
mereka lanjutkan urusan siarannya, seperti biasa diawasi juga oleh Dori
disini memang Elyas menunjukkan jika ia bukan mempermasalahkan bila ada yang membicarakan Joana, asalkan selama itu obrolan baik, kan berbeda dengan Feris yang tidak mau sedikit saja dengar ada yang membicarakan Joana walaupun pembahasannya soal kebaikan Joana
tapi perbedaan menonjol juga dari Elyas, ia hanya tidak bisa melihat ada yang mengasari Joana secara fisik atau hati, ia menghindari dan murka sekali ketika ada siapapun yang kasar didepan Joana
selama siaran, benar saja Elyas tidak bereaksi, karna memang tidak ada alasan untuknya marah, selesai nya, Joana merapikan ruangan, lalu mengobrol beberapa hal dengan Dori dan juga Egar, Elyas masih menunggu, sampai Joana selesai..
"ayo kak" ucap Joana
"yaa" jawab Elyas
mereka pun pergi dari sana dan kekantin untuk makan siang, saat sampai, Joana melihat bangku yang biasa ia pakai dengan teman temannya sudah diduduki murid lain
"kesana?" tanya Elyas
"em iya udah, aku biasanya di meja samping lemari pendingin kak, tapi ada murid lain, biarin deh, aku biasa sama Ello dan Vera duduk disana, karna enak aja gitu" ucap Joana
saat Joana berjalan ke meja yang di tunjuk Elyas tadi tapi Elyas malah berjalan kearah meja yang dimaksud oleh Joana dan berdiri di depan meja itu, seketika murid duduk disana menoleh kearah Elyas
"kak, malah kesini, ayo disana saja" ucap Joana
dua gadis tadi langsung berdiri dan pergi karna paham lirikan dari Elyas disana
"kak, duduk saja" ucap Joana
"sudah Joana, kami pindah saja" sapa mereka
"kak, Elyas" ucap Joana
"sudah, duduk, sudah kosong kan?" tanya Elyas
"kakak ini ih" bisik Joana
akhirnya Joana duduk disana bersama Elyas, memesan makan lalu duduk lagi berdua, tak lama Mikail dan Arsan datang, mereka sadar jika mereka duduk bersama Elyas dan Joana malah mengganggu jadi pergi cari yang lain
tapi Joana menyapa mereka disana, meminta mereka ikut duduk bersama Joana dan Elyas, Elyas paham pacarnya itu kepolosan, tapi ia memberikan tatapan mebelalak kearah mereka berdua
"kak, kak Arsan sama kak Mikail itu" sapa Joana
"hei, Joana, bos Elyas"
"sini duduk bareng bareng aku sama kak Elyas" kata Joana
"emm kita udah selesai kok ini sudah mau pergi" jawab Arsan
"iya, kita dari tadi, ini sudah mau pergi" jawab Mikail
"yaaah, gitu ya? iya sudah byebye kak" sapa Joana
"bye"
terpaksa Arsan dan Mikail malah pergi dari sana padahal mereka belum masuk, dan baru akan masuk tapi berbohong karna kode dari Elyas
"terus habis ini ada kelas?" tanya Elyas
"dua jam kak" kata Joana
"kelasnya siapa?"
"pak Marko, kenapa kak?"
"cuman nanyak, mau kekelas langsung?"
"iya"
setelah makan dikantin, Elyas mengantarkan Joana untuk kekelasnya, setelah sampai didepan kelas, terlihat semua teman Joana sudah siap, Joana masuk kelasnya, tapi Elyas malah ikut kelas Joana
"kok masuk?" tanya Joana
"aku mau ikut kelasmu" kata Elyas
"bukannya hari ini juga ada kelas? sore juga kan?"
"oh kenapa?"
