
"buat apa marah, kan berarti dia gak bahagia sama aku kak, dia bahagia sama yang lain, ya aku akan merelakan apapun yang membuatnya bahagia" jawab Joana santai
"meskipun kamu sayang?"
"iya lah, aku sayang dia tapi dia lebih pantas bahagia, ya aku sayang dia dan bahagia ketika dia bahagia" jawab Joana
seketika itu, Nico, Morza, dan Ravansa melirik kearah Samuel, lalu melirik kearah Fabian, begitu juga Samuel melirik kearah Fabian
"emm kak, antar ke toilet" kata Joana
"oh toilet itu, dikamar ini ada"
"aku kesana dulu"
"ya"
tak lama Joana pergi, Motheo menanyakan apa maksud dari mereka tadi bertanya itu, dan disini Samuel menjelaskan tentang hubungan antara Joana dengan Elyas dan hubungan antara Fabian dengan Erisa bahkan menjelaskan juga hubungan Erisa dengan Elyas secara detail
mendengar itu, Motheo kaget, ternyata pacar Joana selingkuhi Joana dibelakang Joana, Motheo mengepalkan tangannya dan ia berpikir untuk menyusun rencana pembalasan
tapi samuel paham apa yang ada dalam pikiran Motheo..
"Theo, gak usah pakai otot dan kekuatan, aku tau kamu akan melakukan pembalasan" jawab Samuel
"memang kamu tidak? kamu suka kan sama Joana juga, lalu kamu diam begitu tau itu?" tanya Motheo
"ya aku tidak diam lah, biarkan saja hubungan mereka hancur secara perlahan, dan Joana tidak akan dimiliki siapapun, tinggal menunggu kamu saja menyerahkan Joana untukku" kata Samuel
"oh tidak ada sejarahnya itu, aku juga akan mempertahankan Joana" kata Motheo
"kita bersaing sehat saja untuk mendapatkan dia selepas hubungan Joana selesai dengan Elyas"
"tunggu saja permainan nya"
"okeh, tunggu saya, hari ini saja aku yakin kau masih bertahan disini, kau akan sakit hati" jawab Samuel
Joana kembali dari toilet dan menyapa mereka disana, baru saja duduk, Fabian yang akan menyiapkan makan untuk Samuel disapa oleh Joana
"kemana kak?" sapa Joana
"aku akan pergi ke dapur, menyiapkan makanan"
"biarkan aku saja kak"
Joana membuatkan makan untuk Samuel, ia berangkat kedapur, tapi Motheo akan ikut dengan Joana
"Joana, aku temani" kata Motheo
"iya kak, ayo"
saat akan keluar, Samuel meminta Fabian menemabi Joana agar tidak terjadi yang tidak diinginkan atas perlakuan Motheo
"Bian, kau ikut mereka saja, awasi Theo"
"siap" jawab Fabian
jadi didapur Joana ditemani 2 pria, padahal ia hanya menbuatkan makan saja, lalu kembali kekamarnya dan menyuapi Samuel, melihat itu Motheo meradang
"hei Joana, apa tidak bisa dia makan sendiri?" tanya Motheo
"aku kan sakit Theo" jawab Samuel dengan nada lirih tapi matanya sinis
"iya kak, gakpapa kok aku" jawab Joana kearah Motheo
"kan ada mereka, mereka 4 orang buat apa? pajangan? patungan gitu?" sambar Motheo
"kaaaak" ucap Joana
dan karna Joana yang memaksa jadilah ia mengiyakannya saja, tapi setiap beberapa suapan, tangan Samuel selalu menyentuh tangan Joana, membuat Motheo kembali meradang, ia pun menepuk tangan Samuel
"aduh" jawab Samuel
"kak, kenapa?" tanya Joana
"kak" ucap Joana kearah Motheo
"memang nya tidak bisa ya tangan mu diam, ngapain pegang tangan dia? makan makan saja" jawab Motheo
"aku hanya takutnya tumpah saja makanan" kata Samuel
"alasan!"
