My Name JOANA

My Name JOANA
283



"kupikir kalian pergilah, nyawa kalian ancaman sampai empat anak buah dibawa tau siapa kalian" kata Joana


"Joana kamu yakin dengan pilihan mu?" tanya Walton


"iya yakin, kalian pergilah, aku tidak rela kalian dalam masalah sampai Sam dan Theo tau" kata Joana


"Joana aku tanggung resiko nya meskipun harus mati ditangan mereka, ayo pergi sekarang. aku jamin kamu aman kabur diwaktu sekarang ini" kata Wilson


"Wilson.. tolong lupakan semuanya tentang aku, anggap kita tidak pernah kenal" kata Joana


seketika itu Wilson terdiam, ia tidak tau lagi bagaimana yakinkan Joana dan Joana malah keras dengan pilihannya, hingga akhirnya dimana Samuel datang


menyadari ada yang aneh dengan rumah Joana, Samuel mencari apa aroma yang tidak biasa ada diruangan itu, yaa cukup membuat Samuel sensitive ketika mencium aroma dari Wilson dan Walton


"aku mendengar Sam datang" kata Joana


"ooh kamu serius?" tanya Walton


"iya cepat bersembunyi, dibawa kolong tidur ini" kata Joana


Joana meminta keduanya bersembunyi di bawah kolong kasurnya karna cukup besar jadi bisa membantu menutupi dua badan mereka


"sayang, ada siapa?" tanya Samuel


"ahh, tidak ada siapa siapa" jawab Joana


"aku mencium aroma aneh"


"aneh? aneh? apa? kamu mabuk lagi?"


"sedikit, tapi tidak berat"


"sudah mandi?"


"sudah dibawa kan, aku selalu menaati peraturan kamu sayang" jawab Samuel


"emm bagaimana kita diluar, aku buatkan makan?"


"tidak, aku sudah makan"


"minum?"


"aku tidak haus"


"lalu"


Samuel mengatakan tanpa ragu jika ia ingin berhubungan badan lagi malam itu, tanpa ia tau padahal ada dua pria asing dikamarnya, Joana merasa canggung juga malu, kan tidak mungkin melakukan itu didepan Walton dan Wilson?


Walton dan Wilson melihat begitu nyata bagaimana Samuel memeluk Joana dan melakukan pelecehan dengan menciumi leher hingga lengan Joana, mereka melihat jelas dari kaki Samuel yang begitu dekat dengan kaki Joana dan dipastikan badan nya menempel


sementara Walton dan Wilson ada dibawa kasurnya bagaimana mungkin berhubungan badan diatas keduanya?


"iya main tapi gak disini ya, gak dikamar ini" kata Joana


"hah? dimana? kamu mau ajak aku main dimana sayang?"


"di... kamar bawah saja ya"


"iyaa, ayo cepat, aku gak sabar, udah pengen lagi ini"


"iyaa"


Joana membawa Samuel keluar dari rumah atas dan masuk kerumah bawah, sementara Walton dan Wilson yang dibawa kolong kasur langsung keluar


mereka melarikan diri dari sana dengan keluar diam diam dan mencari celah untuk bisa kabur dari jendela kamar Joana dan menuju kearah belakang rumah agar tidak ketahuan empat anak buah Joana dibawa


saat lari, tiba tiba setengah jalan mereka lari, Wilson mulai berhenti dan diam, ia mulai duduk dipinggiran jalan dan melihat kearah langit


ia duduk merungkuk dan menyalahkan dirinya sendiri atas semua ini


Walton melihat itu langsung menghampiri adiknya dan duduk disamping Wilson dipinggiran jalan disana


"apa yang kau tunggu?" tanya Walton


"semua terlambat sungguh? bahkan gadis sebaik Joana sudah di nodai oleh pria sekejam Samuel" kata Wilson


"aku juga tidak tau harus berkata apa dan bagaimana lagi" jawab Walton


"semua salah ku? karna aku terlambat, andai dirumah lama Joana mau, dia tidak akan dinikahi oleh mereka" kata Wilson


mereka pun mencoba iklas dan melupakan Joana disana agar bisa lebih rela, mereka benar benar harus melupakan Joana..


sementara Joana yang membawa Samuel kerumah bawah..


