
jadi baik Egar dan Joana jadi sama sama tau pesan masuk kepada masing masing yang intinya semua hampir sama pengucapan selamat atas hubungan mereka dan keduanya tidak tau siapa yang telah menyebarkannya karna keduanya merasa tidak menyebarkan apapun hubungan mereka
dan sejak pengakuan Wita itu, esoknya Joana menjelaskan kepada Egar saat di telfon sepulang keduanya dari bekerjanya
beberapa hari kemudian, Joana dan Egar memberitahu jika mereka sering bertukar hape dan nomor kepada semua teman temannya jadi Egar mengatakan jika ada keperluan dengan Joana tapi sulit di hubungi, bisa kepada Egar saja begitupun sebaliknya jika Egar yang sibuk, bisa menghubungi Joana saja
hari berlalu, tak terasa waktu itu tiba, dimana Joana dan Egar detik detik pernikahan mereka
diwaktu yang singkat itu juga dimana ada hubungan kedekatan yang juga singkat langsung ke jenjang berpacaran, yap itu adalah Fero dan Alisia
ketika pagi iti Alisia akan oergi mencari pekerjaan, seperti yang sudah ia lakukan semibggu terakhir yaitu mencari pekerjaan
baru saja keluar dari kamarnya, Alisia mendengar belrumah itu, tak lama ia membukakannya dan disana ada Fero..
"pak Fero?" sapa Alisia
"hai Aal, apakabar?"
"baik pak, semakin hari aku semakin baik, bersyukur atas ini"
"ahh"
"silahkan pak masuk"
"duduk disini saja gk apa, kamu gak sibuk kan?"
"emm saya sebenernya mau mencari pekerjaan pak, tapi saya bingung kemana lagi"
"oh, saya ada, kamu mau? tapi dirumah sakit, kalau kamu mau, kamu ikut saja saya"
"oh tapi saya bukan sekolah kesehatan pak"
"oh ini tidak perlu, hanya kerjaannya nanti membersihkan kamar bekas pasien yang dirawat tapi sudah pulang"
"oh housekepping?"
"iya semacam itu, mau?"
"ada pak?"
"ada di RSMT"
"mau pak"
mereka pergi kerumah sakit Mitra Kartini itu, Fero tidak bekerja disana tapi ia sering mengambil job untuk pasien yang datang kesana
sejak itu keduanya mulai dekat, yap, seperti yang sudah diketahui bagaimana Fero awalnya menyukai Joana tapi langsung berpaling ketika melihat Alisia pertama kali
bagaimana juga Fero membawa bunga untuk Joana tapi melihat bagaimana perubahan Alisia, ia tidak bisa menolak kecantikan itu yang mirip dengan bunga ia bawa jadi ia berikan kepada Alisia
hari berjalan terus meninggalkan waktu, undangan pernikahan sudah mulai disebarkan juga oleh Dimas dan teman teman Melinda juga membantu penyebaran undangan itu
bahkan Melinda dan Dimas memutuskan akan pergi ke amerika, untuk mengantarkan 2 undangan untuk Elyas Erisa dan Ameera Freedy
"Joana, Egar, bibi sama paman mau pergi ke amerika sabtu ini, kalian ada titip apa?" tanya Melinda
"bibi jadi pergi ke amerika?" tanya Egar
"jadi"
"memang antarkan buat siapa undangannya?" tanya Joana
"aku sendiri hanya bawa 2 undangan, kan tertulis nama sudah buat Elyas Erisa dan Ameera Freedy"
"oh"
"kamu ada lagi kah yang mau diundang?"
Joana berpikir, sebenarnya disana ada 2 teman dekatnya yaitu Akeyla dan Marcello, tapi ia tidak mungkin mengundang mereka karna kan mereka tidak pernah ke indonesia, dan tidak akan mereka datang kenikahan Joana nanti
nanti kalau kabari mereka juga akan sampai pada Ranya, kalau sudah kepada Ranya, bisa saja sampai pada Samuel lalu kepada Motheo,
"ahh tidak tidak" ucap Joana dalam pikirannya
"tidak ada bi" jawab Joana kepada bibinya
"ahh yaudah, teman kamu disana, apa gak dikabari?"
