
"bah, kalau lu kan gue ikut dong, kerumah Joana, pen ketemu dia" jawab Egar
"eh iya ya, kamu suka kan sama dia? bilang sama Joana, belum ketelatan lagi, kemarin kalah start sama Feris, lanjut sama Elyas, mumpung Joana gak sama keduanya" kata Galen
"iya juga sih"
tapi yang ditakuti oleh Egar sekarang bukan keduanya, bukan Elyas atau Feris, karna ia tau Elyas dan Feris sudah memiliki pacar masing masing yang artinya sudah move on dari Joana
justru ia takuti adalah Fero..
yap, doktor Fero, yang dijuluki anak mudahnya kedokteran dan seribu prestasi itu, jelas ia kalah
"planning nya gak pacaran kalau situasi aku sama Joana sekarang deh" kata Egar
"nikah? ya boleh, kan nyatain dulu dong apa apa, jadi kamu dan Joana bisa jaga diri dari pria lain gitu"
"iya bener juga"
"kapan bilang?"
"ayo dah pas kamu ada waktu sama Wita pergi sana"
"bener ya"
"iyaa"
tapi ternyata Wita sudah datang duluan kerumah Joana, dimana ketika itu Wita tidak ada pekerjaan kan masih mencari, ia mencoba mencari Joana siapa tau ada informasi lowongan pekerjaan juga kan
Wita jalan kearah rumah Joana dan sampai, tapi yang ada hanya Sherla, itupun Sherla baru selesai melihat hasil kelulusannya dan Sherla sudah mendapatkan ijazah kelulusan SMA nya tinggal lanjut kuliahnya
"kak Wita?" sapa Sherla
"hai Sherla, apa kabar?"
"baik kak, ada apa kakak disini ya?" tanya Sherla
"aku mau cari Joana, ada Joana?"
"Joana? wooah, Joana kerja lah kak, di Netra"
"oh dia balik ya ke Netra"
Sherla kan sama tahun lahir dengan Joana, hanya beda bulan, sementara Joana kepada Wita memanggil nama, lalu kenapa Sherla memanggil sebutan kak?
nah jadi Wita itu sebenarnya usianya 1 tahun diatas Joana dan teman teman lainnya, tapi karna sudah menjadi teman, jadi bisa memanggil nama saja mereka kepada Wita termasuk Joana
tapi Sherla yang tau tidak mau memanggil nama karna dianggap tidak sopan
kok Sherla mengerti anutan tidak sopan? bukannya amerika dan kebanyakan luar negri bahkan pada orang jauh lebih tua ya panggil nama?
karna Sherla benar benar mempelajari banyak budaya dan kebiasaan indonesia, saking cinta nya ia kepada indonesia bahkan semua ia pelajari
"iya kak, bah untung saja kakak datang baru, kalau tadi gak ketemu orang kali, mama papa gak ada, bibi kan dah gak disini, buk Tari lagi pergi juga seharian ini pamit sana aku dan Joana semalam" jelas Sherla
"oh ya? lalu? kamu memang kemana?"
"aku baru dari sekolah, ambil surat kelulusan, aku ikut persamaan kan buat lulusan SMA"
"oh iya sih ya, yaudah deh, aku pergi dulu deh ya"
"okeh kak, nanti aku kabari ke Joana"
"okeh"
saat Wita pergi, baru sampai rumahnya, ia memutuskan akab pergi lagi ke Netra saja, yaa menemui Joana, sekalian siapa tau bisa menyelam minum air kan, tau tau ada lowongan
sesampainya..
"suster, bisa ketemu atas nama Joana?" tanya Wita
"dokter Joana ya? ada, apa sudah membuat janji?"