"gak ngerti jadi aku ikut didalam ya" kata Elyas
"iya sudah"
Elyas duduk dibelakang seperti biasa, Joana dan Nanda pindahan tempat agar Joana duduk bersama Elyas dan menjaga Elyas dari emosi nya yang bisa datang sewaktu waktu
saat duduk dan tak lama Marko datang, ia melihat disana beberapa murid kelasnya, dan ada murid asing, ia kenal siapa itu, yang dimaksudnya adalah Elyas
"kenapa kamu ada dikelas ini? ini kelas kedokteran, bukan hukum" kata Marko
"ada masalah anak hukum ikut jam kelas kedokteran?" jawab Elyas
"ahh, pak, emm saya mohon ijin untuk kak Elyas ikut kelas sore ini bisa kan?" ucap Joana
"kamu bisa jamin dia tidak merusuh" tanya Marko
"iya pak"
"okeh, saya percaya sama kamu" kata Marko
Marko adalah salah satu dari puluhan dosen dikampus Joana, ia terbilang dosen keras dan killer, untuk ini kenapa Elyas memutuskan untuk ikut kelas Joana dan tidak masuk kelasnya padahal ia juga ada kelas
dan siapa yang tidak kenal sosok Joana dan Elyas, myngkin tidak ada yang tau soal hubungan kedekatan mereka, termasuk Marko yang baru tau ini mereka dekat
tapi semua penghuni kampus mengenal, Joana adalah murid kampus paling polos, baik, lembut, dan semua merasa hampir sempurna ada pada sosok gadis ini
tapi Elyas, si singa kampus, Marko juga kenal, tapi sama dengan semua orang dikampus yang mengenal Elyas adalah pria kejam, kasar, brutal tingkatan dewa, dan selalu berapi api
setelah memulai jam kelas, semua berjalan lancar disana, sampai akhirnya ketika Elyas meneriaki nama Joana karna tugas Joana salah semua
"Joanaaaa" teriak Marko
"ya pak" jawab Joana
Joana berjalan kedepan, Elyas hanya memerhatikannya saja dari belakang, saat Joana berjalan, semua murid dikelas itu seketika bergidik, seolah semua murid dikelas itu akan mengetahui apa yang terjadi
"kamu ini ya, dikelas lain pintar, kenapa tidak pernah paham pada materi saya" ucap Elyas
"maaf pak, tapi saya benar benar mengerjakannya dengan baik"
"baik apa, itu lihat" bentak Marko
"iya pak"
"sekarang buka buku kamu catatan kamu, semua dilihat, kerjakan lagi soal ini di papan tulis" kata Marko
seketika itu, Elyas mengemasi barang dan tas Joana, Joana berjalan kearah meja nya tapi Elyas menarik tangan Joana dan membawa nya pergi dari kelas
tapi Marko menahan tangan Joana
"hei, ini masih jam kelas" untuk Marko dengan nada tinggi
seketika itu Elyas menendang tangan Marko yang menyentuh tangan Joana, lalu Marko melepaskan tangan Joana dan menarik kerah baju Marko
"jangan pernah sentuh pacar saya sedikit pun" bentak Elyas
dan ucapan itu membuat seluruh murid dalam kelas itu kaget bukan main, karna jelas Elyas mengatakan itu, Joana langsung menarik tangan Elyas dan pergi dari kelas itu
semua murid dikelas itu kaget apalagi Marko, karna marko tau bagaimana Joana bagaimana Elyas, lalu berpacaran? sama halnya api dengan air, sulit menyatuh nya bukan
setelah di depan ruang teater, Joana menenangkan Elyas disana, Joana melihat tangan Elyas yang mengepal dan tanpa ragu Joana menyentuh tangan itu
"kak, jangan marah lagi ya" kata Joana
Elyas tidak bisa melihat wajah Joana disana yang menenangkannya, ia melepaskan kepalan tangan itu dan menggenggam balik tangan Joana
"aku hanya tidak suka ada yang berani kasar sama pacar aku" kata Elyas
"udah ya, kan aku disini"