My Name JOANA

My Name JOANA
30



tapi Joana masih saja berjalan dekati Elyas dan akhirnya mau tak mau Feris mendekatinya, dan tak lama Joana langsung menahan tangan Elyas yang mengepal


seketika itu Elyas melepaskan tangan nya dan melirik arah Joana


"kak... udah ya.. jangan" ucap Joana


diam diam malah Feris membantu ketiga gadis itu keluar tapi Mikail dan Arsan yang sadar langsung menahan mereka bertiga lagi


"kalian ini tidak punya pikiran apa?" tanya Feris


"kamu tidak tau apa yang mereka bicarakan" jawab Arsan


"bicarakan?" tanya Feris


Arsan menjelaskan semua yang diucapkan gadis tadi dan membuat Feris akhirnya malah ikut geram, mulut berani mengatai yang buta adalah Feris dan Elyas hanya karna menyukai gadis seperti Joana membuat Elyas dan Feris jelas geram


Feris dan Elyas langsung menatap kedua mata daei dua gadis disana karna yang satunya sudah berhasil kabru atas bantuan Feris tadi


tapi Joana langsung menahan keduanya (Feris dan Elyas) dan meminta kedua murid itu pergi


"pergi saja, ini tas kalian" ucap Joana


"Joana, maafkan kami ya, jangan marah kepada kami" ucap salah satu dari mereka


"iya, aku tidak marah, kalian pergi saja"


Joana menenangkan kedua pria itu disana dan meminta agar jauh lebih tenang, setelah membaik, Elyas akan menarik tangan Joana tapi ditahan oleh Feris disana


iya lah ditahan, Joana kan pacar Feris, didepan matanya pacar nya dibawa oleh pria lain, marah lah


"hei, apa loe" bentak Feris menatap tajam kedua mata Elyas dengan menunjuk tangan nya


"Joana ikut aku" ucap Elyas


"kemana kak?" tanya Joana


"tidak, gila sudah loe? disini ada pacarnya, loe mau bawa dia didepan pacar nya, loe gila?"


seketika itu Elyas menarik kedua pipi Feris dengan satu tangannya dan menatap nya tajam


"kak, kak El, udah, kak" ucap Joana


salah satu murid disana berlari menemui Ello yang sedang bersama Egar dan Michel di ruang kelas Egar


"Ello, dikantin ribut lagi singa nya" kata salah satu murid


"singa?" tanya Ello bingung


"Feris dan Elyas"


"dimana?"


"kantin utama"


saat akan pergi, malah Egar menahannya


"Egar, ada Joana disana" ucap Ello


"kamu tau kan mereka bagaimana?" ucap Egar


"tapi aku tidak mementingkan mereka" ucap Ello


"kurasa tidak usah ikut campur Ello" ucap Egar


"aku tidak ikut campur tapi ada Joana disana" ucap Ello dengan sedikit nada keras


seketika itu Ello melepaskan tangan Egar dan pergi, sementara Michel dan Egar mengikuti Ello juga


setelah sampai benar saja yang mereka temui sudah ribut


"berhenti" teriak Ello


Ello pun datang menghentikan semuanya, itu adalah tanggung jawab dia, karna dia menggantikan Galen sebagai ketua Bem pengganti


"kenapa kalian selalu ribut, tidak malu? kalian merebutkan wanita?" ucap Ello


"diam kau" bentak Elyas


"urus yang lain, urusan ini gak perlu elu" bentak Feris


"tapi aku teman Joana, kalau kalian tidak ikuti ucapanku untuk selesai, biarkan Joana memutuskan pergi denganku" kata Ello


Ello menarik tangan Joana tapi Feris menepis tangan Ello lalu Elyas menendang punggung Ello