Joana lanjut menyuapinya dan akhirnya selesai, tapi malah Joana mengambilkan kotak obat, membangunkan Samuel lalu membantunya meminum obat, kembali membuat Motheo kesal
melihat itu, Morza menarik ketiga teman nya untuk bicara diluar, dan mereka berempat pun keluar
"bisa bisa nya ya mereka" jawab Morza
"nah itu, gila ya, dua pria perkasa, 2 kubuh terkuat di amerika menjadi seperti itu dong?" jawab Nico
"iya itu yang ku bicarakan barusaja, gila ya, hebat loh Joana, mampu mencairkan 2 es batu terkeras didunia" jawab Nico
"yang lebih aku heran loh nih ya, sampek kek rebutan gak sih, cemburu gak sih tuh Theo? selama aku kenal Theo, dia melihat wanita saja muak kan, seringnya dikasih tuh mangsa buat bos Sam kalau ada gadis tawanan sebelum dia bunuh kan?" jawab Ravansa
ketika ketiganya mengatakan itu..
"gak aneh, jika Joana mampu menjadikan itu semua nyata karna aku tau bagaimana perasaan Samuel kepada Joana sebab aku memiliki perasaan yang sama, apalagi sejak aku tau aku dan dia sama sama dalam situasi diselingkuhin" ucap Fabian dalam hatinya
berbeda dengan Fabian, dimana pikirannya membenarkan jika benar itu terjadi, hal yang wajar, tak lama mereka teringat jika Samuel didalam sendirian dan ada Motheo, Motheo tengah cemburu lagi, ah bukan waktu tepat meninggalkan Samuel sendirian
mereka pun berjalan masuk kekamar lagi, tapi mereka tidak sadar jika sejak awal mereka mengobrol berempat tadi ada Albern yang sedang bertugas menjaga pintu kamar Samuel, yang berdiri tidak jauh dari mereka berempat mengobrol
jadilah Albern mendengar semua perbincangan mereka membuat Albern malah menjadi penasaran siapa dan apa asal usul kehidupan Joana ini
"Joana, ahh gadis itu melangkah sudah sangat jauh kurasa, aku yakin dia tidak akan bisa lepas dari jeratan antara Motheo dan Samuel disini, atau tidak mati diantara tangan keduanya" ucap Albern dalam hatinya
setelah mereka masuk, ternyata Joana juga sudah bersiap akan pergi karna ia akan bertemu dengan Carrabelle untuk membicarakan tugas nya sebelum ia kembali ke indonesia
"kak, pas deh, aku ini mau pamit" kata Joana
"loh Joana mau kemana?" sapa Fabian
"aku ada ketemu dosen kak, di kampus, banyak yang harus kubahas, aku pergi dulu ya" kata Joana
"Fabian, kurasa kau harus antar dia" jawab Samuel
"kenapa? ada aku, jangan kuatir, aku tidak akan membiarkan ada seorang saja menyentuh Joana" jawab Motheo
"justru aku curiga kepadamu, sudah, ikuti saja kataku Bian" jawab Samuel
"ya bos" jawab Fabian
karna Fabian takut sendirian, jadi ia mengajak Ravansa untuk pergi bersamanya dan Samuel membolehkannya
hari terus berjalan, hari semakin dekat dengan baliknya Joana ke indonesia, maksud hati ingin menemui sang pacar, Joana pergi ke tempat kerja Elyas..
disana ia bertemu dengan Lerry, dan saat Joana menyapanya..
"kak Lerry" sapa Joana
"eh Joana?" sapa Lerry
"ada kah kak Elyas?"
"loh bukannya di gudang supplier, memang tidak cerita kepadamu dia dipindahkan jadi kepada pengawas gudang supplier kami?" tanya Lerry
"oh astaga iya, aku lupa, kenapa aku kesini, eh tapi apa dia gak ada acara kesini?"
"gak akan ada kalau gak ada hal yang begitu penting" kata Lerry
"oh yaudah deh, aku kesana kali ya"
"iya kesana saja"
Joana pun pergi dari sana, akan menemui Elyas di gudang supplier nya