
kebetulan Feris ada urusan untuk tugas makala yang ia tidak pernah kerjakan
karna sebelum bersama Joana, ia sering melupakan banyak tugas, jadi sebelum ia lulus juga kuliah, ia ingin mengerjakan semua tugas termasuk dari dosen pembimbing yang waktu itu mengajar kelas malam di salah satu kelas perikanan dan kebetulan lewat depan kelas Nero
setelah Feris pergi..
"sudah lah, ngapain malah ribut" jawab Fadia
"heran gue, ada disini, dia anak mana coba" gerutu Nero
"Nero udah gak?" jawab Fadia
"iya, diam gue"
tak lama dosen datang dan mulai mengajar..
beberapa hari berikutnya, dimana ketika ada kelas Marko dikelas Joana, sebagai mata mata untuk Elyas, Wita mengabari Elyas
"halo, kak Elyas" sapa Wita
"yaa, ada apa wita?" sapa Elyas
"kelas siang ini ada kelasnya pak Marko, gue rasa gue kabari lo perlu deh, karna melihat sikap Marko kemarin gue juga tidak suka" jawab Wita
"oh okeh, gue cabs sekarang"
Elyas langsung pergi kekampusnya padahal ia tidak ada jadwal kekampus 2 hari, hari itu dan besoknya, setelah sampai, Wita menyapanya
"hai" sapa Wita
"bener ada kelas?" tanya Elyas
"iya, masih 20 menit lagi, dan Joana sudah dikelas sih"
"oh ya, sebelum pacaran sama gue, sebelum sebelumnya, kan diajar sama Marko, sering dia kasar begitu sama Joana?" tanya Elyas
"sering banget kak, tapi gak main fisik sih, cuma kayaknya nih, pak Marko gak suka sama Joana"
"gak suka? apa alasannya?"
"gak ngerti"
tapi disini Wita menjelaskan menurut dirinya kenapa bisa Marko sedikit terlihat tidak suka pada Joana, karna ia merasa Joana kan kalau kerjakan apapun, melakukan apapun, selalu pelan tapi pasti, nyaris sih lelet tapi kan kerjaan Joana selalu baik, nah sementara kan Marko tipe dosen yang selalu cepat pekerjaan, lebih cepat lebih baik, jadu gak suka sama yang lelet
Wita merasa nya seperti itu, karna memang alasan Wita ini relate dengan fakta sikap keduanya, baik Joana atau Marko, dimana memang keduanya jauh perbandingan dalam mengerjakan pekerjaan
Marko tidak suka pekerjaan yang terlalu berlama lama sementara Joana melakukan pekerjaan terbilang nyaris lelet karna ia memang mengerjakan pekerjaan apapun dengan penuh perhatian dan ketelitian
jadi itu alasan yang sangat masuk menggambarkan mengapa Marko cukup tidak menyukai Joana
setelah disana, Wita masuk lebih dulu, baru saat semua murid dikelas Joana bersiap dan masuk semua, Elyas datang..
"Joana, ada Elyas" bisik Vera
seketika Joana melirik arah Elyas dan menyapanya
"kak, ngapain disini?" tanya Joana
"aku mau ikut kelas ini" kata Elyas
"bukannya kamu gak ada kelas dua hari sampai besok ya?"
"iya tapi aku mau ikut kelas ini"
"tergantung dia sayang, dia bersikap kek mana" jawab Elyas
jadilah Elyas duduk di belakang pojok, dan Joana pindah meja dengan Nanda selama Elyas dikelas
saat Marko masuk, ia melihat seluruh muridnya dan menghitungnya, ia menyadari kelebihan dan itu Elyas
"hei, kamu bukan anak kelas ini, kenapa masuk?" tanya Marko
sebelum Elyas menjawab, Joana mendului nya menjawab karna Joana tidak mau ada keributan
"ahh, pak, saya jamin tidak akan membuat rusuh lagi pak" kata Joana
"jmin jamin, selalu jamin, jangan biasa kan Joana begitu ya, ini bukan kelas milik bapak kamu" jawab Marko
"Marko" teriak Elyas sekali hentakan suara
"kurang ajar kamu sama saya, mau saya adukan kamu kepada pak Dipo?"
