
Elyas menggenggam tangan Joana sampai pelajaran dikelas Joana berakhir, Joana kembali kekelasnya dan melihat sudah tidak ada murid disana, ia akhirnya pulang juga
sesampainya dirumah..
"makasih kak sudah antar aku" kata Joana
"kamu istirahat ya"
"iyaa, kamu gak mau duduk dulu? dari pagi tadi temani aku, biar duduk dulu ya, aku buatin minuman"
"tapi gak apa sama ayah ibumu?"
"iya gakpapa lah"
Joana membuatkan minuman lalu membawakan kepada Elyas
"ini ya kak"
Joana duduk disamping Elyas disana, menunggu Elyas menikmati dulu minumnya sambil istirahat dulu sebelum lanjutkan pulangnya
saat itu, Joana juga melihat kearah langit yang gelap yang malam itu tidak ada bintang, Elyas juga melihat kearah fokus Joana
seketika teringat soal kejadian mati lampu dirumahnya ketika itu Joana masih santai melakukan kegiatannya
"sayang" ucap Elyas
"iyaa.." jawab Joana
"aku mau tanya deh, kamu kemarin dirumahku waktu mati lampu kenapa gak takut? biasanya cewek walaupun gak takut tapi reflek kan kaget"
"aku sudah biasa"
"biasa?"
"aku biasa gelap"
"kamu biasa gelap? maksudnya?"
"tidak ada maksud, tapi aku biasa maksudnya gelap" jawab Joana
"kamu kenapa lihatin langit?"
"gak ada bintang ya kak"
"iya, lagi tidur mungkin"
"hahah kak Elyas, bisa aja"
"emm, haha kamu ini, benerkan aku?"
"iya iya"
beberapa menit lagi terdiam, sama sama diam mereka hanya memandang kelangit malam itu
"Joana" sapa Elyas
"iyaa?"
"aku sayang kamu"
"kamu sayang, kamu janji aku juga buat berubah, tapi kenapa tadi masih kasar?"
"aku gak suka sayang ada yang kasar sama kamu, aku gak peduli siapapun itu"
"ya tapi janji kamu sendiri kan"
"iya sayang, iyaaa"
tak lama Amir dan Melanie datang, menyapa anaknya dan teman anaknya disana
"hai, kok belum masuk? baru selesai kampus?" tanya Melanie
"iya ma, ini sama teman ku diantarkan pulang" jawab Joana
"loh ayo ajak masuk dulu, saya ibunya Joana, dan ini ayahnya" kata Melanie
"salam kenal tante, om, saya Elyas"
"jadi baru keluar kampus jam segini?" tanya Amir
"sebenernya tadi pulang nya pa, dan sampai dirumah juga tadi, tapi aku ajak kak Elyas" jawab Joana
"ya udah masuk dulu nak" ajak Amir
"iya om, ini sudah mau pamitan" jawab Elyas
"waah makasih ya sudah antarkan Joana"
Elyas pun berpamitan, dan esoknya..
Joana datang kampusnya siang, karna ada jam nya hanya siang dan sore, setelah Joana siangnya sampai di kampus, ia masuk kelasnya dan memulai membaca beberapa materi yang akan ia ikuti siang itu
beberapa temannya berdatangan juga dan tak lama dosen datang memulai mengajar, setelah pelajaran berakhir dua jam berikutnya, Ello melirik kesana sini diluar kelas, mencari siapa tau ada Elyas
memastikan tidak ada jadi ia langsung menutup pintu kelasnya dan meminta Joana untuk masih stay dikelas karna ada yang mau mereka bicarakan dan yang ada dikelas itu hanya Ello, Wita, Vera dan Nanda yang ada di ruang kelas mereka habis pelajaran
"Joana, kamu mau kemana?" tanya Vera
"ke perpustakaan biasa"
"kita mau bicara bisa?" tanya Vera lagi
"bisa Vera, ada apa?"
