My Name JOANA

My Name JOANA
134



yaa lagi lagi, mereka kan tidak saling kenal, tapi Elva dan Feris sama seperti sebelumnya, mereka sempat melirik kearah Samuel juga seperti kepada saat melirik Motheo membicarakan parfum Motheo juga


dimana yang terkesan wangi Samuel adalah Feris...


"nah ini enak wangi nya, a man" kata Feris


"iya sih.. menyengat ya" kata Elva


"tapi tidak eneg kan?"


"iya sih"


mereka lagi lagi membicarakan soal wangi dipakai pria itu tanpa mereka tau itu adalah Samuel


sorenya, sama sama akan pergi, Feris kembali kerumah temannya, dan Elva kembali kerumah tempat kakaknya menyewakan rumah, tapi baru sampai rumah, Elyas sudah ada didepan rumah


"dari mana saja kamu?" tanya Elyas


"astaga abang ngagetin aku"


"dari mana abang nanya"


"dari jalan sekitar sini bang"


"kenapa dari tadi, aku disini sejak tadi"


"ya pengen jalan jalan yang puas"


"aku kuatir kalau kamu diluar sendirian, kamu disini asing, besok jalan, abang dapat jatah libur sehari buat pengawas"


"waah beneran? ajak aku jalan dong ya?"


"iyaa kalau kamu mau jalan"


"mau bang"


Elva dan Elyas pun masuk, lalu beristirahat disana, Elyas memutuskan menginap malam itu disana, jadi Elva nembiarkan hapenya dikamar sembari mengecas


malam nya ketika Elyas duduk santai depan rumah itu, Elva keluar dan duduk disamping kakaknya...


"abang ngapain?" tanyanya


"eh, ini abang lagi santai saja, kamu gak tidur, sana tidur, dari jalan seharian besok lagi"


"iya belum ngantuk bang"


mereka duduk disana, mengobrol, bercerita, yaa meskipun cerita Elyas tentang Erisa dan keluarganya, Elva tidak suka karna ia sudah terlanjur setuju tentang hubungan kakaknya dengan Joana


tapi disisi lain, Elva merasa kakaknya berubah, yaa berubah, bagaimana tidak, dulu saja. Elva bahkan seperti hidup dengan orang lain padahal hanya Elyas keluarga nya yang masih hidup bersamanya


tapi Elyas yang dulu kasar, marah marah, sering memecahkan barang barang dirumah meskipun itu semua barang milik Elyas


sekarang, ia lebih banyak bicara dan menceritakan banyak hal dengan adiknya itu


"kamu kenapa lihatin abang sejak tadi, bukannya mendengarkan ya" kata Elyas


"dengerin kok bang, justru aku denger ini"


"bagus deh"


"emm bang.."


"ya"


"aku suka sama sikap dan sifatmu yang sekarang, berubah, lebih baik dan sabar" kata Elva


Elyas melirik kearah Elva dan merangkul adiknya itu...


"kamu tau, aku berubah begini karna aku baru sadar, orang yang masih satu darah denganku itu kamu, aku tidak mau kamu juga pergi dariku" kata Elyas


"tapi abang ninggalin aku kesini"


"ya abang kan ada pekerjaan disini, di indonesia belum tentu dapat rejeki nya seperti abang kerja disini dek"


"iya bang aku tau, aku senang kamu senang bang, kamu disini ada keluarga, yang baik, yang peduli kepadamu (keluarga Erisa) dan disana aku juga ads keluarga. keluarganya kak Joana, makanya aku begitu mencintai kak Joana seperti kakakku" kata Elva


"tapi kamu merestui abang sama Erisa kan?" tanya Elyas


"yaa mau gimana lagi? dia bisa buat abang bahagia, aku senang dan aku terima, jadi aku merestui"


"bagus deh"


"emm? siapa?"


