
Motheo turun dan pergi mandi dikamar mandi dalam kamar tidur itu, setelah mandi, ia yang tidak tega membangunkan Joana pun hanya mencium kening dan bibir Joana lalu pergi
Joana melihat Motheo pergi pun merasa aman, ia bisa bernapas lega dari cengkraman pria jahat satu ini, Joana lanjutkan tidurnya..
sementara itu Motheo pergi, sesampainya di markas tempat ia tuju ternyata ada Delvin, Motheo lupa jika ini ada urusan dengan Delvin
"Delvin kamu disini?" tanya Motheo
"lah iya bos, ini kan bareng aku urusannya"
"terus siapa jaga Joana?"
"kan ada Vansa?"
"ahh Vansa itu bukan anak buah ku, aku tidak lega di jaga dia, tunggu, siapa yang kosong jadwal hari ini?" tanya Motheo
"Max, Bastian sama Bams kosong semua jaga markas"
Motheo memikirkan apa ia harus memberikan pengawasan Joana kepada Bastian? tapi ia tidak yakin karna Bastian tipe yang begitu keras, ia takutnga jika Bastian kesal dengan sikap Joana yaa meskipun ia tau Bastian tidak akan berani menyentuh Joana
Bams saja, karna Bams termasuk orang yang bisa ia percaya selain Delvin, akhirnya ia menelfon Bams
"halo Bams?"
"ya bos, ada apa?"
"bisa kerumah Joana? jaga dia, Delvin ada urusan sama saya"
"kapan bos?"
"sekarang lah?"
"bisa bos bisa"
"yaudah, nanti dirumah sana ada Vansa kok anak buah Sam, nanti ada perlu apapun katakan saja padaku"
"siap bos, ini langsung berangkat" kata Bams
"okeh, Joana dirumah atas tapi tidak ada yang bisa masuk sana kecuali aku dan Sam, kalau mau masuk ya rumah bawah saja, kuncinya dikamar mandi luar dibawa tempat sabun"
"baik bos"
"sama pastikan Benjie dan Albern datang, saya sudah menyuruh mereka datang"
"baik bos"
menutup telfonnya, Bams lah yang dapat persetujuan dari Motheo untuk mengawasi Joana, jika Bastian tadi kan sudah tau alasannya kenapa Motheo tidak memberikan kepercayaan pada Bastian jaga Joana
sementara soal Max, ia juga tidak akan membiarkan Max bersama Joana apapun kesempatannya karna Motheo tau Joana begitu takut kepada Max
sementara itu Bams bersiap siap
"kemana Bams?" sapa Max baru datang beli makanan
"kerumah nona, dia sendirian, Delvin ikut bos Theo"
"oh, ini aku bawain makan"
"biar aku bawa saja, aku makan di rumah Joana"
Bams pun pergi, tinggallah Bastian dan Max, mereka duduk berdua, dengan beberapa anak buah Motheo lainnya juga sih
Max berpikir, ia ini adalah kesempatan untuknya bisa melihat Joana tapi kenapa bosnya tidak memberikan kepercayaan kepadanya malah kepada Bams, tapi Max baru sadar mungkin karna bos nya tidak mau Joana berurusan dengan dirinya
Bams pergi, kerumah Joana dan sesampainya hanya ada Ravansa..
"Vansa? kamu sejak kapan?"
"aku sejak awal tadi, aku lihat Theo keluar pagi tadi, terus kemana Delvin?"
"Delvin ikut bos Theo urusan kerjaan"
"ahh jadi kamu gantikan?"
"iyaa"
mereka mengobrol disana, tak lama Albern datang disusul juga Benjie, mereka duduk berempat di bangku taman depan rumah itu
Ravansa berpamitan akan pergi membeli makan, tapi ketiganya meminta bawakan untuk mereka juga jadi Ravansa meminta uang kepada ketiga temannya disana untuk sekalian membelikannya
"aku pergi mau beli makan, aku lapar" kata Ravansa
"oh aku dah titip" jawab Albern
"iya deh samain, aku titip" jawab Benjie
"Bams?"
