My Name JOANA

My Name JOANA
115



"jadwal sih enggak, tapi kakak sama Vera dan Ello janjian kesana kan ada event nya kak Galen"


"nah kak, pas, aku telfon kakak buat kakak ajak kak Sherla dong kak, biar nanti kak Sherla isi acara, disini mc nya nawari yang mau unjuk kebolehan suka relawan"


"oh gitu? aduh dia ada kelas gak ya? yaudah kakak nanti mampiri rumah dulu nanya dia bisa ikut apa enggak"


"iyaa udah, eh tapi kalau bisa nanti kesini kan, terus paksa kak buat mengisi, kata kak Galen yang masuk mengisi dapat bayaran dari kantornya"


"apa iya? waah enak"


"iya, luamayan kak dapat 50 ribu satu lagu, kalau 2 dapat 140"


"wooh enaknya, iya udah nanti deh kakak bawa dia"


"okeh"


Joana sudah selesai tugasnya bersama beberapa dokter dan perawat dirumah sakit, pengurusan pasien baru masuk disana tadi


ia pun menghubungi Vera dan Ello yang ternyata sudah ada dikampus semua, dan Joana pun pulang kembali kerumahnya...


"pulang Joana" sapa Lestari


"buk, mana Sherla?"


"dikamarnya kali"


"oh yaudah"


Joana naik, mengetuk kamar Sherla lalu membukanya dan ternyata Sherla bermain gitarnya


"Joana" sapa Sherla


"Sherla, aku mau pergi kekampus, mau ada event teman ku disana, dan aku mau ajak kamu, kamu mau ikut gak?"


"mau mau, mau banget aku"


"yaudah ayo siap siap, aku juga mau siap siap ganti baju dulu" kata Joana


"okeh"


mereka pun siap lalu berpamitan kepada Lestari


sesampainya dikampus, Joana berjalan bersama Sherla kekelas Sherla, sejak awal masuk, semua orang dilewati Joana melirik kearah Sherla, Joana bingung ia pikir ada yang salah dengan dirinya, ia bingung sembari mengingat apa yang aneh sampai semua melihatinya


hingga saat Sherla menyapa Joana menanyakan tentang acara apa disana barulah ia sadar fokus mereka karna Sherla dengan pakaiannya


"astaga pantas" kata Joana pelan


"pantas?"


"emm bukan, itu acaranya ya cuma seru seruan aja, nanti deh, kita ketemu sama teman temanku dulu ya"


"okeh"


mereka berjalan lalu sampai dikelas Joana...


"Joana aku tunggu sini deh" kata Sherla


"oh okeh bentar kok"


"yaa"


Joana masuk, lalu menyapa Vera dan Ello disana yang ternyata juga ada Nanda dan Wita disana, Joana menjelaskan kepada Vera dan Ello kalau membawa Sherla, keduanya paham, siapa Sherla tapi Nanda dan Wita tidak


"siapa itu Sherla?" tanya Nanda


"ahh Wita Nanda belum tau ya? dia sepupu Joana, sepupu jauh" kata Ello


"ahh baru tau aku"


mereka keluar dan melihat Sherla seketika Wita dan Nanda terkesima, begitu ketika Joana mengenalkannya..


paket lengkap, tapi hanya kurang 1, hanya kurang lancar bahasa indonesia, ya maklum, itu saja bisa sudah syukur, dimana awal awal disini sama sekali tidak bisa bahasa siapapun


"kan kaget lo ya? gue yakin kaget, gue aja sama" bisik Ello


"gila bro, cantik amat, sumpah bening gak ketulungan ini mah" jawab Nanda


"aduh gue berasa dibandingin ama gue, kek gue ini upik abu, buluk amat nih kulit" kata Vera


"gue pikir gue udah bersih dong kulitnya, bajunya, eh dia lebih dari gue" sambar Wita


sesampainya di tempat acara event, Galen menyambut kedatangan Joana dan 4 teman dari kelas itu, tapi selain Sherla


saat Joana mengenalkan Sherla, jelas, tidak ada pria yang tidak terpesona sosok Sherla, Joana mengenalkan Sherla kepada Galen disana


