
disini Dipo baru tau kisah dari Joana, semua ia mendengarkan dengan jelas dari keluarga Joana sendiri bahkan
"begitu pak" kata Amir
"jadi kalian ini ayah dan ibunya Joana?" tanya Dipo
"oh iya pak kami orang tuanya" jawab Amir
Dipo akhirnya menjelaskan semua nya tentang dirinya dan Feris, terkait hubungan Joana dan Feris juga
"jadi pak Dipo ini ayahnya Feris?" tanya Melanie
"iya saya, kalian kenal anak saya?" tanya Dipo
"jadi setiap anak saya pacaran, saya suruh bawa kerumah pak, karna anak saya tidak pernah menyembunyikan apapun yang dia alami, jadi terbuka pada saya dan suami saya juga" kata Melanie
"ooh pantas, ya ya, memang Joana anak baik, saya tau itu dan merasakan sendiri dampak dari kebaikan anak itu"
akhirnya Dipo memberikan izin untuk Joana boleh membawa 1 orang untuk menjaga nya selama di amerika dan itu adalah Lestari
Amir juga menjelaskan jika yang akan pergi bersama Joana hanya pengasuh Joana saja, bukan dirinya atau istrinya karna urusan pekerjaan masing masing tidak bisa ditinggalkan juga
bukan soal egois tapi memang itu sumber keuangan keluarga mereka, untuk membiayai Joana juga kan mereka harus bekerja
"pak.. buk.. sebenarnya saya berat ya kalau ada yang ikut begini, saya tidak masalah mau jelasin sama murid lainnya yang terlibat, tapi gimana ya, saya rasa tidak bisa untuk Joana tinggal dalam asrama kalau harus membawa pengasuhnya" kata Dipo
"iya pak, kami sudah membicarakan ini berdua, saya sudah siapkan dana untuk anak saya tinggal kontrak saya tidak diasrama, biar nanti adik saya untuk ikut mengurus di amerika mencarikan tempat tinggal anak saya" kata Amir
"pak, bisa kalau begitu, nanti saya akan bantu perbulannya untuk pembayaran dari kontrakan" kata Dipo
"loh pak, jangan pak, ini biar saya yang tanggung" kata Amir
"jangan pak, ini biar saya yang bantu, biar pakai uang pribadi saya untuk kontrakannya, dan untuk kebutuhan lainnya sudah anggaran dari pihak kampus jadi bebas biaya ya pak" kata Dipo
betapa terharunya kedua orang tua Joana jika Joana berhasil menjadi gadis yang baik sampai ada balasan orang baik kepadanya
selesai dari sana, Melanie dan Amir kekelas Joana, ia ingin melihat Joana saat dikelas karna sejak kuliah pertama masuk kan memang tidak pernah Amir menemani Joana karna merasa Joana sudah bisa mandiri
saat melihat Joana mengikuti pelajaran disana
"anak kita ya ma, sudah besar dia, papa bangga jadi ayah dari Joana, gadis tumbuh dengan etitude kebaikan"
setelah melihat anaknya, mereka pun pergi, sementara Joana, Joana masuk kelas Michel, setelah kelas selesai, Michel membubarkan murid dikelas Joana tapi menahan Joana
"Joana bisa bicara?" tanyanya
"iya pak?"
"kamu disana jaga diri ya, saya tidak bisa menjaga kamu selama disana, saya harap kamu bisa menjaga diri" kata Michel
"oh iya pasti pak, makasih pak sudah mau menjadi bosen terbaik saya ya" kata Joana
dalam hati teman teman Joana yang ada dikelas itu, dosen baik, dosen baik karna hanya suka pada Joana, sejak awal, Michel juga tidak menunjukkan pedulinya kepada teman teman Joana padahal dia suka pada Joana
harusnya ia dekat dengan orang yang dekat dengan Joana, seperti Egar, tapi Michel tidak, murni hanya mendekati Joana saja
tak lama berakhir kelas, Michel melihat Elyas datang langsung kembali ke meja dosen dan membereskan barang barangnya lalu pergi
lalu Joana pergi pamitan kepada keempat temannya, disinilah moment keempat teman Joana menjadi kaget bukan main ketika mendengar ucapan sapaan dari Elyas
"Eaku pergi dulu ya Ello, Wita, Nanda, Vera" sapa Joana
"ya Joana" sapa Vera
"aku pergi dulu sama Joana ya, bye" sapa Elyas
seketika semua hanya saling tatap dan kaku, semua kaget karna sikap Elyas yang begitu ramah menyapa sore itu
sesampainya dirumah, saat makan malam, Amir dan Melanie menjelaskan bagaimana mereka tadi bertemu dengan Dipo dan membahas apa saja disana
hari berlalu, seminggu lagi kepergian Joana keluar negri, Joana melakukan persiapannya bersama Lestari
saat hari itu juga, di rumah Joana sedang sibuk kepengurusannya untuk pergi keluar negri sementara dikampus..
Elyas sibuk dengan tugas tugas dan banyak kegiatan ujian dikelasnya karna sudah hitungan hari letingannya akan lulus
yang artinya letingan Elyas juga ada Arsan dan Mikail, tentu termasuk Galen, Feris dan kedua teman Feris yaitu Pipi dan Rozi, dan juga kelas Nero dan Fadia termasuk dua teman Nero yaitu Titto dan Manda
semua sibuk dengan kegiatan fakultas masing masing, saat dihari dimana Elva datang kekampus kakaknya lagi
ia berniat menemui Joana, yaa sekalian juga menemui Elyas, untuk memberikan bungkusan makanan yang sudah ia bawakan dari rumah makan
karna Elva tidak tau jika Joana sudah tidak ada kelas karna keluar negri tapi Elva tau kalau Joana akan keluar negri
ia berjalan santai, saat melewati gedung keguruan, karna gedung pertama sebelum masuk ke arah gedung fakultas lain harus melewati gedung keguruan
ia berjalan dengan santai, sambil bernyanyi nyanyi, karna Elva terbilang gadis yang sedikit tomboy tapi tidak terbilang sangat tomboy sih, masih ada sisi feminim kok
hanya saja gaya nya yang sering memakai handset, sering berjalan sambil bernyanyi nyanyi itu adalah kebiasaan gadis tomboy kan
ia yang sibuk mencari playlist musik dihapenya, ia rencana nya memang mau melepaskan handset nya untuk fokus berjalan tapi ia malah menabrak seseorang
"aduh kak maafkan aku kak" ucap Elva
"lo gak papa?" tanya dua teman pria yang ditabrak itu
"iya santai" jawab pria itu kepada teman temannya
saat pria itu berdiri dan melihat kearah Elva, Elva jyga melihat kearah pria itu, ternyata...
"loh kamu lagi?" sapa Elva
pria itu adalah Feris, dimana Elva pernah juga sekali bertemu dengan Feris saat menanyakan kelas Joana waktu itu tapi tanggapan Feris hanya diam dan tidak menjawab malah yang menjawab adalah Rozi dan Pipi, temannya..
"memang perna ketemu ya?" tanya Rozi
"aku yang dulu pernah tanya sama dia kelas kak Joana, tapi dia diam, bisu kali" jawab Elva
karna Feris merasa tertarik kepada Elva, saat Elva sudah mulai berjalan akan pergi, ia menahan lengan Elva dan menatap nya dengan tajam
"ih apa hei, penyiksaan ini" ucap Elva
"kamu bilang saya bisu?" tanya Feris