
tapi juga karna sebenarnya ia tidak rela saja soal ini, ia masih menyimpan juga perasaannya kepada Joana
sesampainya Motheo, duduk seperti biasa dengan anak buah nya yang lain juga, Bastian disana melirik kearah Max lalu menyentuh lengan Max dengan siku nya
Motheo yang menyalakan korek untuk rokoknya melihat itu
"kenapa kalian?" tanya Motheo
"ahh, emm, ini bos" ucap Bastian
"ah em ah em, kenapa? ada masalah gak bisa kalian atasi?"
"bukan, bukan itu, lain urusan itu bos" jawab Max
"ya terus?"
"kemarin kita ketemu sama Fabian bos" kata Max
"Fabian? Bian Bian anak buah Sam?"
"iya, dia, kita ketemu pas beli makan malam kemarin, udah agak lama sih, 3 harian"
"ya terus? kenapa? kalian dihajar? apa apa?"
"gak bos, jadi Fabian tidak tau kok ada kita disana, waktu beli makan ditempat itu kami bersamaan keluar tapi dia gak lihat kami" jelas Bastian
"ahh terus?"
"terus kita lihat dia kan jalan sama adiknya, beli makanan, di lapak makanan itu ada Erisa, pacarnya Fabian yang udah putus" kata Bastian
"ya terus?"
"tapi Erisa mantan Fabian ketemu Fabian saat sama pacar barunya"
"emm"
Motheo mulai bosan mendengar cerita Max dan Bastian disana karna ia berpikir tidak ada hubungan apa pun jika ada masalah antara Fabian, Erisa dan pacar baru Erisa (Elyas) tapi ketika menjelaskan nama Elyas...
"pacar barunya itu adalah Elyas" jawab Max
"Elyas? Elyas siapa?" tanya Motheo mulai mendengarkan Max dan Bastian
"Elyas, mantan pacar nya Joana yang mereka pernah pacaran disini lalu putus dan kembali ke indonesia bersama"
"yaa, bukannya dia pergi sama Joana kan kembali?"
"iya tapi kami kemarin itu benar benar liat Elyas sama Erisa disana"
Motheo tau hubungan yang terkait dengan Joana termasuk tentang Elyas yan membuatnya otomatis tau juga dengan hubungannya dengan Erisa dan Fabian
mendengar itu semua, Motheo sebenarnya penasaran, tapi ia sudah berusaha melupakan soal apapun tentang Joana..
"gini bos, kalau tau, ini saya ada alamatnya, kalau kamu mau mencarinya, kalau mau, itu rumah tempat tinggalnya Elyas" kata Bastian
Motheo memerhatikan tulisan alamat kontrakan tempat tinggal Elyas yang diberikan oleh Bastian itu, ia sambil mengingat sebenarnya alamat itu, karna jauh dari dalam hatinya, ia masih penasaran.
"saya minta jangan bahas itu, kalian kalau mau urus, jangan urus hal itu lagi, saya sudah melupakannya" kata Motheo
"tapi kan bos bilang kalau Joana balik, bos tidak akan menghindarinya" tanya Bastian
"kan kalau Joana balik, yang balik Elyas, apa dia sama Joana? mungkin? jelas itu kalian lihat nya sama pacar Fabian kan?" ucap Motheo
"ya iya sih"
"yaudah, jangan mengurus itu, ingat, soal Joana bukan urusan kalian, ini urusan saya" kata Motheo
"iya bos" jawab keduanya
Max memberikan kode kepada Bastian yang Bastian tau apa arti kode itu, ia pun diam, mereka melupakan pembahasan itu disana...
esoknya.. saat pagi, Motheo bangun dari tidurnya, ia duduk diranjang tidurnya, saat menurunkan kakinya, ia terngat perkataan dari Max dan Bastian kemarin, ia mulai memikirkan itu
yaa kepikiran, apa ia mencari tau itu?
apa ia harus mencari tahunya sendiri?
karna benar benar penasaran, ia masih ingat alamat itu meskipun ia jarang kearah itu, dan ia bersiap siap pagi sekali pergi lalu naik ke mobilnya
masih ingat Benjie? dia pria yang pernah disapa Joana karna bingung mencari toilet dimana
"bos Theo baru saja keluar, apa kalian tidak bertemu?" tanya Benjie
"keluar? bah, kapan?" tanya Delvin
"baru saja, kalian tidak mengatur janji dulu?"