"kak Sherla, kak Joana" sapanya


"hai, Elva" sapa Sherla


"kak, gimana?" tanya Elva


"oh ya, emm Sherla, itu ada tawaran buar sukarelawan kamu mau mengisi mungkin nyanyi, suaramu enak kan, coba deh" kata Joana


"ahh apa dah, jangan aku, malu"


"oh, mau mengisi? boleh kalau mau" kata Galen


"Joanaaa, apasih, aku malu lah, baru juga pertama kali ini" bisik Sherla


"kak, dibayar tau sama kak Galen, ini kak Galen orang perusahaannya. coba deh" kata Elva


"kamu saja Elva, kenapa tidak kamu, kamu pintar gitar juga kan"


"ya tapi aku gak pintar nyanyinya, kamu kan lengkap"


"ah Elva, aku malu tau"


"udah kak, coba, nyanyi luar luar gak apa dah"


"dibayarnya berapa memang Elva, Joana?"


"140 ribu"


"wooh lumayan itu"


"iya kn? ayo isi deh"


Sherla terus didesak untuk mengisi dan akhirnya mau, Sherla pun naik ditemani Galen dan menyapa mc, Galen membisikkan kepada mc soal Sherla akan mengisi untuk bernyanyi dan bergitar


dan waktu dipersilahkan, Sherla menyanyi dan memulai bermain gitarnya, semua senang karna suara Sherla sangat merdu apalagi gitarnya juga dimainkan dengan sangat enak didengarnya


"hei, Elva, itu siapa kok kamu kenal?" tanya Tiko


"iya, bisaan kamu kenal sama cewek bening amat tuh badannya buih" ucap Sahid


"dia itu sepupunya kak Joana, dari amerika, jadi gak pintar banget bahasa inggris"


"wih gila, cantik amat, gue mau dapatin dia, setia gue sumpah" kata Tiko


"dia kaga mau ama lu nya" sambar Elva


tak jauh berbeda dengan Tiko dan Sahid yang kaget karna Joana membawa Sherla, tapi Galen juga..


"itu siapa? kok kamu kenal?"


"itu sepupu ku kak, sepupu jauh, dari amerika"


"waah, keren sih, lihat bermain gitar nya halus"


semua heboh disana, hingga tak lama Feris datang, melihat pengisi acara, ia tidak fokus kepada Sherla, ia tau Sherla dan melihat Sherla tapi memang Feris jarang cepat suka pada orang lainau bagaimana juga orang itu


tak lama Sherla selesai, akan menyanyikan lagu kedua tapi ia berbisik pada mc dan mc me-notice Elva agar naik


semua menyoraki Elva untuk naik, Elva menolak terus tapi Sherla terus memberikannya kode agar naik, dan akhirnya Elva mau


"kenapa kamu notice aku" ucap Elva


"biar kita isi bareng, kata mc tadi kamu disuruh sudah sama bos nya yang teman Joana tadi, kak Galen itu kan, kamu kenapa tidak mau?"


"aku tidak bisa bernyanyi nya kak"


"yaudah aku bernyanyi, kamu bermain gitarnya"


"aduh, lagu apa?"


"some one like u, adele"


"okeh"


Feris melihat Elva naik dan mengenal pengisi acara Sherla itu, ia penasaran kepada Sherla itu siapa


Joana menjelaskan kepada Feris Sherla sepupunya dari amerika dan kenal dekat juga dengan Elva


selama acara berlangsung, semua menikmati pembawaan Elva dan Sherla, termasuk Feris ikut menikmati


tanpa sadar Feris malah tersenyum dan bangga kepada Elva yang pintar bergitar mengiringi Sherla disana, yap, bukan baper kepada Sherla tapi kepada Elva


setelah selesai, semua memberikan tepuk tangan meriah untuk keduanya dan mereka turun dari panggung menyapa Joana