"aduhkan saja, saya tidak takut, mulai saja pelajaran anda atau bubarkan kelas ini" bentak Elyas
"kaaaak" ucap Joana
"ngapain kamu ikut kelas ini, jika dia menghina mu saja, kelas lain masih bisa menghargai kamu, aku tidak pernah rela kamu disini ikut kelas dia, keluar" ucap Elyas mengajak Joana keluar dari kelas
"hei, dua kali kamu merusuh dikelas saya ya, kamu itu hanya murid dikampus ini, jangan seenak nya, bawa saja pergi Joana, saya tidak butuh murid lelet" bentak Marko
seketika itu Elyas melepaskan tangan Joana yang memeganginya lalu menendang dada Marko, yaap, menendang dada Marko, sang dosen dikampus, tapi Elyas tidak pernah ragu melakukan itu selama Marko menyakiti Joana baik fisik atau mentalnya
"Elyaaaas" teriak Ello
mendengar teriakan Ello, Elyas langsung menarik tangan Joana dan pergi, Joana bahkan belum sempat membawa tas nya dan beberapa alat tulisnya dimejanya
tapi ternyata Wita membantu membereskan itu dan membawa tas itu dan membawa tasnya juga lalu berpamitan
"pak, maaf, saya harus angkat bicara hari ini, saya juga sebagai sahabat Joana tidak setuju atas perlakuan anda selama ini, saya sudah lelah memerhatikan selama anda mengajar selalu menganak tirikan Joana, saya tidak rela pak, jadi saya permisi" kata Wita berjalan pergi
semua teman dikelas Joana baru sadar dengan ucapan Wita, semua adalah benar karna mereka memang baru sadar jika selama ini dikelas Marko memang Joana sering dihina
akhirnya satu persatu teman Joana yang dekat dengan Joana disana ikut berdiri dan berjalan meninggalkan kelas
mulai dari Vera, Nanda, 2 teman kelas itu lainnya hingga Ello
"maaf pak, saya tidak mengurangi rasa hormat saya kepada anda tapi Wita benar, dan saya sadar, saya tidak rela ada yang menyakiti hati Joana meskipun saya tau, Joana tidak membenci anda atas perlakuan anda karna Joana gadis yang baik dan polos, saya permisi" jawab Ello
"heeeei, biar kan saja nanti saya akan adukan ini kepada pak Dipo" teriak Marko
karna jam kelas berantakan hari itu, akhirnya Marko memutuskan meninggalkan kelas juga, murid yang tersisa disana juga pada heboh, semua juga membenarkan ucapan Wita tadi
esok paginya, ketika rapat dosen, termasuk juga Marko, untuk laporan perbulanan nya dari para dosen, disinilah Marko melaporkan kejadian kejahatan yang di lakukan Elyas kepada Marko
Marko menjelaskan semuanya disana dan menjelaskan tentang ketidaksopanan Elyas sebagai murid kepada nya sebagai dosennya
"benar itu dilakukan Elyas?" tanya Dori
"iya pak, saya bersaksi begini karna saya mengalani nya, saya juga mau mengajukan untuk tidak ada lagi pelajaran dimana murid fakultas lain diperbolehkan ikut kelas fakultas lainnya" kata Marko
"kamu benar, harusnya itu diterapkan juga pak dengan cepat, karna mengganggu aktifitas kegiatan kelas kan" jawab Michel
Michel juga ada disana, ia juga berpikir jika nanti pas dia mengajar, lalu Elyas ikut kelasnya, ia tidak akan bebas untuk menyuruh Joana duduk di meja tepat depan meja dosennya
pastilah Elyas tidak mengizinkannya dan menghalanginya jadi ia membantu Marko mengatakan permintaan itu