My Name JOANA

My Name JOANA
22



sementara jadwal dua hari setelah pengumuman di fakult keguruan, Galen mengadakan di beberapa fakult lain termasuk perikanan, ternyata Galen ada di fakult itu bersama Nero dan teman se geng mereka masing masing..


"jadi saya jadwalkan rapat ini untuk meminta kalian menurunkan satu saja murid dari tiap fakult untuk menjadi ketua senat kampus menggantikan saya" kata Galen


"woi Galen, siapa sudah dapat kandidatnya?" tanya Nero


"harus disebut satu satu?"


"tidak tidak, buang waktu, Joana, dia ikut?"


"belum tau, karna fakult kedokteran menjadi terakhir saya datangi rapat" kata Galen


Galen melanjutkan pembahasan.. dan selesainya, ia menuju kelasnya mengikuti jam kuliah...


Nero, tidak ada jam kuliah padat, meskipun akan persiapan untuk KKN, ia mengisi waktunya menemui Joana..


beberapa kali Nero menemui Joana selalu tak sengaja bersamaan dengan Michel..


ia bahkan menyindir Michel..


"pengawas kampus, dewasa, bilangnya, tapi sukanya sama murid juga" kata Nero


Michel yang paham itu ucapan untuknya menjawab


"karna suka bukan memandang berapa usia dia dan berapa usia saya" kata nya


"iya, tapi harusnya anda berpikir, apa pantas anda masih diatas saya,yang selalu membimbing saya tapi anda mendekati gadis yang di suka saya?" tanya Nero


"Nero.. percuma bahas karna saingan kamu lebih berat dariku itu adalah anak baru dari fakult keguruan" kata Michel


"Galen?" tanya Michel


mendengar itu, Michel yang baru tau jika Galen ternyata juga menyukai Joana


"Galen suka pada Joana?" tanya Michel


"emm, apa kamu sedang di bodohi dengan dia?" tanya Nero


"aku baru tau, karna aku tidak perna lihat Galen dekati Joana"


"karna ada aku" kata Nero


Michel diam dan memikirkan beberapa hal yang ia lihat dari sikap Galen ketika bersama Joana, ia memikirkan tidak ada mencurigakan memang Galen menyukai Joana juga


karna yang dengarkan oleh Michel hanya ia dan Nero yang mengejar Joana padahal diluar sudah banyak pembicaraan jika Galen juga suka pada Joana


itu karna Michel terlalu sibuk dengan urusan bersaing dengan Nero saja, tanpa memikirkan ada satu lagi lelaki yang suka pada Joana dan itu sangat dekat dengannya tapi mereka lupa jika saingat mereka ada yang lebih berat lagi karna Elyas dan Feris juga suka kepada Joana


beberapa hari berlalu, ketika Joana sendirian, Egar datang..


"Joana" sapanya


"hai" sapa Joana


"Joana, jangan lah kau panggil aku kak, kan sudah di contohin sama Vera Ello" kata Egar


"terus panggil apa?"


"Egar aja, aku terdengar lebih mudah, lagi pula kita dari tahun yang sama kan lahir, berbeda sebulan saja"


"iya sih"


mereka mengobrol.. tak lama tiba tiba Feris berada disana dan berdiri disamping Joana..


Joana melirik dan merasa mengenal lalu menyapa


"hai kak, yang kemaren? duduk" sapa Joana


"kita belum sempat berkenalan, kemaren aku terburu jadi lupa berkenalan" kata Feris


"oh iya, aku Joana"


"Feris"


"Egar" sapa Egar menarik tangan Feris


"Feris"


"em dari fakult keguruan ya?" sapa Egar


"yap, emm kalian pacar?" tanya Feris


"bu.. bukan, kami teman dekat" jawab Joana


"iya kita teman" kata Egar


"haha jangan dengar, mereka bercanda, kita teman"


"ahh baiklah"


saat dua teman Joana kembali, dan melihat sudah ada dua lelaki bersama Joana..