"aku ada sih, tapi gakpapa deh ini titip juga"
"yaudah"
"oh jangan lupa belikan nona" kata Benjie
"oh astaga iya, okeh deh"
Ravansa pergi, tak lama balik membawa empat bungkusan makanan dan memberikan satu satu kepada temannya disana, Ravansa pergi ke rumah atas dan menggedor pintu rumah tapi tidak ada yang membukakan
Joana yang tidur pun terganggu, ia membiarkan sampai Ravansa tidak lagi mengetuki pintunya tapi Joana terlanjur bangun, ia pun mencoba turun dari kasurnya, merasakan badannya tidak terlalu sakit seperti semalam
Joana turun dari kasur dan mandi, selesainya, ia duduk di depan televisi lalu menelfon Ravansa
"ada apa Vansa?" tanya Joana
"ahh aku belikan kamu makan, kamu belum makan kan? aku keatas ya"
"iya"
Ravansa akan keatas tapi ia dapat telfon dari Samuel, jadi ia menyuruh Albern mengantarkannya tapi Bams menawarkan mengantarkannya
"Albern, antar keatas, ke nona" kata Ravansa
"oh ya"
"biar aku" kata Bams
Ravansa pergi sedikit menjauh karna dapat telfon dari bosnya, Bams mengantarkannya keatas lalu mengetuk pintu rumah atas Joana, tak lama Joana bukakan
"kok kamu? kemana Vansa?" tanya Joana
"Vansa ada telfon dari Sam" jawab Bams
"ahh, terus Delvin?"
"aku gantikan sehari ini karna urusan kerjaannya sama bos Theo"
"ahh okeh, terimakasih" kata Joana mengambil makanan itu
Bams tidak bisa lepaskan pandangannya dari bibir Joana, karna ia masih teringat kejadian dimana Joana mencium bibirnya beberapa waktu yang lama
Joana mengambil makanan ditangan Bams lalu Joana masuk dan menutup pintunya baru Bams pergi, saat akan turun dari tangga, Joana memanggilnya
"Bams" panggil Joana
"yaa?"
"kemana minumannya? apa tidak membelikanku minuman juga?"
"oh itu hanya makanan, apa kamu mau minum? aku belikan"
"air lemon, jangan es atau dingin"
"okeh nona"
Bams pergi mencarikan minuman, tapi saat akan membayar dikasir, Bams melihat ada camilan dari indonesia yaitu kerupuk jumbo
"itu kerupuk dijual?" tanya Bams
"tidak pak, ini milik sendiri" jawab staff
"kalau saya beli itu tidak bisa?"
"maaf pak tidak bisa, untuk konsumsi sendiri"
"berapa kamu minta saya bayar"
"mahal pak, itu saya dapatkan"
"berapa sebutkan saja"
"50ribu persatuan"
"ada berapa biji?"
"sepuluh"
"saya ambil dengan harga persatuan 50ribu jadi totalnya 500ribu"
"oh serius pak?"
"iya serius, saya ambil, bisa?"
"bisa pak"
staff memberikannya, ya lah, ia membeli itu seharga 100ribu saja tapi malah dibeli 500ribu, jelas diberikannya
setelah Bams pergi, staff lain menanyakan apa yang terjadi dan mereka mengerumpi disana, ternyata salah satu staff disana menyadari itu salah satu anak buah gangster amerika
"itu kan anak buah nya bos Theo" jawab staff lain
"woh? serius?"
"iya lah, aku ingat betul dia"
"waah pantas dia beli seharga 500ribu untuk kerupuk 10biji saja"
"serius?"
"emm, ini uangnya"
Bams memang tidak peduli harga mahal, ia hanya teringat soal makanan khas indonesia, ia akan berikan pada Joana karna Joana kan orang Indonesia dimana ia juga sebenarnya orang indonesia asli
setelah sampai, Bams naik dan mengetuk pintu rumah atas, Joana membukakan
"ini nona minumannya" kata Bams
"makasih Bams, berapa ini?"
"tidak, kata bos biar apapun di minta kamu, diganti nanti oleh bos sendiri"
"oh gitu?"