"belum sih"
"oh baik, biar saya telfonkan dulu"
staff jaga menelfon keruangan kantor disana, kebetulan Joana ada dan baru selesai pekerjaannya, akan jam makan siang, juga selesai mengurus makan siang Alisia, jadi waktunya makan siangnya
"hai Wita" sapa Joana
"hai, Joanaa apa kabar mu? 3 bulan kita gak ketemu"
"ahh iya juga, kamu gimana juga nih? aku baik"
"baik lah"
karna jam makan siang juga, jadi Joana nengajak Wita untuk launch sekalian, mereka pergi ke rumah makan dekat Netra, disana mereka berbasa basi dulu
lalu menjurus kepada lowongan pekerjaan
"eh iya, di Netra ads lowongan gak sih Joana?" tanya Wita
"lowongan? ada banget, ada, ayo hari ini setelah makan siang ya kesana"
"ada? seriusan ada? jabatan apa memang?"
"perawat sih, kalau kamu mau? pas minggu depan ada pasien baru datang, kan kau melamar bisa langsung merawat pasien"
"waah serius ya, akhirnya aku bisa kerja Joana"
"iya serius aku temani deh kamu, eh kamu selama 3 bulan ini gak kerja memang?"
"gak, aku bantu bantu, bantu ayah ibuku usaha kan didepan rumah, tapi suntuk kali Joana mahal mahal kuliah, iya kamu jalur prestasi"
"sembarangan, aku gak ambil prestasi loh"
"ah apa iya? kamu normal? masak sih? padahal kamu kan pinter?"
"aku gak tau juga kan jadi murid lulusan terbaik, awal awal masuk juga biasa saja dong"
"iya juga sih"
mereka makan, lalu pergi ke Netra lagi, Joana mengantarkan Wita ketemu dengan Ridha, atasan Joana bekerja di Netra itu, untung Wita selalu membawa map lamaran pekerjaannya jadi mereka masuk bersama dan Joana mencoba menjelaskan dulu
baru Ridha dan Wita mulai mengobrol beberapa hal dan akhirnya lusa Wita bisa mulai masuk bekerja
karna staff suster disana baru akan menyelesaikan kontraknya besok..
dan setelah mendapatkan pekerjaan, karna masih baru jadi belum dapat seragam, biasanya 3 bulan pertama baju bebas tapi rapi baru dapat seragam dibulan keempat, nanti perpanjangan lagi di akhir tanggal pada bulan keenam bertugas
saat keluar ruangan..
"yeee Joana makasih Joana, makasih besar banget" kata Wita
"hehe iya Wita, aku kan bisa membantu ya aku bantu"
"awalnya iseng nyari kamu, mau mengobrol eh dapat kerjaan dong"
"rejeki sendiri itu mah"
"iya banget, makasih" ucap Wita memeluk Joana
tengah berpelukan, Wita baru ingat ia sekalian mau mengatakan soalnya dengan Galen
"oh astaga hampir kulupa" kata Wita
"ada yang ketinggalan?" tanya Joana
"bukan, bukan itu, aju cuma mau bilang, niat awal ku datang selain ingin mengobrol kan lama gak ketemu, aku mau bilang kalau aku sama Galen sudah pacaran" kata Wita
"ahh? serius ini? sejak kapan?"
"sebulanan, tapi aku mau minta maaf juga jadi baru sempat ngabarinnya, karna kan sama sama sibuk kitanya"
"iya sih, waah aku ketinggalan moment lagi, ah gakpapa deh, eh kak Galen cerita sudah sama aku pertama" kata Joana
"bilang?"
"iya, bilang kalau suka sama kamu, aku kasih tau kamu kan biar gak salah paham kamu ke aku gitu"
"astaga itu, aku tau itu, Galen cerita sendiri kepadaku, tapi kamu tidak tau maaf aku ceplosan" kata Joana
hari berlalu, dimana ketika mulai kerjanya Wita, mulai sibuk dan banyak pekerjaan, Joana mendapatkan telfon dari nomor baru, ia lupa siapa itu, padahal dipanggilan sebelumnya juga ada