My Name JOANA

My Name JOANA
285



Joana melepaskan pelukan Fabian, ia tidak mau jika ada yang melihatnya menjadi salah sangka, Joana melepaskan pelukannya dan mengusap air mata nya, menarik napasnya perlahan dan juga melepaskannya perlahan


"aku harap kamu tidak mengatakan apapun pada siapapun soal ini" kata Joana


"kamu tenang saja nona" jawab Fabian


"aku mau berpikir cari cara bagaimana aku bisa mengatakan ini kepada mereka (Samuel dan Motheo)"


"semoga kamu dan bayimu selalu baik baik saja ya"


"iya makasih kak Bian, masih baik kepadaku, mau dengarkan aku, aku tau kalau soal ini tau kepada Sam dan Theo soal aku mengatakan pertama kepadamu, mereka akan mencelakaimu, tapi kamu tenang, aku menjagamu"


"makasih juga nona"


"untuk apa makasih mu kepadaku?" jawab Joana melirik kearah Fabian


"karna sudah menjadi orang baik meskipun seharusnya kamu bisa melakukan semenang menang kepada siapapun"


"orang baik tidak diukur dari seberapa banyak waktu kita luangkan cukup perhatian, benar?"


"setuju"


membahas makanan, hingga membahas kehamilannya malah kali ini pergi kearah pembahasan pacar Fabian


"oh ya, soal pasangan, kamu sudah punya pacar ya?" tanya Joana


"ahh? mana ada? belum nona"


"belum? masak sih? oh terakhir kamu sama Erisa kan?"


"emm, iya terakhir sama dia"


"dia sudah menikah"


"iya aku tau"


"diundang?"


"tidak"


"ohya?"


"memang nona?"


"diundang kok, malah sebelum nya aku menikah dengan Sam atau Theo"


"oh ya? emm, datang?"


"datang"


"emm"


melihat wajah Fabian berubah, Joana tau pembahasan itu membuka kembali luka yang sudah mengering..


"emm, maaf" kata Joana


"ahh? maaf?"


"iya, aku malah bahas itu"


"santai nona, aku santai"


Joana diam disana sembari memikirkan siapa gadis yang bisa ia kenalkan kepada Fabian yang memiliki sikap baik dan vibes yang cocok dengan Fabian, tentu yang dekat dengan Joana


berpikir bagaimana dengan Faren?


tapi Faren mantan Max, tidak akan mungkin bersama Fabian, karna Fabian dan Max kan memiliki bos yang sama sama menikahi Joana, yang ada Joana disalahkan atas pecahnya hubungan keduanya


kalau dengan Brielle?


tapi Brielle masih muda, usianya jauh dengan Fabian, kurang cocok saja, yaaa meskipun Joana dengan Sam dan Theo terbilang jarak usia jauh, tapi justru itu alasan Joana tidak merasa jika cocok


lalu dengan siapa?


saat berpikir, Fabian berdiri akan pergi, seketika itu Joana teringat kepada Akeyla, bagaimana jika mengenalkan Fabian kepada Akeyla? itu cukup keputusan yang sangat tepat


"tunggu, Bian" kata Joana


"yaa nona? ada lagi?"


"ada, aku belum selesai"


"oh maaf nona, masih ada apa ya?"


"emm aku kenalin sama temanku mau? baik kok anaknya"


"emm? siapa?"


"ada, teman ku kuliah"


"dari indonesia atau amerika dia?"


"amerika lah, dia asli sini, teman ku kuliah pas aku pertukaran pelajar"


"ohh anak kampus situ? siapa?"


"ada deh, first aku akan ketemuin kamu"


"namanya?"