"emn ya aku hanya tanya ini"


"oh, misalkan gitu"


"iya"


"lihat saja dulu orangnya"


"emm"


malam itu, banyak hal mereka obrolkan sebagai hubungan kakak adik yang jauh lebih baik, atas kebaikan Joana yang mampu merubah sikap kasar dan egois Elyas menjadi lebih baik


Elyas yang sebenarnya begini, perhatian, penuh kasih sayang, care juga, tapi karna ada beberapa masalah ia dengan keluarga dan membuatnya menjadi pribadi brutal dan kasar


malam itu, Elva tidur, tengah malam, ia melihat hapenya lalu mendapati banyak pesan masuk dari Feris, ia tidak membuka apalagi membalas pesannya


hingga tengah malam akan berakhir, hari akan pagi lagi, ia susah tidur, meskipun sudah tidur, memejamkan mata, mencoba mengantuk tapi tidak bisa


akhirnya ia menelfon Feris..


"halo" sapa Elva


"ya yangg, semalaman aku nunggu sampai tertidur, kamu kemana saja?"


"aku dirumah temanku masih, masf ya gak kasih kabar, hapenya drop, ini baru aku lihat"


"yaudah, kamu lagi apa?"


mereka mengobrol beberapa menit dalam telfon lalu menutupnya dan Elva baru bisa tidur walaupun tersisa waktu 2 jam saja untuknya tidur


paginya masih bisa bangun pagi sebelum jam 7, untuk ia tagih janji abangnya mengajaknya jalan jalan


Elyas bangun, mandi, siap siap, Elva juga, mereka pergi kelusr rumah mencari makan pagi, sebelum mereka pergi lanjut jalan kemana


"makan dulu kali ya" kata Elyas


"iya bang, ini jam makan pagi kita"


"okeh ayo aku tau tempat makan enak"


setelah selesai makan, mereka duduk dulu sambil menentukan kemana, tapi permintaan Elva ke tempat hiburan atau mall jam segitu masih terlalu pagi


"gimana kalau ke rumah abang saja" kata Elva


"rumah mana? abang mengontrak dan itu sama teman teman abang"


"iya sih, tapi gakpapa kan semua tempat belum buka kata abang, kesana saja, memang kenapa bawa aku? aku kan adikmu"


"yaudah iya ayo kesana"


mereka jalan lagi, menuju kontrakan Elyas kebetulan di kontrakan itu sejak semalam, Lerry meminta Halburt menginap, yaa Halburt bisa selama tidak ada istrinya dirumah karna jika ditinggal kalau ada istrinya kan juga tidak enak, jadi Halburt menginap malam itu untuk menemani Lerry dan karna dirumah istrinya pergi urusan keluarga wajib bulanan


setelah sampai..


keduanya menyapa Elyas, mengenalkan Elva kepada kedua temannya dan mereka mengobrol disana berempat, meskipun tidak tau arah pembahasan mereka tapi Elva masih disana


siangnya..


Elva jalan bersama abangnya menemui Erisa, dan setelah sampai di lapak salah satu tempat jualan langganan Erisa dan Elyas


"kemana bang? masuk mall itu?" tanya Elva


"nanti, ini diluar dulu, kita ketemuan dulu sama Erisa"


"oh"


dan setelah sampai, Elyas menyapa Erisa lalu bercipika cipiki dan mereka mengobrol bertiga disana dimana sebelumnya Elyas mengenalkan Elva kepada pacarnya


"salam kenal kak, Elva" sapa Elva dengan bahasa indonesia


karna tidak mahir bahasa inggris jadi Elva menggunakan pembicaraan untuk nya menjawab apa saja yang harus dijawab dengan mengobrolnya bersama Erisa melalui translate di internet seperti yang ia pakai sebelum sebelumnya


disana, Elva mulai dekat dengan Erisa, Erisa bisa mengambil hati Elva dengan mudah, bukan hanya itu, ketika mereka lanjut jalan bahkan masuk mall bersama, keduanya cukup dikatakan dekat untuk hari pertama dan jalan pertama dalam masa perkenalan


Elyas bersyukur karna adiknya benar benar menghargai Erisa yang artinya sama juga menghargai yang jadi pilihannya


hari berikutnya dimana ketika hari ketiga...