"tidak usah bi, biarin deh"
"oh yaudah"
Melinda pun pergi kerumah suaminya untuk siap siap pergi tapi Egar disana menanyakan
"kenapa tidak kamu undang teman temanmu disana?" tanya Egar
"ada masalah?"
"tidak sih, cuman gak perlu saja, mereka sedang pada sibuk, iya kalau bisa datang"
"ya kan tetap saja diundang"
"gak sudah"
Melinda dan Dimas pun pergi, sesampainya dirumah Ameera..
"Ameera" sapa Melinda
"Melin? aah Melin kamu datang?"
"iyaa"
"ayo masuk masuk, ayo Dimas masuk"
"hai Melin, Dimas" sapa Freedy
"hai pak" sapa Dimas
"ahh iya pak Dimas" kata Freedy
"haha bisa saja" jawab Dimas
mereka mengobrol disana, karna masih siang jadi tidur siang saja dirumah Freedy Ameera dulu, baru sorenya diantarkan ke apartemen yang sudah disiapkan untuk Ameera
mereka mengobrol siang itu dan Melinda menjelaskan tentang alasannya datang memberikan undangan pernikahan Joana
"Joana? menikah?" tanya Ameera
"iya Joana, dia dapat teman dekatnya, jadi menikah tanpa pacaran, karna sudah lama kenal" kata Melinda
"waaah selamat ya, sayang sekali deh anak itu sudah bertambah besar saja" kata Ameera
"iya, aku saja tidak terasa ya" kata Melinda
"nah apalagi aku kan Melin"
"nah iya sih" jawab Melinda
"eh iya Melin, selama di amerika, Joana itu disukai sama penjahat penjahatnya amerika loh" kata Freedy
"babe" ucap Ameera melirik tajam arah suaminya itu
"loh kenapa?"
"kenapa kamu bilang?"
"kan dia keluarganya, Melin dan Dimas harus tau babe"
"hemm, Melin, sebenernya aku tidak mau bilang, biar dilupakan saja karna masalah ini sudah lama sih" ucap Ameera
"kenapa ra?" tanya Melinda
Ameera menjelaskan bagaimana 2 pria terkejam di amerika menyukai dan mengejar Joana yaitu Samuel dan Motheo, ada untungnya mereka suka kepada Joana karna selepas perginya Joana kembali ke indonesia tidak ada praktik haram dan bisnis haram antara keduanya lagi
jadi tidak lagi bersatu gengster dan mafia untuk mencelakai beberapa orang yang berurusan dengan mereka itu kabar baik memang tapi kan kabar buruknya, karna mereka berurusan bahkan menyukai Joana
bahkan Freedy memberikan foto tentang Samuel dan Motheo untuk ditunjukkan kepada Dimas dan Melinda disana
"kamu serius? astaga kenapa bisa Joana berurusan dengan dia?" tanya Melinda kaget
"iya serius, kami bilang hanya padamu ya, kurasa bang Amir dan kak Melan belum tau" kata Ameera
"iya lah, aku saja baru tau, yang sering ke amerika apalagi mereka jarang sekali terbilang" jawab Melinda
"iya itu, tapi aku minta ya jangan bilang siapa siapa, lupakan saja soal ini, karna ini kan kejadiannya juga sudah lama, Joana bilang juga tidak tau akan balik apa tidak tapi katanya kemungkinan tidak balik lagi" kata Ameera
"oh tenang saja, aku tidak akan bilang siapa siapa, termasuk Joana nya kalau aku tau"
kebetulan disana, Melinda juga penasaran apa kedua temannya itu mengenal siapa Sherla, jadi ia menanyakan apa mengenal nama Sherla
"Sherla? aku tidak pernah dengar, apa mungkin teman kampus Joana" kata Ameera
"gak dengar ya?" tanya Dimas
"tidak, kamu babe?" tanya Ameera kepada Freedy
"siapa? Sherla ya? tidak juga, agak asing masih, gak tau" jawab Freedy
"iya, kami baru dengar"