
Ferla makin kesal kepada dirinya, kenapa saat itu tidak membantu Joana pergi
disini Joana juga cerita jika ia memiliki suami yang ia nikahi atas dasar mencintai, Joana menceritakan hal kebahagiaan dengan wajah ceria saat menceritakan Egar
"onty mencintai dia?" tanya Ferla
"banget, aku mencintainya, bahkan aku tidak akan meninggalkannya sampai dia meninggalkan ku karna tau aku tidak baik untuknya" kata Joana
Ferla ikut bahagia tapi juga ikut sedih atas masalah ini, ia tau Joana begitu mencintai Egar dan terlihat saja dari wajahnya
hari hari berlalu, dimana ketika kehamilannya masuk bulan ketiga, karna belum terlalu besar, Joana tidak bisa pulang ke indonesia padahal itu jadwal ia yang balik ke indonesia
Joana meminta maaf kepada suaminya, Egar, jika tidak bisa hadir kesana karna beberapa alasan kerjaan, jadi Egar tak masalah jika harus dia yang pergi menemui Joana ke amerika
Joana siap siap bertemu suaminya, dan Ferla yang ingin kenal dengan
"onty? kemana?" tanya Ferla
"jadwal aku ketemu Egar, Ferla"
"Egar? suami kamu? waah aku ingin kenalan"
"oh kamu mau? ayo dah ikut, tapi kamu jangan bicara apapun soal ini ya"
"tapi kamu hamil kan, bagaimana nanti dia tau?"
"tidak, aku akan menyembunyikannya"
"ahh"
dan dimana akhirnya mereka bertemu, Joana dan Ferla menunggu dibandara dan tak lama Egar datang, tapi kali ini kedatangan Egar dengan Elva dan Feris
mereka bertiga bertemu dan saling berpelukan, pada Egar tidak begitu lama tapi pada Feris dan Elva, Joana memeluknya lama, karna sangat lama mereka tidak bertemu memang
"kak, kamu baik kan? kenapa nangis?" tanya Elva
"aku bahagia bisa peluk kamu lagi"
"astaga kak, jangan ah, aku ikutan nangis yang ada loh"
"haha iya maafkan aku"
Joana memeluk Feris juga, mengatakan selamat atas hubungan Feris dengan Elva yang jauh dari kata baik, Joana tau Feris bukan orang yang mudah untuk menjatuhkan hatinya kepada seorang gadis
mereka pun berkenalan juga dengan Ferla yang diakui oleh Joana teman tapi rasa adik, jadi disini Ferla tidak memanggil Joana dengan sebutan onty melainkan memanggilnya kakak
"oh ya, ini kenalin, Ferla, teman ku, dia seusia kamu Elva" kata Joana
"oh ya? hai, salam kenal, Elva" sapa Elva dengan bahasa inggris
"salam kenal kak, saya Ferla" sapa Ferla
"Feris" sapa Feris
"Ferla"
"salam kenal juga, saya Egar, suami nya Joana" sapa Egar
"ahh iya, kakak Joana pernah cerita kamu, senang bertemu dan kenal kalian" kata Ferla
"Ferla makasih ya jadi teman Joana selama ini" kata Egar
"iya kak, aku juga senang berteman dengan dia, dia baik"
"hehe kamu juga baik kok" jawab Joana
"ehh yaudah deh kak, aku pergi saja, aku rasanya tidak mau ganggu" kata Ferla
"loh jangan lah, ayo ikut gakpapa" jawab Joana
"iya ikut kami gakpapa" jawab Egar
"eh kerumahku dulu, ayo, biar kamu tau rumahku sekalian"
"oh ya udah"
setelah sampai dirumah Joana, Ferla baru tau ini adalah rumah Joana, tak hanya Ferla, tapi Elva dan Feris juga baru tau Joana sampai punya rumah mewah di amerika
hari pertama mereka beristirahat, Joana juga membawa Egar masuk kamar rumah atas karna kamar rumah bawa terisi Feris dan Elva, Feris di kamar tamu dan Elva dikamar utama, karna dilantai bawah terdapat dua kamar
sedangkan Ferla memutuskan pulang karna tidak ingin mengganggu urusan mereka, saat pergi dari rumah itu, Ferla berpikir, Joana sangat pantas dengan Egar, Egar lah yang pantas menjadi suami Joana, karna keduanya sama sama memiliki hati baik
esoknya, ketika Joana bangun, melihat suaminya bersih bersih rumahnya, Joana membantu suaminya, melakukan banyak hal bersama, mereka melepaskan rindu kebersamaan
saat selesai bersih bersih, Egar merasa ada yang aneh dengan badan Joana, terlihat memang Joana sedikit berisi, Egar tidak berpikir apapun tentang itu, ia masih berpositif tinkhing
hingga siangnya semua sudah bangun, Egar merasa pantas saja Joana makin berisi, karna Joana memesan makanan cukup banyak siang itu
Elva yang membukakan pintunya memanggil Joana karna pesanan makanan Joana datang
"oh berapa ini pak?"