"tunggu, kemana Elyas? tidak ngampus?" tanya Ello
"kak Elyas ngampus, tadi kesininya bareng kok, tapi dia ada kelas"
"oh ada kelas? berapa jam?" tanya Ello
"3 jam"
sementara dikelas Joana hanya 2 jam, dikelas Elyas ada 3 jam, jadi bisa ada kesempatan untuk mereka mengintrogasi Joana dengan sisa satu jam
"Joana, sekarang aku mau tanya serius soal hubungan kamu sama Elyas" kata Ello
"kak Elyas? kenapa Ello?"
"kok kenapa? kita yang tanya, kenapa? kenapa bisa nya kamu putus dari Feris tapi malah bareng Elyas pacaran pula" kata Ello
"aku.. kamu tau sejak kapan?"
"kamu lupa kemarin waktu kelas nya pak Marko? aku dengar jelas Elyas mengatakan kalau kamu pacarnya" kata Ello
"gini deh, mengaku saja, ada apa antara kamu sama dia" kata Vera
"aku tidak ada apa apa kok"
"tapi gak ada apa apa kenapa pacaran?" tanya Vera lagi
"kita kenal kamu Joana, kamu kemarin saja pacaran sama Feris karna Ello, kamu pasti memiliki rencana besar kan dibalik pacarannya sama Elyas" kata Wita
"em.. aku benar biasa saja kok"
"enggak, aku gak percaya sama sekali kekamu, jawab saja Joana, aku dan semua yang dikelas ini sekarang tau siapa kamu" jawab Ello
"Joana, jangan takut, kami tidak akan marah, kamu cerita saja, lepas dari ceritanya kalau kamu mau lanjutkan hubungan ya lanjutkan saja, keputusanmu itu, tapi kita butuh penjelasan" kata Nanda
Joana memang tidak ada rencana dibalik hubungannya, ia bingung, karna ia mau menerima Elyas karna ia ingin membantu Elva, berpikir berulang ulang apa ia harus mengatakannya saja, tapi..
"Joanaaa" ucap Ello
"Joana, kamu anggap kita apa sih? kita ini disini ada buat bersama, bukan masing masing, ada yang harus kita bantu, ya kita akan bantu, tapi jangan diam lah" ucap Vera
"Vera.. Ello.. Wita.. Nanda.. makasih ya kalian sudah baik sama aku, aku selalu ingin kalian jauh lebih bahagia dibanding kan aku" jawab Joana
"ya sama, aku juga sama begitu, aku makasih bahkan sebesar besarnya kepadamu, apapun itu alasannya, aku juga ingin kamu kamu lebih bahagia, tapi bukan ini pembahasannya, jawab saja, ada apa kamu dan Elyas" jawab Ello
"aku sama kak Elyas tidak ada hubungan apapun sama kalian"
"lalu?" tanya Vera
"iyaa aku cerita, aku hanya ingin membantu Elva, adiknya kak Elyas, buat bisa merubah sikap kasar kak Elyas, Elva meminta ku membantunya" kata Joana
"Elva?" tanya Ello
"ohh dia gadis yang kesini beberapa hari lalu kan? oh dia datang meminta itu kepadamu?" tanya Wita
"enggak juga sih, dia hanya meminta bantuan tapi aku gak dipaksa kok, aku mau bantu siapa tau dengan aku sama kak Elyas, aku bisa membuat kak Elyas berubah"
"kenapa harus kamu? apa hubungannya?" tanya Nanda
"ya karna adiknya itu tau kalau kakaknya suka sama Joana" sambar Vera
"ya karna itu memang kata Elva, kalau sama aku, kak Elyas akan menuruti semua" jawab Joana
"Joana, Joana, Joana, sampai kapan mau mengalah membantu orang mengorbankan dirimu?" tanya Ello
"aku gak mengorbankan diri karna siapapun Ello, aku benar niat membantu, kalau kak Elyas berubah, dampak nya bukan hanya pada Elva kan, pada kalian bahkan satu kampus" kata Joana
"iya iya terserah kamu dah ya, aku pusing sama kamu Joana, kemana jalan pikiranmu" kata Ello
"aku kenapa memangnya?" tanya Joana