My Name JOANA

My Name JOANA
86



tapi sayangnya Joana dipertemukan dengan Samuel, jika berurusan dengan Joana pada saat ini, bukan hanya kesejahteraan nya terancam tapi hidupnya juga terancam, untuk itu sebagaimana pun perasaannya kepada Joana, ia tetap harus membunuhnya


setelah sampai..


Joana turun, juga Fabian ikut turun untuk mengantarkan Joana hingga masuk rumahnya


"sampai, disini rumah ibuku, ayo kamu masuk dulu" kata Joana


"emm sudah, sudah dulu deh, aku juga lanjut mau jaga bos Sam"


"oh yaudah, hati hati ya kak, makasih kak"


"iyaa"


Joana pergi masuk, sementara Fabian pun pergi, saat bersamaan, ternyata Max memerhatikan mereka disana, Max tidak atas perintah Motheo atau siapapun tapi atas keinginannya


yap, Max menyimpan perasaan yang sama dengan Fabian kepada Joana sayangnya Fabian lebih lemah, karna ia memilih membunuh saja perasaan itu, sementara Max, Max menyimpan perasaannya, menyimpan dan menyembunyikan itu dari semuanya terutama Motheo tentunya


setelah pulang nya Fabian, Max juga memutuskan pulang juga karna memang ia tidak berani jika langsung menyapa Joana


Fabian balik kerumah Samuel, ia menyapa Samuel dikamarnya dan duduk disampingnya


"sudah kau antarkan dia?" tanya Samuel


"iya bos" kata Fabian


"ahh yasudah, kamu bebas hari ini"


"iya bos makasih, oh ya bos, Joana benar sudah tau soal kamu?"


"ya, sudah tau"


"bagaimana ceritanya bos?"


"panjang, semua karna Theo juga, juga gara gara aku urusan sama Ranya kemarin"


"emm"


beberapa detik diam, Samuel melihat ada yang dipikirkan oleh Fabian terlihat dari wajahnya yang kusam


"kau ada apa?" tanyanya


"emm, tidak bos"


"bilang lah, urusan sama Joana? apa apa? aku tau kamu, wajahmu tidak bisa membohongiku" kata Samuel


"sebenarnya memang ada hubungan sama Joana bos"


"Joana? kenapa? gak ada apa apa kan selama kamu antar dia?"


"tidak kok bos, bukan soal itu"


"oh, lalu apa?"


Fabian menceritakan semuanya tentang apa yang terjadi antara pacarnya dengan pacar Joana, mendengar itu, Samuel kaget


kaget tidak percaya antara berpikir, bagaimana bisa pria itu menyelingkuhi Joana, dan kaget karna pria itu dekatinya pacar Fabian


"aku takut bos mau bicara padamu sebenarnya, tapi aku makin takut kalau menutupinya" kata Fabian


"kamu serius ini sama bicaramu?"


"iya serius bos"


"lah bagaimana bisa Erisa kenal dengan pacar Joana?"


Fabian kembali menjelaskan tentang bagaimana ia dan pacarnya bertemu pertama kali dengan pacar Joana, yap memang dari semua anak buah Samuel, Fabian yang tau pertama kali informasi tentang pacar Joana yang datang ke amerika


"bos, sekarang aku tidak tau harus apa, aku mau melanjutkan, aku takut kalah, aku mau menghentikan tapi tidak tau memulai dari mana" kata Fabian


"lepaskan dia Bian, aku yakin ada gadis lain lebih baik"


karna melihat dari hati Samuel yang menyukai Joana, bisa saja ia mengatakan itu karna ia berpikir biarkan Elyas meninggalkan Joana sampai mereka berakhir hubungannya, itu artinya mengorbankan hati anak buahnya, yang sudah bertahun tahun berpacaran


tapi bisa juga karna memang benar kata Samuel, karna diluar masih banyak sekali gadis yang akan jauh lebih baik dari Erisa, apalagi sampai bisa mendapatkan Joana, yaa meskipun itu tidak memungkinkan melihat pesaing Fabian adalah seorang Samuel


hari berikutnya, kembali kepada Joana yang ketika itu Joana menunggu seharian sebelum sore balik ke asrama untuk kelas malam, Joana duduk berdua dengan Lestari, menceritakan banyak hal disana


