My Name JOANA

My Name JOANA
207



"kamu datang sendiri?" tanya Max pada Bams


"iya, sendiri, gak ada teman juga kan sejak awal"


mengetahui temannya itu jika bertanya berarti ia curiga, Delvin bertanya..


"kenapa tanya gitu?" tanyanya


"diam, jangan mencurigai, aku melihat ada gadis yang mengikutimu sejak tadi, aku melihat ada taksi berhenti pas kamu kamu, dan gadis itu bersembunyi" jelas Max


"wooh, siapa?" tanya Bams


"aku tidak kenal"


akhirnya ketiganya menyusun rencana menjebak Brielle dan dengan cara mereka keluar dengan motor mereka lalu cukup jauh, mereka menghentikannya dan meinggalkan motor itu, ketika motor itu tidak dikunci sekalipun tidak akan ada yang berani mencurinya ketika tau ada stiker khusus gengster utama amerika


mau berurusan dengan nyawa kalau sampai mencuri motor diantaranya


jadi mereka berjalan dari arah motornya kerumah penyekapan Joana lagi, ketiganya melihat ada gadis yang mengendap masuk gerbang rumah itu dan berusaha masuk


ketika Brielle mendapatkan itu adalah rumah penyekapan Joana, dimana ia melihat ada seseorang perempuan duduk disalah satu balik jendela kamar disana


tapi baru akan menggedor, Delvin dan Bams menahan tangan dan mulut Brielle lalu membawa paksa dan membawa nya masuk


lalu meleparkannya kedepan Motheo dan Samuel disana


"kamu?" ucap Samuel


"kamu kenal?" tanya Motheo


"dia kan yang kita sandra sebagai tahanan untuk menelfon Joana"


"oh, dia"


"hei, ada apa ini?" tanya Samuel


"dia mencurigakan, mengendap endap masuk bos" kata Bams


"masuk? kesini? ada apa kamu? apa kamu mengantarkan nyawamu?" tanya Motheo


"bos, lepaskan kak Joana bos, aku tidak tega, kamu bunuh aku saja, aku rela, jangan sakiti dia bos, dia orang baik" kata Brielle


"yaa, aku akan membunuhmu tapi tidak melepaskan Joana. agar kamu tau berhubungan dengan siapa kamu disini" kata Motheo


"kamu mau ketemu terakhir kalinya dengan Joana sebelum kamu mati? ayo aku kabulkan dulu"


Samuel menarik paksa baju Brielle dan membawanya masuk ke kamar penyekapan Joana, lalu setelah masuk, dengan kasarnya Samuel melempar Brielle


Joana kaget lah, tiba tiba semua membawa dan melemparkan Brielle, Brielle melihat kearah Joana langsung memeluk Joana tapi tak selang lama Samuel menarik Brielle dan mendorongnya dengan sangat keras kesalah satu sisi tembok


seketika itu, Joana menahan tangan Samuel, dan ketika Joana tau Motheo akan menendang Brielle, Joana sigap menutupi tubuh Brielle dengan badannya


"Joana minggir" ucap Motheo


"tidak, aku kan sudah bilang sama kalian, kalian boleh lakukan apa saja tapi pada ku bukan pada orang sekitarku" kata Joana


"pergi atau aku menendangmu?" tanya Motheo


"silahkan, kalau kamu mau, asal kamu tidak menyentuh dia" ucap Joana


alhasil tidak ada lagi yang menyentuh Brielle, dan Brielle berdiri lalu memeluk lagi Joana sembari menangis, tapi yang ada malah Samuel mendorong Brielle agar tidak memeluk Joana


"kak Sam" ucap Joana


"jangan sentuh Joana" kata Samuel


"kaaaak Sam? apa sih?" tanya Joana


"kalau tidak mau aku sakiti dia, turuti, jangan pernah sentuh siapapun didepanku apalagi dia" ucap Samuel


karna kesal, juga Motheo merasa tidak aman adanya Brielle, ia menyuruh Max beraksi


