
keduanya menarik Joana dengan kasar dan masuk kamar utama Motheo, disinilah mereka berdua mendorong Joana
"berapa kali saya bilang jangan coba lari" teriak Motheo
"kak, aku capek kak, aku ingin bebas, aku mohon bebaskan aku" kata Joana
"yaa, aku akan menurutimu" jawab Joana
"tidak ada, kamu tidak bisa dipercaya, kamu dihukum, diam disini, aku menguncimu dan tidak memberimu makan" kata Motheo
Motheo dan Samuel keluar dari kamar itu, membiarkan Joana dengan posisi terikat kedua tangan kakinya dan juga tersumpal mulutnya, lalu Motheo mematikan lampu dan tidak menyalakan ac, agar Joana merasa tersiksa
Joana hanya bisa diam disana, ia mencoba tenang dan mencoba bertahan, hingga pagi tiba, Joana masih di posisi nya yang sama, di kunci, tanpa lampu tanpa ac tanpa apapun
tak lama Samuel datang bersama empat anak buahnya..
"apa yang kita lakukan lagi pada anak ini?" tanya Samuel
"aku buntu pikiran, aku tidak tau lagi" kata Motheo
"aku ingat, Nico, kmau punya teman tukang obat kah?" tanya Samuel
"ahh? aku? emm"
"iya bos, aku sempat bertemu"
"bisa membuatkan obat untuk orang mengikuti apa saja yang kita perintahkan?"
Nico bingung dan melirik arah Morza, Fabian dan Ravansa, tapi malah Nico keceplosan
"semua ada bos, kamu mau minta obat apapun dia mampu" jawab Nico
"Nico" bisik Morza
"upps" ucap Nico baru sadar
"mana kontaknya?" tanya Samuel
"emm ini bos, aku lupa aku tidak kontakan sama dia" jawab Nico
"Nicoo?" ucap Samuel menatap nya tajam
"bos, iya beneran"
akhirnya Motheo menarik hape Nico dengan paksa, Nico ketakutan, tapi Samuel sudah mencekik leher Nico berusaha membohonginya akan ada dampaknya
"katakan siapa namanya, Sam" kata Motheo
"siapa?" tanya Samuel pada Nico dengan sedikit mencekiknya
"Dizon" jawab Nico
dan Motheo mendapatkan nama Dizon artinya Nico berusaha berbohong, akhirnya Samuel menghajar Nico habis habisan disana
masih ingat Dizon?
yaa dia adalah petugas bandara yang pernah membantu Motheo mendapatkan Sherla meskipun gagal juga akhirnya
Motheo pun menelfon dan mengajaknya ketemuan, Dizon mengiyakan, dan esok nya mereka bertemu bertiga antara Motheo, Samuel dan Dizon
"jadi ada apa ya bos?" tanya Dizon
"apa kamu bisa membuatkan saya obat racikan agar seseorang menuruti segala permintaan saya?" tanya Samuel
"aduh ada bos, tapi mahal"
"berapa juga saya bayar" jawab Motheo
"iya bos tapi lama juga obatnya jadi, karna butuh waktu pembuatan"
"dua hari?"
"cukup bos"
"okeh ini saya bayar, buatkan, kirim kealamat ini, kalau telat, saya akan menghilangkan nyawa mu dan keluargamu" jawab Motheo
Dizon takut lah, ia akhirnya membuatkannya saja, dan setelah jadi, ia mengantarkannya langsung dan diterima oleh Samuel langsung
"lalu apa kamu mau lakukan?" tanya Motheo
"aku akan buat dia mengurus kepindahan dari indonesia ke amerika"
"kamu pinter" kata Motheo
"kau baru mengakuinya?" tanya Samuel
"cepat lakukan saja"
Joana tau bukan obat biasa itu, ia tidak menelannya tapi menahannya di kerongkongannya untuk ia keluarkan lagi, Samuel terus memaksa agar Joana meminum air nya agar obat itu bereaksi tapi Joana pintar, ia tidak menelannya
beberapa menit kemudian, Joana melepehkan obat itu dan menutupi obat itu dengan badannya untuk ia duduki, tak lama Samuel masuk..