Joana membawa masuk Samuel kedalam kamarnya dan menutup pintunya, Samuel mulai meraba beberapa bagian sensitive Joana hingga akhirnya mereka melakukan itu


setengah bermain, Joana malah mual, ia tidak tahan dan lari ke toilet dikamar itu, Samuel mengikuti Joana dan menanyakan apa yang terjadi, Joana hanya bilang ia sedang kelelahan


"sayang? apa? ada apa denganmu?" tanya Samuel


"aku kelelahan, kita berhenti dulu bermain" kata Joana


"yaudah ayo kita tidur saja"


Joana akhirnya tidur dan tak melanjutkan kegiatan hubungan badan itu, tapi bukannya Joana beralasan untuk terlepas dari hubungan badan, Joana benar benar merasakan sakit pada perutnya dan merasa kurang enak badan


ia benar benar mual dan seperti ingin memuntahkan seluruh isi dalam perutnya, jadilah ia tidur disana agar besok ia bisa bekerja dengan fit


paginya..


Joana bangun, mandi dan membereskan urusan rumahnya tak lupa juga ia membangunkan Samuel untuk ia akan pamit pergi bekerja, Samuel bangun dan mencium kening Joana


sesampainya di Jorshy, ia melakukan beberapa kegiatan nya kembali, baik dengan Calvin atau dengan pasiennya yang lain dan beberapa hari berlalu, ketika Joana merasa badannya sangat tidak enak karna ia benar benar tidak memikirkan soal mual dialami nya beberapa hari terakhir


diruangan kerjanya bersama Westly tak lama Shilly masuk memberikan dokumen tentang pasien baru akan datang


"hai Joana" sapa Shilly


"hai kak Shilly" sapa Joana


"ini berkas dokumen pasien baru masuk semalam, kamu pelajari saja"


"okeh kak, aku simpan dulu"


"yaa"


Joana tak sengaja malah mual lagi tanpa sebab, Joana pergi ke toilet diikuti oleh Shilly, Shilly melihat itu kuatir ada sesuatu terjadi pada Joana


"Joana apa yang telah terjadi denganmu?" tanya Shilly


"emm, tidak tau lah kak, ini aku beberapa hari ini mual, setiap aku cium aroma baru gitu, nanti kalau udah biasa udah enggak kok" jawab Joana


Shilly mendengar itu seketika ia kaget, ia melirik arah Joana dari atas kebawah hingga ia fokus pada perut Joana..


"Joana, kamu pegangin perut dan mengusapnya?" tanya Shilly


"ahh reflek, aku juga tidak tau perutku terasa cukup sakit"


"Joana? kamu tidak terlambat minum obatnya kan rutin?"


"tidak kak, aku rutin malah gak pernah terlambat sampai sejam, aku selalu pas waktu" kata Joana


"tapi kamu yakin kamu tidak apa apa?"


"ya hanya itu keluhannya dokter cantik" jawab Joana


"tunggu, aku rasa kamu hamil" kata Shilly


"wooh? bicara apa dokter ini?"


"serius aku Joana, ciri ciri ini ada pada kehamilan saja, kau merasa aneh dengan perut, sering mual, apa lagi?"


"sudah itu saja, pusing sedikit sedikit"


"iya kamu harus periksa deh, kamu benar hamil kurasa" kata Shilly


"bagaimana bisa dokter? aku meminum obatnya rutin tanpa terlambat sedikit pun kok setiap hari nya" kata Joana


"obat saja seberapa kekuatan obat sih?"


"kamu serius ini kak? terus bagaimana?"


"periksa saja dulu"


Joana kuatir ia hamil, ia pergi untuk memeriksa saja dan ketika sampai dirumah sakit umum, ia mengambil antrian, lalu bagian nya untuk diperiksa, lalu menunggu lagi untuk hasil lab