"ini billnya"
"oh yaudah saya bayar cash? ini pak, makasih"
"yaa, nona, ini?" ucap kurir nya
"sudah pak, ambil saja, buat bapak" kata Joana
"makasih nona, semoga kamu selalu sehat"
"yaa pak makasih"
Elva bingung karna Joana memberikan uang begitu banyak, padahal total nya bill Elva tau tidak sebanyak itu ditambah kurirnya juga mengatakan jika itu memang kebanyakan tapi Joana memberikannya saja
dan Elva juga melihat di tas dibawa Joana saat ambil uang cash untuk bayar makanannya, uangnya begitu banyak didalam tas itu
"kak Joana banyak sekali kamu pesan makanan online?" tanya Elva
"iya lah ayo makan bareng biar enak"
Joana dan ketiganya makan bersama, disinilah Egar baru sadar Joana memang lebih banyak makan dari biasanya, ia tidak curiga Joana hamil tapi curiganya hanya karna Joana banyak banyaknya makan saja
"oh ya, terus kalian kenapa ikut kesini akhirnya?" tanya Joana
"iyaa aku mau datang ke tempat kak Elyas, kak" jawab Elva
"Elyas? oh ada acara?"
"bukaan, kan kak Erisa lahiran bayi kedua, aku bayi pertama gak jenguk, sekarang harus jenguk kak"
"oh ya? waah aku gak dengar apa apa"
"masak gak dengar, kamu kan disini, di amerika, gak begitu jauh lah sama Elyas" jawab Feris
"iya, aku sibuk kerjaan, kalau sibuk sih udah gak mikirin apa apa" kata Joana
"ahh kok gitu Moy? harus lihat deh kamu ikut kita aja, aku juga gak lihat kemarin pas pertama, aku juga gak denger apa apa habisnya" kata Egar
mereka makan dulu, sorenya akan pergi kerumah Erisa, dan diperjalanan, Joana mengingat alamat Elyas yang baru, karna seperti yang Joana tau, pertama kalinya ia kerumah Erisa dan terakhir kalinya memang ia tidak ketemu Elyas saat ia mencari keberadaan Elyas
dan ketika sampai, Joana langsung memeluk Erisa, Erisa juga memeluk Joana dan terharu, mereka masuk dan mengobrol bersama di ruang tamu rumah Erisa
"apa kabar kamu Erisa? aku kangen tau sama kamu" kata Joana
"Joana, kamu bohong ya? aku gak dapat kamu datang mencariku" ucap Erisa
"aku mencarimu, tapi aku tidak tau kalian pindah kesini setelah menikah, berapa kali aku mencarimu" kata Joana
mereka mengobrol banyak hal dan meninggalkan rumah itu mereka kembali lanjutkan jalan, yang ada selama jalan, Joana tidak berhenti makan, ia terus jalan dan jajan setiap apa yang ia lewati