"Joana, belum tidur?" sapa Lestari


"belum bu, ini masih pagi, belum siang"


"ahh ibu ketiduran lagi, anggap dah tidur siang hehe"


"hehe iya buk, ibuk sana tidur lagi kalau ngantuk"


"udah ah"


mereka duduk bersama siang, Lestari bercerita bagaimana ia senang bisa pertama kalinya keluar negri terutama ke amerika, apalagi amerika adalah negara yang sangat Lestari inginkan datangi


Lestari menjelaskan bagaimana anaknya begitu ingin pergi ke amerika untuk urusan sekolah, karna anak Lestari ingin sekolah di amerika


"ibu senang dapat kesempatan ikut kamu begini nak, ibu keingat anak ibu" kata Lestari


ia menjelaskan kepada Joana semua yang diimpikan anaknya, dan Joana begitu sedih mendengar cerita dari Lestari, antara terharu karna mendengar bagaimana berjuangnya sang anak dari Lestari RSSapi juga terharu karna semua impian anak itu harus dikuburkan bersama raganya


"dia ingin pergi ke amerika urusan pendidikan, dan dikabulin dengan kamu, makasih ya Joana" kata Lestari


"buk, aku tidak pernah ingin pergi keluar negri, jujur saja, di dalam negri ku, aku jauh lebih bebas dan aman dibanding negara lain, tapi ini karna takdir, takdir membawa ku kesini" kata Joana


yaa, seperti yang diketahui, jika semua memang takdir scenario dari Tuhan, bagaimana Joana tidak terbilang pintar tapi malah menjadi murid kepercayaan kampus nya di indonesia untuk pergi pertukaran pelajar ke amerika


semua hal dalam hidup anak dari Lestari ada pada diri Joana dan semua terlihat jelas bagaimana impian sang anak diwujudkan perlahan oleh Joana


Joana memang sengaja melakukan semua hal yang sempat menjadi impian anak dari Lestari itu, karna ia merasa ia berada di titik sekarang sudah mampu melihat dunia, itu karna anak dari Lestari yang meninggal


"ini sudah bulan keberapa kita disini? kapan kita balik?" tanya Lestari


"masih butuh 2 bulan bu untuk semua urusan ku dikampus ini selesai" kata Joana


"ahh itu cepat sekali, tapi aku merasa kamu benar, bagaimana pun di negara orang, tetap sangat bebas dinegara sendiri" kata Lestari


"hemm bener buk"


tak terasa sore pun tiba, Joana mandi lalu bersiap siap pergi ke kampus lagi, ia pamitan kepada Lestari, lalu pergi, sesampainya di asrama, ia masuk membereskan kamarnya, lalu ia menunggu hingga malamnya


malamnya ia berangkat dari asrama ke kelasnya dan mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya


kesibukan Joana memang membuat Joana dan Elyas sedikit ada renggang, tapi Joana merasa aneh dengan sikap Elyas


ia melihat kearah hapenya, tidak ada 1 saja kabar dari Elyas, bahkan ketika telfon, Elyas selalu mengatakan sibuk banyak tugas, lembur lembur lembur


yaa kesibukan Elyas cukup banyak sampai lupa untuk sering mengabari Joana itu yang dipikiran Joana, selalu berpikir positif apapun yang terjadi diluar sebenarnya


saat sedang ada didalam kelasnya, Motheo datang menyapanya..


"Joana" sapa Motheo


"kak Theo" sapa balik Joana


"aku bawakan kamu makan siang, kamu sudah makan siang?"


"waah sudah sih, itu apa memang kakak bawakan?"


"yaah, sudah ya? ini sandwich"


"boleh deh, aku juga lagi ingin"


"beneran, makan ini"


"iyaa"