"ya tidak, kan jadwal hari ini kesini, kami kesini karna mau ketemu bos, jadwal wajib kesini" kata Delvin
"memangnya kemana katanya?" tanya Bams
"gak ngerti, gak bilang"
"naik?"
"mobil"
"sama?"
"setir sendiri"
"emm rapi?"
"casual"
mereka tidak tau kemana perginya Motheo disana bahkan Bastian juga tidak sadar jika Motheo pergi mencari Elyas atas informasinya, jadi mereka pergi saja
seementara Motheo sampai dialamat kemarin, ia melihat setiap nomor rumah depan gerbang itu, dan mencari rumah dengan nomor B2.14
disitu tempat dimana Motheo dan Lerry tinggal tapi tidak ada siapapun disana, dan karna satu jam menunggu, ia penasaran ia pun turun, mencoba mencari orang sekitar dan tepat sekali Lerry baru saja akan keluar dari rumah itu
melihat pria berpakaian tertutup lengkap, Lerry hanya diam, membuka pagar rumahnya dan mencoba tegap, tapi pria itu menyapa lagi
"apa kau tinggal ditempat ini?" tanya Motheo
"iya, saya, ada apa ya?"
"ada berapa orang dirumah?"
"2, dengan teman saya, tapi teman saya pergi lanjut duluan"
"teman?"
"iya, apa anda ada urusan dirumah ini? atau?"
"saya teman dari pacarnya teman kamu, teman kamu apa Elyas?"
"ahh, Elyas, iya, dia yang tinggal bersama ku disini"
"Elyas bukannya di indonesia?"
"iya dia balik tapi kesini lagi kok, baru berapa bulan disini, kamu temannya? aku telfonkan kah?"
"oh jangan, tidak perlu, saya hanya tanya, apa dia datang kemari lagi sendirian? karna saya tau dia pulang bersama pacarnya, pacarnya yang teman saya orang indonesia kan"
"oh iya, tapi Elyas balik sendirian, dan cerita nya sama Joana pacarnya sudah berakhir, hanya itu yang saya tau"
tanpa berkata kata apapun lagi disana, Elyas pergi begitu saja dan meninggalkan Lerry, Lerry merasa bingung dan heran dengan sikap pria itu, ia tidak meyadari pria barusaja bicara dengannya adalah Motheo
hari berlalu, dimana ketika Lerry sedang makan bersama dengan Elyas dan juga Halburt, tentu dengan staff yang lainnya juga, tapi jika selalu masuk dalam shift yang sama dan jam istirahat selalu makannya duduk bertiga
btw tempat toko dan tempat supplier hanya berjarak 5 rumah saja ya jadi masih dalam 1 kompleks yang sama, dan juga tidak jauh kok dari kontrakan Lerry yang ditinggalinya dengan Elyas
saat makan..
"ehh, minggu ini kita jadi dari bos dapat jatah libur ya?" tanya Halburt
"iya pak, katanya jadi, kurang 3 hari kan, dan liburnya kita 2 hari" jawab Lerry
"isssh, pak Halburt sudah tanya tanya mulu aja, kangen istri ya pak?" sambar Elyas
"ya gak gitu pak Elyas, malah rencananya ini, istri saya mau balik kerumah mertua saya, beberapa hari karna urusan keluarganya, saya pikir saya tidak ikut saja, jadi free, free istri free kantor haha" jawab Halburt