My Name JOANA

My Name JOANA
318



"yaa, oh ya, kapan bisa kerumah? main lah, aku masakin deh, sebelum aku balik lagi ke amerika" ucap Joana


"kapan kakak balik?" tanya Rahayu


"tiga hari lagi"


"oh? tiga hari lagi? ya sama, aku baru kosong jadwal tiga hari lagi, nutut gak ya kak?"


"nutut, aku pergi di hari keempatnya kok"


"okeh deh bisa"


"siap, nanti ikut saja sama Egar kalau kesininya" kata Joana


"enggak ah kak, gak enak" jawab Rahayu


"loh gakpapa, sekalian jalan kan, biar gak satu satu malah beda waktu"


"iya sih tapi gak enak"


"udah aku bilang ke Egar nya nanti"


"okeh deh kak"


"beneran bisa loh"


"iya kak bisaaa"


"hehe makasih"


Joana pun pergi, sesampainya dirumah, ia bersih bersih rumahnya, menyiapkan untuk kedatangan Alisia, mantan pasien gangguan Jiwa dibawa tanganan Joana


saat sudah sekitar sejam lamanya, barulah, Joana menelfon Alisia untuk menanyakan keberadaan Alisia


"halo? Joana?" sapa Alisia


"yaa? Aal? kata Egar mau kesini kan?"


"iya, ini dijalan, maceeeet kesel ih, sabar ya"


"iyaa aku tunggu kok, hati hati, gausah buru buru, santai"


"iya deh, aku lanjut dulu jalan biar fokus"


"okeh siap"


tak lama terdengar suara mobil berhenti, Joana keluar, dan melihat itu Alisia, Joana takjub karna Alisia menjadi gadis mandiri, buktinya jalan kerumah Joana pakai mobil sendiri dan menyetir sendiri malah membawa kedua anaknya


"Aal? kamu menyetir sendiri?" tanya Joana


"iya dong, suami kuliah kan" jawab Alisia


"waah, ini yang kecil aku bawa gendong"


"iya nih malah pada tidur semua"


"yaa namanya anak kecil"


setelah menidurkan kedua anak Alisia dikamar tamu, mereka berdua pun keluar dan saling berpelukan, melepaskan rasa rindu masing masing yang sudah lama tidak ketemu malah ketemu sudah berekor (beranak)


mereka mengobrol banyak sekali hal, tentang beberapa tahun berlalu sejak Alisia dinyatakan telah survival dari penyakit mentalnya ditangan Joana, dan sekarang berubah drastis, karna Alisia sudah menjadi istri dari dokter muda yaitu Fero dan memiliki dua anak


yang sama dengan Joana sebenarnya tapi Joana rasa Alisia tidak perlu ada yang tau soal ini


hingga akhirnya jam lima, Egar dan Fero malah belum juga datang, karna kuatir jadi telfon


"halo? Poy? dimana? udah mau setengah enam loh ini?" tanya Joana


"iya Moy, dijalan ini, ruame banget, macet, habis kecelakaan"


"ahh? kecelakaan? siapa?"


"gak tau orang, udah datang ya Aal?"


"udah dari tadi, anak anaknya masih tidur, kamu hati hati ya sayang"


Joana menelfon Egar, Egar masih dijalan, ia naik taksi sama Fero, tapi jalan macet sehabis ada kecelakaan baru saja, jadi agak terlambat sampai rumah


baru sesampainya dirumah Egar, Egar Fero mandi, baru mendekati istrinya dan mereka makan berempat, sembari mengobrol soal perjalanan cinta Fero Alisia


yaa.. Joana terkenal dengan sebuah hal, yaitu menjodohkan orang dengan orang lain yang selalu cocok dan pas menjadi jodoh sesungguhnya, salah satu contohnya saja ya Fero Alisia


tak hanya mereka, Joana juga orang dibalik hubungan beberapa temannya, mulai dari..


