masalah, aku saja orang yang kucintai meninggalkan aku, aku memaafkan" ucap Joana


dan ucapan Joana itu membuat seolah Elyas tertampar...


"kak Feris, aku tau kamu memiliki niat baik dengan Elva"


"aku sangat serius Joana, kau tau itu kan?" ucap Feris


"tau, aku tau, untuk itu baru saja aku bilang aku tau niat kamu baik, aku tanya sekarang, sudah tau Elva itu adik kak Elyas, apa kamu masih bersama Elva? atau memilih melepaskannya?" tanya Joana


"aku yakin, aku masih akan menjaga Elva, aku sudah terlanjur sayang dia" kata Feris


"dengar kak Elyas? dia bahkan tau situasi ini berat harusnya dia ada hak meninggalkan Elva karna dia dibohongi oleh Elva tentang status nya adikmu, tapi dia tidak mau melakukannya" kata Joana


"Joana, aku sungguh serius kepada Elva, aku benar benar serius, aku mohon bantu aku dan Elva"


"tenang kak Feris, kalau sudah ada niat baik, akan ada kok jalannya" ucap Joana


Joana melirik kearah Elva, menyentuh tangan Elva dan menatapnya disana


"maafkan aku ya sudah ikut campur urusan pribadi kalian" kata Joana pada Elva


seketika itu Elva tidak kuat dan memeluk Joana, disana ia hanya bisa menangis dan tidak tau apa yang ia akan katakan disana, ia hanya menangis dalam pelukan Joana


"tidak, kamu tidak salah pada situasi ini, aku tau kok, kamu membohongi soal kamu adik kak Elyas dari kak Feris karna kamu takut kak Feris marah, dan aku tau kamu tidak mengatakan hubungan mu dengan kak Feris kepada kak Elyas karna takut ini terjadi, aku tau semua" kata Joana


Elva masih menangis disana...


"mulai sekarang, apapun keputusan berjalan nanti, baik hubungan kamu dan kak Feris harus putus atau bertahan, ingat pesan kak Joana, kamu wajib bahagia" kata Joana


"keputusan apa kak lalu yang aku ambil, aku tidak tau sekarang" ucap Elva


"harus ada yang mengalah"


Joana melepaskan pelukan Elva dan ia harus kembali pada acaranya...


"sekarang gini, aku harus melanjutkan acaraku, aku tidak akan lagi ikut urusan kalian, aku disini sudah cukup menjelaskan kan?" ucap Joana


"oh ya, menurutku untuk kak Elyas biarkan Elva memilih pilihannya, karna kamu memiliki pilihan sendiri tapi lihatlah Elva sudah menerima itu dengan iklas, soal Elva tidak ada yang menjaga, kamu tenang saja, dia memiliki keluarga disini, keluarga ku keluarga dia, dan kamu disana juga memiliki keluarga dari Erisa, kurasa kalian memiliki keluarga masing masing lagi kan?" ucap Joana


Joana memanggil Arsan dan Mikail untuk membantunya jalan lagi karna baru Joana kan cukup panjang dan susah untuk jalan cepat, tapi Joana mendekati Feris


" untuk kak Feris, jaga Elva ya, apapun hubungan kalian selepas masalah ini"


juga mendekati Erisa....


"Erisa, jaga kak Elyas, aku tau kamu orang yang tepat untuknya"


Joana pun pergi dari sana dan keluar, kembali ke kursi duduk pernikahannya dan kembali menikmati acara disana, sementara ketiganya..


yaa harus ada yang mengalah diantaranya..


akhirnya keputusan dimana Elyas menerima hubungan Elva dan Feris, ya.. Elyas yang memutuskan mengalah, karna ia tau selama ia hidup dengan Elva, ia tidak pernah bisa membahagiakan Elva seperti yang dilakukan Feris


Elyas memeluk Elva disana untuk meminta maaf atas sikapnya


"maafkan abang" kata Elyas