"ini tanda tangan, semua sudah saya siapkan" kata Samuel
"apa ini?" tanya Joana
"ini berkas untuk surat pindah warganegara kamu"
"tidaaak aku tidak mau" jawab Joana
"hei, kok menolak?" tanya Motheo
"apa obat nya sudah tertelan?" tanya Samuel
mereka memeriksa obat itu, mendapatkan obat itu malah tidak tertelan, membuat keduanya kesal, mereka hampir menghajar Joana tapi mereka terburu sadar itu bukan misinya mengasari Joana
"kenapa kamu tidak telan?" teriak Samuel
"tidak, aku tidak akan meminumnya, aku tau ada sesuatu dibalik itu" kata Joana
"kauuu" teriak Samuel sudah mengepalkan tangannya
hampir memukul tapi Samuel sadar itu tidak harus ia lakukan, karna ia tidak akan membunuh Joana
"kenapa? pukul? pukul saja, bunuh sekalian" jawab Joana
akhirnya mereka tidak melakukan kekerasan apapun, seharian berlalu kembali, tiba malam berikutnya, karna tidak tega, Motheo melihat kondisi Joana di kamar itu, Joana masih tidur..
melihat Joana tidur malam itu, Motheo kepikiran bagaimana ia akan mendapatkan Joana harus dengan rencana besar dan ia mendapatkan rencana itu, dimalam itu juga
esoknya dan dihari itu juga, Motheo menyuruh dua anak buah kepercayaannya yaitu Bams dan Max untuk mencari orang yang akan menikahkannya dengan Joana
"kalian berdua, hari ini cari orang untuk menikahkan orang" kata Motheo
"oh? untuk siapa bos?" tanya Max
"untukku, aku akan memaksa menikah dengan Joana, bilang berapa pun orang itu minta uang, saya bayar asal menikahkah saya" jawab Motheo
"tapi apa terpaksa itu tidak baik bos dilakukan? kalau Joana berontak bagaimana" jawab Bams
"okeh, kalian menolak artinya? aku akan menyuruh Bastian dan Delvin" jawab Motheo
"bos tapi"
"sudah, diam kalian, lakukan atau aku pindah pikiran?"
"baik bos"
merasa tidak tega, mereka menolak meskipun akhirnya mengiyakan, tapi mereka tidak tau mau melakukan atau tidak nantinya
mereka sengaja untuk tidak melakukan itu tapi Motheo merasa paham tentang kedua anak buahnya itu tidak akan mencari kan orang karna dari ia lihat kemarin saja sepertinya keduanya kasihan pada Joana
akhirnya ia pun menyuruh Bastian dan Delvin..
"bisa kalian carikan saya orang untuk menikahkan orang?" tanya Motheo
"ahh bos, pas, aku ada sepupu, ayahnya adalah orang menikahkan pasangan" kata Bastian
"bagus, atur untuk pernikahan minggu depan saya dengan Joana"
"wooh, Joana bos? kalian benar akan menikah? apa Joana menerima?" tanya Delvin
"tidak, itu terlalu lama, aku rasa sudah cukup sabar aku menunggu Joana menerima"
"iya bos, bener, itu bagus, kurasa memang harus dipaksa" jawab Bastian
"Bass" ucap Delvin pelan
"ya kan, bener kan? sampai kapan coba begini? kalau bos udah menikah kan artinya tidak akan lagi rebutan sama Sam" jawab Bastian
mereka melakukan rencana itu hanya bertiga karna Motheo tau rasa keberatan dari Max dan Bams, bukan karna Motheo curiga jika keduanya memiliki rasa tapi karna Motheo tau pasti keduanya (Max Bams) sama sama tidak tega melakukannya
tapi ini sudah jadi rencana besar Motheo diam diam menikahi Joana dengan paksa
"bos, semua sudah siap, semua saksi juga siap" kata Bastian
"siap? sore ini kan?"
"iya bos, siap"
sudah Motheo pastikan semua siap..