"kak Elyas" teriak Joana


"aku tidak suka ada pria kasar kepada kamu" kata Elyas


"dan aku juga tidak suka pria lain menyentuhmu, pergi denganku" ucap Feris kepada Joana


akhirnya Joana pergi bersama Feris, karna bagaimana pun Feris adalah pacarnya, dan mereka meninggalkan kantin


setelah semua bubar, Ello ditarik oleh Egar untuk pergi dari sana, Michel mendekati arah Elyas lagi


"manusia lemah" ucap Michel


Elyas menatap tajam ke arah Michel seolah menanyakan apa maksud ucapan itu


"hanya cuma Joana kalian rebutan dan kalian melupakan citra dibangun kalian masing masing, kemana Elyas si singa kampus" ucap Michel


"lebih rendah ketika pria suka pada gadis tapi memilih menutupi karna takut pada pesaing nya" ucap Elyas dengan singkat


dan mendengar itu, semua tau apa yang dimaksud oleh Elyas, karna memang Michel sebenarnya menyukai Joana tapi memilih menyembunyikan nya karna tau saingan nya adalah Feris dan Elyas


dengan santainya Elyas pergi dan meninggalkan kantin itu


tak lama saat Elyas dan geng nya duduk disalah satu tempat duduk yang ada disetiap luar kelas, Elyas mendapatkan telfon teman adiknya jika adiknya kecelakaan


"dimana sekarang?" ucap Elyas


"dirumah sakit mitra kartini kak" ucap teman adiknya


"okeh aku pergi sekarang" kata Elyas


"kenapa bos?" tanya Mikail


"adik gue kecelakaan, gue pergi dulu" jata Elyas


"gue temani bos"


"bos, gue gak bisa, ada kelas, gakpapa bos?" tanya Arsan


"iya santai, kalau lo gak bisa gak apa Mikail" kata Elyas


"kalau gue bisa bos" jawab Mikail


jadilah Mikail dan Elyas pergi, setelah mereka pergi, saat Arsan akan pergi kekelasnya, ia tidak sengaja melewati lapangan basket kampusnya dan ia tak sengaja mendengar beberapa orang yang duduk dipinggiran sana membicarakan soal terkait Ello yng menjadi ketua Bem utama adalah hasil curang


mendengar masih ada hubungannya dengan Joana karna yang dibahas sahabat Joana, jadi Arsan memutuskan tidak masuk kelas tapi duduk tepat di dekat tiga murid itu


karna Arsan tidak ada yang mengenali, dia memang selalu memakai topi dan kacamata hitam setiap dikampus jadi jarang ada yang ingat kalau dia adalah anak buah dari Elyas, berbeda dengan Mikail yang muda dikenali


saat ia duduk, ia merekam dengan hapenya diam diam semua pembicaraan mereka bertiga dan betapa kagetnya ia ketika ternyata dibalik Ello berhasil menjadi ketua Bem utama karna perjuangan Joana


"waah serius pi? jadi si Ello dapat jabatan itu curang kan, pantas dia terpilih dong" jawab salah satu dari mereka


"iya aku tau nya begitu, aku dan Egar sudah tau tapi aku dan Egar diam, kurasa kalian sahabatku sebelum aku kenal Egar, jadi aku ceritakan ke kalian" kata Pipi, Hanafi sahabat baik Egar


"ahh astaga pantas saja si Feris bisa dapatin Joana ya, jadi merek selama ini pacaran karna..."


"iyap, karna Feris memberikan syarat Joana menjadi pacarnya maka Ello pemenang audisi ketua Bem saat itu" kata Hanafi


"memang kenapa alasan Joana mau ya?"


"Joana tau kalau Ello sangat ingin menjadi ketua Bem" kata Hanafi


"ahhhsss"


mendengar semua itu dirasa cukup, dan Arsan menyimpan rekaman itu lalu pergi dengan santainya, ia kembali kekelasnya tapi sudah mulai kelas, ia melihat jam sudah terlambat 30 menit sementara kelas hanya 60 menit


jadi ia memutuskan pulang, saat ia jalan, ia melihat Joana