My Name JOANA

My Name JOANA
58



keempat anak buah Samuel yang masing masing bernama Nico, Morza, Ravansa dan satu lagi Fabian, mereka berpikir jika gadis disana adalah mangsa baru Samuel


karna keempatnya tau, jika Samuel membawa seorang gadis baru, itu artinya gadis itu mangsa bagi Samuel, dimana Samuel adalah PK (penjahat kelamin)


"ssst, baru apa maksudnya" tanya Samuel


"biasanya kan kalau ada cewek itu.."


"bukaaan, sst" ucap Samuel


"emm hai, aku Joana, salam kenal ya, kalian teman nya atau saudara nya kak Samuel?" tanya Joana


"teman" jawab Ravansa


"kamu siapa?" tanya Morza


"saya Joana kak, kan sudah bilang"


"oh iya juga bener juga" jawab Nico


"ya enggak maksudnya itu kamu siapa, kenapa disini, bos saya tidak kenal kamu, kalau dia kenal, dia bilang pada kita" jelas Morza


"oh dia bos? bos kerja ya?"


"boss..." ucap Morza terpotong


"emm iya bos kerja" jawab Samuel


"ohh, iya jadi aku yang bawa dia kesini kak" kata Joana


Joana menjelaskan bagaimana ia bertemu pertama kali dengan Samuel hingga membawanya kerumah sakit, bahkan Joana saking polosnya menceritakan jika awalnya para warga yang membantunya itu keberatan jika membantu Samuel dan pihak rumah sakit juga menolak membantu Samuel tapi karna permohonan dari Joana akhirnya mereka mau


"ahhh" jawab keempatnya


"oh ya, kalian sudah pada makan belum? aku belikan makan ya" kata Joana


"ahh gak usah, mereka bisa cari makanan sendiri" jawab Samuel


"oh kalau gitu ini makanan disini saja kalian makan ya, buat apa nyari masih, ini banyak" jawab Joana


keempatnya melirik kearah Samuel tapi Samuel hanya ikut diam saja


"ini aku sudah siapin" kata Joana


Joana menyiapkan makanan disana lalu memberikan satu satu kepada keempat teman Samuel disana, saat dokter akan periksa sore itu sebelum dokter pergi pulang


dokter disana merasa gemas kepada Joana karna sikap baiknya tidak melihat siapa dihadapannya


"masih ada ya gadis baik sepolos dia itu" kata dokter


"iya dok, saya rasa dia bukan asli dari sini, karna dia tidak tau siapa Samuel dan empat pria itu" kata suster disana


"sudah ayo kita masuk"


saat masuk, Joana menyapa dokter..


"eh kalian lanjutkan makannya, biar aku yang mengurus kak Samuel" kata Joana kepada keempat teman Samuel yang sedang makan


Joana akhirnya menunggu sampai dokter selesai memeriksa dan mengatakan kondisi yang semakin membaik dari Samuel


setelah selesai, dokter cepat cepat keluar karna merasa ruangan itu panas, bukan karna ac tidak menyala, tapi karna tatapan keempat teman Samuel apalagi ia mengurus langsung Samuel


setelah dokter pergi, malamnya Joana berpamitan..


"kak, aku pergi dulu ya, aku tinggal kan ada teman temannya, besok aku kuliah" kata Joana


tapi Samuel tidak menjawab apapun disana, juga keempat teman samuel disana hanya diam karna Samuel juga diam


Joana pun pergi lalu meninggalkan kamar rawat inap Samuel..


"Fabian, Nico, kalian pergi ikuti dia, kemana dia pergi, cari tau semua tentang dia tinggal dimana, tanya sekitar sana siapa gadis itu" kata Samuel


"siap bos" jawab keduanya


"oh dia anak sini? anak kuliahan ya?" kata Fabian


"emm, yaudah yuk, penting kita tau dia anak kampus" kata Nico


"eh ya kita tanya dulu, siapa gadis itu"


tak lama ada dua murid lewat dekat mereka, mereka memanggilnya


"hei, apa kamu mengenal siapa gadis bernama Joana?" tanya Fabian


"oh iya, tau kak, dia murid kampus ini juga"


"oh baiklah"


mereka hanya tanya sebatas itu, karna mereka pikir ya Joana murid disana, murid baru mungkin, makanya tidak begitu kenal sama Samuel


sesampainya dirumah sakit, Nico menjelaskan semuanya dan mereka mengobrol disana berlima, semua merasakan keheranan mereka terhadap Joana, karna bagaimana bisa Joana baik bersikap pada mereka, bahkan memberikan perhatian, menyapa ramah


padahal harusnya jika Joana orang amerika, harusnya tau siapa mereka berlima, apa karna memang saking baiknya Joana bahkan tidak peduli berurusan dengan siapa ia akan berbuat baik


hari berlalu, dimana Joana pergi kelas lalu siang nya ia pulang kerumah Lestari


"pulang Joana, mau makan apa?" tanya Lestari


"buk, biar aku yang bikin makanan nya, aku juga mau buat makanan buat temanku"


"teman?"


"iya, temanku masuk rumah sakit, aku mau bawakan makanan buat mereka"


"mereka? memang berapa orang?"


"yang sakit satu orang tapi disana ada teman yang sakit 4 orang"


Joana memasak, yaa karna tidak terlalu pintar jadi dibantuin juga oleh Lestari, lalu mereka berdua makan bersama dan sisanya makanan yang ada Joana bawa kerumah sakit untuk diberikan kepada Samuel dan 4 temannya


setelah selesai, Joana pergi ke rumah sakit, sesampainya masih ada 4 teman Samuel disana


"hai kakak kakak" sapa Joana dengan wajah sumringah nya


mereka hanya diam menatap Joana, Joana sambil menyiapkan untuk makan mereka disana, Joana memberikan satu persatu makanan buatannya kepada keempat teman Samuel dan juga Samuel sendiri, tapi Samuel menolak disuapi


selain ia malu depan anak buahnya, ia juga tidak percaya makanan itu pasti ada sesuatu nya, ia curiga dulu karna ia selalu melakukan itu kepada orang yang ia tidak sukai


bisa saja Joana memberikan racun kepada makanan itu lalu dimakan sama Samuel dan mati, bisa saja kan


saat keempat teman Samuel bingung, antara makan atau tidak, tapi Fabian karna lapar jadi memakannya saja, Samuel memerhatikan Fabian disana, ada efek apa setelah Fabian makan makanan itu


Joana yang melihat Samuel tidak makan malah memerhatikan Fabian, Joana ikut melirik Fabian, dan Joana senang karna Fabian memakannya


"gimana kak? enak?" tanya Joana


"enak, enak banget" jawab Fabian


ketiga teman Fabian lainnya disana melihat Fabian makan dengan lahap pun mulai ikut makan, mereka bertiga berpikir, Fabian ada pemilih sekali dalam makanan, jika tak enak, Fabian akan melemparkan semua makanan bahkan dengan piringnya


akhirnya semua makan disana, tersisa Samuel, tapi Samuel tetap tidak mau, ia masih ragu memakannya karna pikirannya masih saja berpikir itu makanan ada racunnya


"kenapa kak, masih gak mau makan?" tanya Joana


"tidak lapar" jawab Samuel


"oh yaudah jangan dipaksa, kalau lapar dimakan ya, aku numpang toilet ya" kata Joana


Joana masuk toilet dan Samuel menanyakan apa benar makanan itu tidak berbahaya


"tidak bos, coba deh dulu, enak ini, serius" kata Nico


"iya makan, enak banget" kata Ravansa