"Max, bisa kau buat Joana mengusir gadis itu?" bisik Motheo


"ahh iya, kupikir kamu bisa" kata Samuel


"siap bos" jawab Max


Max mendekati Joana perlahan, lalu berdiri disamping Joana dan menyentuh lengan Joana, lalu Max berkata kepada Brielle


"Joana butuh istirahat, kamu lebih baik pulang" kata Max


tapi sudah karna takut, Joana melepaskan tangan Max perlahan dari lengan belakangnya dan meminta Joana menyuruh Brielle pulang


"emm, Brielle, iya, aku harus tidur, aku tidak bisa tidur terlalu malam, kamu pulang saja" kata Joana


"kak, kakak pergi pulang bersama ku kan?"


Joana melirik Max yang menatap nya dengan tajam langsung ia menolak


"Brielle, kamu pulang saja, jangan cari aku lagi, aku selalu baik baik saja kok, kamu lupakan aku ya" kata Joana


"kaaaak" ucap Brielle


"kamu mau dengarkan apa kata aku kan?"


"iya kak"


Brielle pulang tanpa paksaan karna Joana meminta, memintanya juga dengan cara baik


lepas Brielle pergi, esok paginya Motheo dan Samuel membawa Joana pergi, ia memutuskan untuk membawa Joana tinggal dirumah singgahan Samuel, karna sebelumnya kan dirumah Motheo terus


jadilah mereka pergi, untuk menghindari lagi lain kali jika Brielle ini bertindak lebih berani


"mau kemana?" tanya Joana


"kerumah aku, kamu disini tidak aman"


"emm"


mereka pun jalan, saat tengah jalan..


"kamu gak capek apa? diam didalam kita sekap, tidak keluar keluar" tanya Motheo


"kalian capek tidak menculikku?" tanya balik Joana


"aku sih malah senang, karna tau niat ku dari awal untuk memilikimu, dan tidak pernah aku rela kamu pergi dari amerika" kata Motheo


"hemm" ucap Joana kembali diam


"kenapa tidak mau? kita kasih kamu enak kok, kamu mau apa kita turuti, apapun itu, kamu mau ini itu, mau minta kota juga aku bisa kasih" kata Samuel


"aku tidak butuh itu" kata Joana


"lalu apa kamu butuh?" tanga Samuel


"tidak mungkin kamu tidak butuh apa apa, aku tau kamu pasti juga butuh cinta, aku bisa kasih cinta dan kebahagiaan nya" sambar Motheo


"aku tidak"


setelah sampai...


mereka turun, dan masuk kerumah itu, tapi dirumah itu ada keluarga Samuel yaitu Frankie paman, Ferla anak paman (P), Altert kakek dan Efrain ayah Samuel


nah masih ingat sama mereka? dimana Brielle sempat tanya sama mereka tapi mereka memang tidak tau soal Joana, mereka tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan Joana yang dimaksud Brielle, jadi tidak tau didepan mereka yang dibawa oleh Samuel dan Motheo itu adalah gadis yang dicari anak kemarin


"kalian kenapa disini?" tanya Samuel


"kami pengen mengisi liburan kami disini Sam" kata Efrain


"pulang kerumah utamaku"


"loh, biasanya kan tidak boleh aku kesana" jawab Efrain


"udah disana saja, aku tidak mau kalian disini, keluar, atau ke apartemen atau sewa hotel, apa saja" kata Samuel


"bicara itu jangan kasar" bisik Joana


"diam ya, ini keluargaku, apa kataku" kata Samuel


"emm" jawab Joana


Efrain menarik tangan Samuel dan membawanya sedikit menjauh dari teman temannya


"siapa gadis itu? apa urusannya dengan Theo?" bisik Efrain


"cantik juga dia" kata Frankie


"jangan ganggu dia, dia urusanku, aku minta kalian pergi deh, ini kunci rumahku, tinggal disana, disini ada urusanku" kata Samuel


mereka menurutinya saja, Samuel memang memiliki keluarga meski pun tidak lengkap, karna hanya ada ayah, paman, dan kakek, dan anak paman yang usia nya diatas Joana 5 tahun saja