
Brielle menurutinya tapi sialnya lemari itu sedikit rusak jadi pintunya sedikit ada celah
"kak, ini rusak pintunya" bisik Brielle
"emm, tidak terlihat kok dari luar, sudah diam saja, oh ya Brielle, matikan suara hapemu ya"
"siap"
Joana berjalan kearah jendela kamar itu, ia melihat kearah luar jendela, dan menunggu kedatangan Samuel, tak lama Samuel datang
Samuel membuka pintu dan melihat sudah ada gadis didepannya, ia tersenyum lebar dan menahan wajah nakalnya untuk tidak sabar memakainya
"Brielle, sayang" ucap Samuel mendekati arah Joana
saat Samuel mendekati, ia melirik dari atas hingga bawa, merasa tergoda, ia pun mu mulai menyentuh pinggang Joana dan mencium aroma tubuh Joana tapi seketika ia kaget karna mencium aroma yang sempat ia kenal
seketika itu ia teringat itu aroma khas tubuh Joana, ia pun langsung melepaskan tangannya dan mundurkan badannya dua langkah
"kamu Brielle kan?" tanya Samuel
dan Joana membalikkan badan, seketika itu Samuel kaget dan ia mundur sampai terjatuh..
"Jo.. Joanaaa?" ucapnya kaget
"iya, saya Joana, kamu mau apa? mau memakai Brielle? kamu mikir tidak kak Sam? Brielle itu masih sekolah" kata Joana
"Joana, kamu ini beneran?" tanya Samuel
Samuel berdiri, melihat wajah Joana dan benar itu Joana, ia pun memeluk Joana dan rasa kangennya semua terbayarkan seketika
tapi Joana mendorong Samuel...
"apa? apa kamu mau memakaiku? pakai saja aku sebagai pelunasan hutang dari Carrabelle"
"kamu apa mereka?" tanya Samuel
"aku masih keluarga dari bu Carrabelle dan Brielle, sekarang katakan padaku saja, apa mau kamu?" tanya Joana
"tidak, aku hanya mau kamu" kata Samuel
membuat persyaratan dan ketentuan, Samuel rela menghapuskan semua sisa hutang Carrabelle, dan tidak jadi meminta Brielle, asalkan Joana bersamanya
tapi Joana tidak bodoh, ia menyodorkan perjanjiannya dan meminta agar Samuel menandatanganinya, dan Samuel merasa berat
"ini berat lah, mana ada aku kembalikan semua harta nya?" ucap Samuel
"harus bisa lah, atau aku tidak akan mau lagi bertemu kamu"
"ehh iya aku kembalikan semua, emm tapi.."
"tapi apa?"
"1x saja, ciuman, aku kangen bibir kamu" kata Samuel
mendengar itu, Brielle shock karna ternyata dulunya Joana dekat dengan Samuel bahkan sempat berciuman, Joana ragu karja disana ada Brielle tapi akhirnya Samuel memaksa dan mencium bibir Joana
Joana hanya diam dan itu berlangsung setengah jam, tidak dilepaskannya sedikit pun oleh Samuel sampai akhirnya selesai, Joana pun meminta untuk Samuel cepat menandatangai nya
Samuel menurutinya, dan menandatanganinya lalu Joana akan memberikan kode pada Brielle
tapi Samuel memeluknya dari belakang
"mau kemana lagi sayang?" tanya Samuel
"kak, lepasin, aku mau pergi, urusan kita selesai kan?"
