My Name JOANA

My Name JOANA
234



dan siang itu benar saja Samuel pergi, lalu sampai di caffe mereka janjian


"bos, ada apa ya bos?" tanya Dizon


"saya butuh obat lagi, kali ini saya minta jangan ada yang tau"


"siap bos, obat kemarin kah?"


"emm kemarin membuat pingsan?"


"iya sebentar tapi bangun dan menuruti semuanya kok, kemarin kan gagal?"


"iya gagal, kamu tau? dari mana?"


"Nico bercerita katanya gagal"


"ahh iya, gagal, tapi jangan obat itu lagi sudah, saya sudah malas karna gagal, obat lain ada"


"emm ada, tapi bukan obat bos, cairan, mau?"


"cairan? apa namanya?"


"devilish pit"


devilish pit adalah cairan yang jika sampai dicampur pada minuman seseorang, orang itu akan lumpuh selama 10 menit dan dalam keadaan sadar, masih bisa melihat, tidak pingsan dan masih merasakan sesuatu, bisa melihat dan mendengar


"berapa harganya?"


"ini lebih mahal sih dari kemarin"


"oh yaudah kalau mahal saya mau"


"mau kan? okeh saya buatkan minggu depan baru bisa di kirim"


"okeh, kabari saya, kirim di alamat ini (rumah pribadi Samuel)"


"siap bos"


membayar setengah dulu dari harganya baru dilunaskan jika barang datang, dan Samuel pergi


selama seminggu itu, Samuel menyiapkan acara khusus untuk party, ia akan membuat party dimana akan ada party kecil kecilan setelah pernikahannya


pernikahan? yaa.. pernikahannya dengan Joana, karna ia menggunakan obat dari Dizon untuk bisa menikahi Joana dengan Joana sadar tidak tanpa menolak dan devilish pit inilah yang bisa melancarkan keinginannya itu


Samuel mulai menyiapkan persiapan segala nya, mulai dari tempat, orang yang akan menikahkan nya, beberapa saksi dan yang lainnya


"bos, ini pernikahan? siapa menikah?" tanya Nico


"saya, dengan Joana, saya akan menikahi Joana"


"ahh bos serius? Joana sudah menerimanya?" tanya Fabian


"tidak perlu Joana menerima, karna ia akan menolak"


"lalu bagaimana bisa?" tanya Fabian


"bos pakai obat dari Dizon ya?" tanya Nico


"iya, pintar kau, tapi obat ini adalah obat paling aku mau, jadi aku bayar mahal" kata Samuel


"bos, apa kau tidak kasihan pada Joana?" tanya Fabian


"justru ini saya kasihan, kalau menikah dengan saya, dia akan bebas dari Motheo" jawab Samuel


semua diperintahkan Samuel untuk siapkan apa saja list kebutuhan pernikahan, semua menurutinya karna takut jika menolak akan mati lah


di hari keenam, obat itu datang, dimana malam itu sudah ditangan Samuel, semua malam itu dipersiapkan oleh Samuel dan empat anak buahnya


setelah semua siap, bak kesempatan itu terpampang lebar, ia pun memutuskan untuk datang kerumah Motheo menemui Joana


"pada kemana sepi?" tanya Samuel


"bos keluar sejak siang, ada urusan" jawab Max


"ahh, hanya kamu disini?"


"apa kamu tidak melihat ada staff jaga lainnya?"


"ya lihat, udahlah" jawab Samuel


Samuel datang sendirian karna empat anak buahnya ada di tempat pesta akan digelar itu, lalu Samuel masuk kamar Joana dan melihat Joana baru selesai telfonan


"siapa telfon?" tanya Samuel


"kak Theo" jawab Joana


"apa katanya?"


"suruh makan, tidur cepat, jaga diri"


"ahh, kapan dia pulang?"


"bulan depan?"


"wooah lamanya? dua minggu kah?"


"emm"


"Joana, ikut yuk malam ini, aku ada acara pesta kecilan gitu, sama teman temanku" kata Samuel


"pesta? acara apa?"