"ada aja deh, first nanti kalau aku sudah ketemuin kamu"


"hehe"


Fabian pergi, tertinggal Joana sendirian lagi, malam, Samuel datang dan masuk kamar Joana, melihat Joana sudah tidur masih dengan buku yang dia genggam ditangannya


Samuel menarik buku itu dan ia membaca sekilas judul bulunya tapi tidak ia begitu perhatikan, padahal judul nya sudah tentang "kehamilan dini menjaga diri untuk tetap tenang meskipun kebobolan"


yang artinya harusnya Samuel berpikir jika buku itu ada kaitannya dengan Joana, tapi karna Samuel juga cukup kesal baru pulang jadilah ia tidak fokus


ia pun tidur disamping Joana dan memeluk Joana yang tidur membelakanginya


btw. Joana selalu tidur membelakangi suaminya siapapun itu baik Samuel atau Motheo, kecuali Egar, kadang ia membelakangi kadang berhadapan, karna Joana memang lebih suka tidur dapat pelukan dari belakang


Joana terbangun karna Samuel datang...


"kamu kok datang malam?"


"iya, aku baru pulang sayang, kenapa kamu bangun?"


"aku mau ketoilet tunggu"


"emm"


Joana balik dan melihat Samuel sudah molor, jelas itu terlihat kecapekan, jadi Joana tidur juga...


paginya..


Joana bangun, membersihkan rumah juga dapur, ia ingin makan tapi tidak ada bahan makanan apapun didapurnya, ia turun ke rumah bawah, tapi didapur rumah bawahnya juga tidak ada bahan masakan


jadi ia balik keatas dan bersiap siap, ia ingin pergi keluar, ke market atau pusat belanja untuk membeli bahan bahan masakannya


setelah siap, Joana baru selesai didepan cerminnya, Samuel bangun dan melihat istrinya rapi


"kemana sayang?"


"aku mau ke market, beli bahan masak, aku lapar"


"pergi sendiri?"


"ada Vansa Delvin"


"sama aku saja, aku antarkan"


"kamu gak kerja hari ini?"


"gak penting buat aku, aku pentingin kamu apapun itu"


"hemm yaudah sana siap siap"


"em"


mereka keluar, turun, lalu Joana berpamitan kepada empat anak buahnya, Joana memberikan uang cash kepada Benjie untuk berempat, Benjie sendiri, Albern, Ravansa, dan Delvin, dan masing masing 100ribuan


"ini, aku tinggal pergi dulu" kata Joana


"oh, iya nona terimakasih" jawab Benjie


"nona, pergi bersama bos Sam?" tanya Ravansa


"yaa, aku pergi ditemani dia, kamu tinggal disini, jangan ikut deh, ya, aku pergi" ucap Joana


Joana masuk ke mobilnya dan Samuel mulai jalankan mobil, baru keluar dari rumahnya, Samuel menanyakan tentang sikap Joana kepada anak buah


"kamu tadi ngapain ke anak anak?" tanya Samuel


"aku pamitan pergi" jawab Joana


"ngapain pamit? pergi tinggal pergi"


"tapi aku pergi pamit agar bisa menitipkan rumah"


"oh sama jangan biasa kan kamu kasih uang ke mereka seperti tadi" ucap Samuel


"kenapa? salah?" tanya Joana


"yaa lah, gak boleh, seenak nya saja nanti mereka"


"tidak ada mereka seenak nya"


"ya kebiasaan dikasih nanti"


"ya gakpapa kan? lagipula apa kamu bayar mereka selama mereka bekerja untukku?"


"ya tidak"


"mereka bekerja dengan mu karna takut, bermasalah denganmu itu membahayakan nyawa, jadi mereka sekarang jadi hakku, jadi mau aku apakan ya hakku"


"iya tapi jangan dibiasakan"


"biarin lah, aku gak suka kamu atur atur, aku bertahan bersama kamu karna kemarin kemarin kamu tidak campur urusan ku, kenapa malah sekarang ikut campur?"


"ahh iya tidak usah deh dilanjutkan, aku tidak mau bertengkar"


"emm, bagus, intinya kalau kamu mau mengaturku soal apapun termasuk mereka, jangan larang aku mengaturmu dengan banyak urusanmu? bagaimana?"


"iyaaaa sayang, aku menurutimu, aku tidak mau berdebat dengan kamu, udah" kata Samuel


sesampainya di market, mereka turun, lalu membeli beberapa kebutuhan Joana, tidak ada yang mengenali siapa Joana, karna setiap Joana keluar entah sama Samuel atau sama Motheo, selalu ia memakai masker penutup wajah dengan kacamata hitam