"tunggu disini" kata Samuel memeluki Joana
Joana memberikan kode kepada Brielle dalam lemari itu, Brielle menurutinya untuk keluar, membuat Samuel kaget ada Brielle yang asli disana
"Brielle? kau?" teriak Samuel
"lepas ya, aku mau pergi dulu" kata Joana
"tidak, ini sudah aku kasih lembaran kamu dan tanda tanganku, jangan pergi, aku tidak biarkan mu pergi, sana Brielle pergi, bawa kertas ini, aku kembalikan semua nya kepada bibimu" kata Samuel
"iya, nanti aku temui kamu lagi, biarkan aku pergi hari ini, aku masih akan cukup lama diamerika" ucap Joana
"berapa nomor hapemu?" tanya Samuel
"aku tidak pernah mengganti nomorku, masih yang dulu"
"tapi aku ganti hape, jadi lupa"
sesampainya dirumah Carrabelle, Carrabelle menyambut mereka dan menanyakan
"ini surat perjanjian tadi, ibu simpan, ibu tak lama akan dapat semua rumah, mobil, dan harta kemarin miliki" jelas Joana
"wooh serius? gimana bisa begitu?"
Joana menjelaskan didepan keduanya dulu ia sempat dekat dengan Samuel, dan Carrabelle benar benar merasa berhutang budi dan Brielle bahkan berhutang nyawa kepada Joana
"bu, Brielle, aku pamit pergi ya, aku banyak kesibukan lain, oh ya, kalau kalian butuh apapun, bilang aku, telfon saja aku, atau datangi aku dirumah sakit Jorshy"
"kamu bekerja disana?" tanya Carrabelle
"iya, hanya untuk kontrak setahun saja"
"yasudah, aku akan kabari kamu kalau ada apapun"
hari berlalu, Joana harus fokus dengan kesibukannya bersama Wilson lagi, seiring berjalannya waktu, Wilson sudah banyak sekali jejak perubahan
mulai dari mengerti yang dikatakan semua orang.
dokter mulai jarang bahkan tidak pernah meberikan suntikan dan obat penenang.
Wilson mulai mengharhai lagi kakaknya dan keponakan, anak dari kakaknya.
suatu hari, dimana Joana baru dapat transfer gaji dari suaminya, dan ia juga dapat transfer gaji dari Jorshy, Joana memutuskan pergi untuk membelikan kado Wilson
ia berpikir membelikan baju full set bagus kali ya, tapi karna tidak tau ukuran apa saja jadi ia menelfon Walton
Walton bersama anak dan istrinya sedang makan diluar bersama, tapi melihat Joana menelfon, Walton malah pergi sedikit jauh mengangkat telfon, padahal biasanya, Walton mengangkat telfon dari siapapun depan istrinya dan anaknya juga tak masalah
"halo, iya dokter, ada apa?" tanya Walton
"pak, saya mau memberi kado untuk Wilson, baju, celana tapi saya tidak tau ukurannya"
"kamu dimana?" tanya Walton
"ini di tokonya, makanya aku tanya, kalau kaos berapa ukuran?"
"ada ukuran L?"
"iya ada, L"
"iya L saja, celana dia muat ukuran 36"
"okeh, kalau jaket yang paling besar saja kali ya? soalnya tidak ada ukuran" kata Joana
"iya"
"sepatu?"
"sepatu ukurannya 41"
"okeh pak"
setelah menelfon, ia akan kembali, tapi istrinya lebih dulu kembali, agar tidak ketahuan sudah menguping pembicaraan suaminya karna istrinya curiga ada yang aneh dengan suaminya
istri Walton bernama Cali (panggil : Keli)
masih ingat siapa Cali?
nah, Cali adalah kakak perempuan dari Fabian, tapi kakak tiri, kakak kandung dari Bastian...
semua sudah dijelaskan ya, okeh lanjot...
Cali merasa ada yang ditutupi dari suaminya, ia menjadi penasaran, ia mengikuti Walton, dan langsung balik lagi kekursi nya saat Walton selesai telfon
"kenapa harus pergi?" tanya Cali
"aku ingin fokus saja"
"biasanya juga sama aku dan anak anak biasa"
"iya ini penting"
mereka lanjut makan, tapi Walton pikirannya kepada Joana terus, ia kepikiran akan menemani Joana saja
tak lama, Walton yang saling mengirim pesan dengan Joana pun berpamitan kepada istrinya jika harus pergi, sejak awal Cali curiga jika suaminya berbeda
"babe, aku pamit pergi ya, aku ada urusan" kata Walton
"ehh babe? kamu mau kemana?"