"itu.. dia bukannya anak baru di S3 keguruan?" tanya Ello


"iya, dia, yang terkenal keras loh, gila dihormati itu, ngapain ya?"


"pastilah deketin Joana"


"hemm beruntungnya Joana, pengen jadi Joana"


"ehh kok beruntung sih, Joana dikelilingi lelaki lekaki gak bener, lihat kak Michel gimana, Nero juga seperti apa, apalagi Elyas, dia juga, si Fer.. Feri, apa Feris itu dia juga siapa kan, ya cuma Egar dah yang baik" kata Ello


mereka berdua pun duduk bersama dan Vera Ello menyapa Joana dan berkenalan dengan Feris..


beberapa hari berlalu, ketika rasa penasaran Egar, ia datang lagi kerumah Joana, melihat keberadaan boneka itu..


esoknya, ia datang kerumah Joana


sementara kedatangan Galen, ia mengatakan kedatangannya untuk membicarakan tentang kelanjutan pengurusan kampus yang akan ia lepas sebelum ia pergi KKN


"jadi kedatangan saya disini, untuk membuka audisi pemilihan untuk pengganti saya sebagai ketua senat kampus, saya meminta saran untuk siapa yang mau mendaftarkan diri" kata Galen


dan semua setuju jika mereka mengajukan banding Joana dengan Ello, karna Joana cukup baik dalam memimpin sementara nanda cukup baik karna dia lelaki, lebih pantas pemimpin kan laki laki


akhirnya keputusan diambil..


dan peserta audisi terdapat 4 kandidat, masing masing dari fakult hukum, managemen, perikanan dan kedokteran dan tentu salah satu dari mereka adalah Joana..


tapi karna tak mau ia masuk kandidat itu, Joana sama sekali tidak pernah tau harus melakukan apa jika terpilih


ia menggantikan dirinya dengan Ello, awalnya seluruh murid terutama dari perikanan sangat senang karna kandidat terdapat Joana


tapi saat tau Joana mengundurkan diri dan digantikan Ello, mereka kecewa dan meminta agar Joana saja yang menjadi pimpinan, tapi Joana meminta pada Nero agar bisa mengondisikan situasi disana dan menerima keputusannya


beberapa hari berlalu, saat Joana duduk bersama dua temannya yaitu Vera dan Ello..


Ello diajak oleh Galen untuk beberapa urusan, maklum, persiapan pemilihan itu akan membuat waktu Ello makin sedikit sibuk


tak lama Egar datang..


"hai, kemana Ello?" tanya nya


"Ello diajak kak Galen tadi" jawab Joana


"oh, oh iya katanya kamu mundur dan diganti sama Ello? kenapa?"


"gak papa, aku lagi pengen fokus saja sama beberapa nilai nilaiku gar" jawab Joana


"emm"


"Egar, aku tinggal ya, aku ada urusan ke perpustakaan, bye Joana" sapa Vera


"iya iya bye" sapa Joana


tinggallah egar dan Joana


Egar duduk disamping Joana, tapi tak lama salah satu dosen memanggilnya karna ada sedikit kesalahpahaman


"bentar ya Joana" kata Egar


"iya Egar"


Joana terlihat duduk sendirian, tak lama beberapa anak lainnya menyapa Joana, mereka mengobrol dan terlihat dekat dengan Joana..


yaa sejak Joana tidak lagi sering bersama Nero beberapa anak disana mulai berani dekati Joana mengajak mengobrol


ditambah sejak Joana dekat dan berteman dengan Egar, semua anak fakult kedokteran menganggap Joana dan Egar adalah raja dan ratu yang serasi


tak lama..


Feris datang..


melihat ke arah Feris, murid lain langsung tau karna ia paham ekspresi dari Feris meminta mereka pergi


Feris duduk disamping Joana dan menyapa nya


"hai Joana" sapanya


"hai kak? kamu yang kemaren? ada yang mau kubantu?" tanya Joana