
itupun tidak sengaja tapi disana Galen mulai menyukai Wita dan Wita tidak tau hal itu
"aku serba repot Joana, mau bilang gimana, gak bilang gimana" kata Galen
"astaga, ya juga sih, masalahnya Wita punya pacar, kalau gak salah pacar Wita itu anak sastra bahasa kan?"
"kok kamu malah tanya, memang tidak dikenalin ama Wita?"
"ya tau, tapi memang tidak pernah kumpul bareng, Wita memang dekat kak denganku dan Vera tapi jarang bareng kita, dia selalu keluar lebih dulu setiap kelas berakhir, jarang banget deh"
"emm"
"yaudah kak, sabar kak, ada masih kok cewek lain dikampus ini, eh btw di kantor baru pasti ada dong di tempat kerjaan kakak"
"iya sih, ada dan aku lagi dekat, tapi aku dan dia anggap dekat teman kerja saja"
"yaudah kak, jalani dulu saja"
tak terasa mengobrol cukup lama, membuat Dori memanggil Joana disana..
"Joana, ayo" ajak Dori
"bah, iya udah gak kerasa cepat saja, kak, aku tinggal dulu ya"
"iya, eh Joana, tolong jangan bilang siapa siapa soal ini ya"
"termasuk Wita?"
"iya termasuk Wita"
Joana adalah teman yang bisa menjaga privasi orang lain, tak heran banyak orang terdekat nya sering menceritakan masalah nya kepada Joana baik masalah ringan bahkan berat semua diceritakan, karna mereka tau Joana anak yang paling "keep silent" dari semua orang
Joana masuk dan rapat bersama tiga dosen disana sementara Galen pergi juga...
hari esoknya, dimana Galen siap untuk bekerja, ditempat kerjanya ia sibuk menulis dan mengetik beberapa arsip untuk dokumen kampus
Galen bekerja dikantor pemasaran penjualan produk susu rentengan yang cukup terkenal dan terlaris yaitu dancow
yaa, Galen bekerja dikantor pemasaran untuk segala macam produk dancow
saat sedang mengetik, bosnya datang..
"Galen" sapa bosnya
"saya pak?"
"iya, hari ini ada kerjaan apa?"
"buat arsip bulanan pak, ini tapi sudah hampir selesai"
"tidak ada kerjaan lainnya kan? kalau ada bisa di cancel, hari ini saya minta kamu buat pergi pemasaran, bawa kopi rentengan ke beberapa rumah makan atau toko"
"oh bisa pak, anak anak lainnya apa masih sibuk semua pak?"
"bisa, tapi saya minta kamu saja, kamu bisa kan buatkan even untuk acara di sekolah gitu, buat promosi, saya dan kepala pekerjaan lainnya sudah menyusun banyak acara, hanya saja tempat nya belum ketemu"
"oh, pak, bisa pak, bagaimana di kampus saya"
"oh, memang bisa ya?"
"bisa kok pak, saya akan datang temui pemilik kampus saya, nanti biar saya jelaskan, nanti saya kabari bapak kalau sudah bisa"
"okeh deh, siapkan semuanya"
Galen mendapatkan tugas baru, ia menyelesaikan tugas nya dulu untuk membuat arsip data kantor lalu menghubungi temannya untuk membantunya mengurus, dan yang dihubungi oleh Galen adalah Egar
Galen dan Egar memang sangat dekat sejak mereka kenal seperti sahabat dan sudah seperti saudara sendiri memang keduanya ketika bertemu
setelah menelfon dan menjelaskan kepada Egar, Egar bisa membantunya
hari berlalu, dimana ketika Galen pergi ke kampus di hari esoknya untuk nya menemui dosen karna Egar sudah bisa membuat janji pertemuan dengan Dipo
sesampainya dikampus...
"bos Egar" teriak Galen
"hei, bos, gimana, siap?"
"siap bos, ayo, pergi kemana ini"
ketika mendapatkan persetujuan, dan mengatakan kepada bosnya, semua persiapan dilakukan, Galen yang tadi hanya dibantu Egar orang dari kampus itu yaa meskipun staff kantor membantu tapi orang dari kampus hanya Egar membantu
tak lama Feris datang dan berdiri didepan mereka sedang sibuk itu
"Feris" sapa Galen
"gue mau bantu boleh?"
"boleh dong, ayo"
mereka pun saling membantu, ketika saat sibuk sibuknya mereka, Elva lewat didepan lapangan yang akan dipakai event
"eh, ada event nya dancow ya?" tanya Sahid
"iya eh, dancow loh, waah dapat bagian gratis gak ya?" tanya Tiko
"gratis aja lo pikirannya" sambar Elva
"kek gue kenal itu pria kemeja orens" kata Sahid
"itu pak Feris kan" kata Tiko
"ahh iya, ngapain dia batu disana?"
saat melihat lagi dan ternyata ada Galen disana, mereka baru tau jika Galen alumni kampus itu yang sering main kekampus ternyata adalah bekerja di perusahaan produk susu itu
tapi ketika Egar keluar dari panggung belakang, Elva bingung Egar ternyata ikut membantu disana..
"eh kak Egar kan?" jawab Tiko
"iya, udah lah ayo pergi" kata Elva
Elva pun pergi, hingga kelas selesai, Sahid dan Tiko pulang duluan karna Tiko menumpang motor Sahid dan Sahid ada keperluan lain jadi mereka pergi duluan
lalu Elva pergi sendirian, tapi saat Elva jalan lagi melihat kearah lapangan utama kampus itu yang akan diadakan event susu, Elva memerhatikan 3 pria disana
fokusnya hanya kepada Feris dan Egar, ia melihat disana, bagaimana Feris cukup dekat dengan Egar, 2 pria yang sangat dekat dengan Joana dan memiliki cerita masing masing bersama Joana
Feris mantannya, Egar? ah bahkan Elva curiga Egar menyukai Joana untuk saat ini, tak mau terlalu pusing ia pun pergi meninggalkan tempat itu kembali kerumah Joana
sementara Feris dan Egar yang selesai membantu Galen pun beristirahat
"ahh aku merasa enak dibantu kalian" jawab Galen
"aduh udah santai kita mah" kata Egar
"nanti aku kasih bonus deh buat kalian"
"dih ngapain, gak usah lah, kita bantu ini niat baik kan" kata Feris
"em" ucap Galen melirik Feris
"yaudah gue pamit duluan deh, nanti malem ada kelas gue" kata Feris
"thanks bos udah bantu" kata Galen
"siap" jawab Feris
semua teman Joana tertular oleh panggilan Egar yang memanggil semua temannya dengan panggilan "bos" kara Egar berpikir sebuah kata adalah doa, jadi berkata lah yang terbaik siapa tau terwujud
jadi tidak heran jika semua teman Joana termasuk Joana memanggil satu sama lain sebutan bos karna tertular kebiasaan Egar
sementara Feris pergi...
"anak itu benar berubah" kata Galen
"hemm" jawab Egar
"gue saksi bagaimana dia awal masuk, sampai brutal hingga berubah, ahh Joana begitu mendapatkan pahala banyak membuat orang berubah baik" kata Galen
"sebelumnya juga kan Nero, dan kemarin Elyas"
"iya bener, semua menjadi orang lebih baik, tapi kadang aku kasihan sama anak itu"
"anak itu? kasihan?"
"iya, Joana maksudnya anak itu, kasian karna dia selalu ditemukan dengan pria gak bener, dari Nero, hingga Feris, kemarin paling parahnya kan si Elyas, nah belum lagi yang suka suka sama Joana diam diam"