Ello Puri, yang menjadi pasangan karna keadaan menyatuhkan keduanya dimana pria nya adalah sahabat dan perempuannya adalah musuh tapi malah bersatu


Vera Wildan, juga karna pria nya adalah ketua osis pilihan dari Joana, dan Vera juga kenal karna dikenalkan Joana


Wita Galen, dimana keduanya adalah sahabat paling dekat dari yang lainnya yang juga jadi saksi perjalanan awal hubungan serius mereka adalah Joana juga


dan beberapa orang lainnya, termasuk di amerika ia juga di kenal sering mengenalkan teman satu keteman lain untuk saling berkenalan dan pdkt salah satu hal utama yaitu antara Fabian dan Akeyla


dan sekarang malah fokus Joana mengenalkan Rahayu kepada siapa yang bisa membuat mereka nantinya berjodoh


kembali kepada Joana yang bersama suaminya dan juga dua sahabatnya dan sahabat suaminya, mengobrol santai beberapa hal, dan banyak sekali pembahasan hingga larut malam yang akhirnya mereka tidur


hari berikutnya, Egar pergi membawa mobil sendiri, jadi Joana tidak mengantarkannya ke kampus


"oh ya Moy, aku bawa mobil, aku kan sama Fero, gak usah antar, dirumah saja" kata Egar


"oh gitu? yaudah, hati hati ya? pulangmu?"


"malam, aku ada operasi di rumah sakit"


"oh, jadi balik malem?"


"iyaa, sabar ya? aku cepat pulang selesai urusan, kamu tidur saja, gak usah nunggu nunggu"


"ya udah"


Fero pergi bersama Egar, siangnya Alisia juga pergi karna ibu Fero akan datang kerumahnya, Joana pun sendirian, ia diam dirumah, dan melihat hapenya mati, hape yang terhubung dengan Samuel Motheo


Joana mengaktifkannya dan benar, sudah banyak sekali telfon masuk dari empat anak buah Samuel, empat anak buah Motheo, termasuk Samuel dan Motheo nya, dan dua satpam jaga rumah nya


tapi Joana enggan menelfon balik siapapun disana, ia biarkan sampai ada yang menelfonnya, dan itu adalah Akeyla


dimana kejadiannya berawal dimana Samuel dan Motheo kesal telfonnya tidak aktif sekali aktif ya tidak diangkat Joana, ia mencari tau siapa dari sekian orang yang telfonnya akan diangkat oleh Joana


Max gagal, tidak juga diangkat, Fabian yang paling dekat dengan Joana dibandingkan anak buah lainnya juga tak diangkatnya


lalu siapa? dan akhirnya kepikiran pacar Fabian, karna Samuel sudah kenal dengan pacar baru Fabian yang adalah sahabat Joana


"aku tau siapa telfonnya akan diangkat oleh Joana, Theo" ucap Samuel


"siapa? bahkan kita mencoba semua anak buah kita?"


"ada, Key, kamu ingat sahabat Joana saat kuliah? dia pacar dari Bian"


"ahh dia yang bernama Akeyla itu? apa? dia pacar Bian?"


"yaa, pacar Bian, dijodohkan Joana"


"ahh sudah kuduga, yaudah hubungi dia"


"no, datangi saja" kata Samuel


Samuel Motheo pergi ke lapak milik Akeyla, tidak ada Fabian disana, tapi mereka tidak peduli, saat menampakkan diri, kedua staff Akeyla menyenggol nyenggol Akeyla


"kalian" sapa Akeyla kaget


"turun lah, aku mau bicara" kata Samuel


"ada apa ya?" tanya Akeyla mendekati keduanya


"kamu dapat kabar Joana?"


"Joana? tidak, kata Bian balik ke indonesia kan?"


"iya telfonkan dia, karna kami telfon tidak diangkat" kata Motheo


"kalau kalian saja tidak diangkat apalagi hanya aku" jawab Akeyla


"beda, kamu sahabatnya" kata Motheo


"suruh telfon ya telfon saja, jangan ribet" kata Samuel


Akeyla menurutinya, tidak diangkat, memuncak kemarahan Motheo Samuel disana, tapi saat mereka berdua akan pergi, malah ada telfon masuk di dape Akeyla