"ada makan makan, rame sih, sama keluarga, anak istri dari anak buah ku semua"


"ada apa ajak aku?"


"gakpapa, biar kamu ada hiburan, aku tadinya malas mau datang, tapi aku tau kamu bosan, sesekali lah ikut ya"


"emm.."


"sudah siap siap, aku serius ini, gak akan aku mencelakaimu" kata Samuel


"mana buktinya kamu tidak bohong kalau ada parti"


"tunggu biar kutelfon Ravansa"


sebagai bukti kuat, Samuel menelfon Ravansa dengan video calling dan Ravansa memperlihatkan memang ada pesta, melihat makanan terasa enak enak, Joana pun mau, sesekali lah keluar makan malam kan, lagipula dalam hati Joana ia akan dijaga oleh Samuel terus dalam kekangan, pas sekalinya ngajak makan diluar yaudah lah mau mau aja


mereka keluar, Joana tidak menggubris Max..


"kemana?" tanya Max


"urusanku" jawab Joana


"tapi kamu tidak bisa keluar tanpa izinku"


"bukan izinmu, aku butuh izin kak Theo" jawab Joana


"iya, tapi kamu harus hubungi bos dulu"


"tenang saja Max, dia sama aku, kau tau aku dan Theo" jawab Samuel


"iya, tapi tidak bisa, kamu harus menelfonnya"


"eh, tidak penting, urusan mu menjaga ku, kalau aku mau pergi, ya terserah aku lah" jawab Joana


"aku akan menelfonnya nanti" jawab Samuel


mereka pun pergi, sesampainya ditempat itu, tidak ada kejanggalan, yaa memang banyak orang disana, tapi sedikit asing karna sedikit acara sepertinya resmi


"ini siapa menikah?" tanya Joana


"ada, teman ku, salah satu anak buahku maksudnya, ayo kesana" jawab Samuel


"emm"


Joana merasa janggal, karna itu seperti acara gelaran akad pernikahan, ia melihat juga beberapa tamu


semua terlihat cukup rapi, tapi itu pesta kan? yasudah lah akhirnya Joana mengikuti acaranya saja


Samuel membawanya kesalah satu meja dan duduk bersama disana, diam diam Samuel kearah belakang membiarkan Joana mengambil minuman minuman dan menikmati makanan disana juga


Samuel izin ketoilet..


"aku ketoilet dulu" kata Samuel


"jangan lama lama, aku tidak enak"


"iyaa"


Samuel kebelakang, ia bukan ketoilet tapi meminta agar semua minuman dicampuri dengan devilish pit nya, semua minuman, ia berikan obat itu agar Joana mau minum yang ia pilih mana pun tetap merasakan dampak devilish pit nya


tapi karna semua nya di campuri jadi Samuel meminta agar empat anak buahnya melarang siapapun disana untuk minum, tapi sudah di jelaskan sama Samuel pastinya mereka tau


semua mendapatkan kode tangan terangkat keatas dari salah satu anak buah Samuel (Nico) dan Samuel kembali duduk di samping Joana


tak lama pelayan pembawa minuman datang


"kamu minum?" tanya Samuel


"emm, mau" jawab Joana


"ini" kata Samuel


Samuel mengambilkan salah satu gelas di nampan pengantar minuman tapi Joana ragu, ia takut jika itu adalah minuman beracun, karna sebelumnya kan Samuel pernah memiliki obat aneh untuk Joana


"aku ambil sendiri" jawab Joana


"loh ini saja aku sudah ambilkan juga" jawab Samuel


"tidak, ambil lain nya saja aku"


"Joana, kenapa sih rewel amat?"


"udah, masalah? cuma minuman kan?"


Joana menahan pengantar minum, dan memilih satu gelas lainnya, lalu selesai ambil satu gelas tapi ia masih merasa ragu untuk meminumnya karna Joana berpikir itu pasti untuk satu nampan minuman tidak baik


jadinya Joana membatalkan minumannya, menghentikan pengantar minuman lain