My Name JOANA

My Name JOANA
278



Meliana kan memang sudah terbilang untuk menyukai atau pas dengan baju baju tertentu


"ma, kalau mama suka baju yang Joana punya di lemari pakai saja ma, kan masih banyak baju baju di lemari Joana" kata Joana


"jangan lah, cuma ini mama suka, bagus aja, pas kan di mama, sama warna dan modelnya pas"


"waaah masuk ya? jarang jarang mama masuk"


"iya itu makanya, mama mau ambil kan bilang dulu"


"iya ma"


Joana tau itu tanpa basa basi memberikan baju itu kepada mertuanya karna jika Meliana suka artinya baju itu bagus bagi Meliana


malam itu tidur, Joana ganti baju tidurnya lagi, beda kemarin, Joana pun tidur dengan memeluk Egar, tapi sejak tadi Egar tidak bisa tidur, ia berpura pura tidur agar istrinya bisa tidur tanpa rasa tidak enak karna Egar belum bisa tidur


padahal Egar mengumpat karna ingin sekali melakukan hubungan badan lagi, alhasil Egar hanya mengusap usap perut hingga paha Joana


tapi ia berpikir lagi kasihan Joana, ia pasti lelah, baru tiga hari di indonesia, belum lagi besok masih ada beberapa tempat akan ia datangi sebagai rasa kangen sudah lama tak ia datangi, Egar pun membatalkannya, ia tidur saja


tengah malam, Joana bangun, seperti biasa ia pergi ketoilet tapi Egar malah ikut bangun dan akan ikut kemana Joana pergi


"Poy? kok bangun? aku ke toilet"


"iya gakpapa sana dah ke toilet"


Joana keluar toilet malam melihat Egar belum tidur malah duduk di atas kasur


"kamu kenapa malah ikut terbangun?" tanya Joana


"gak papa"


Joana duduk disamping Egar, Joana tau suaminya bagaimana, jika ia tidak bisa tidur artinya ada yang membebani pikirannya


malah saat Joana belum memakai selimut, Egar berburu menutup badan Joana dengan selimut agar tidak ia lihat dan ia menutup badannya dengan masukkan dalam selimut seluruh badan hingga kepalanya


Joana paham sama yang dilakukan suaminya itu, ia masuk dalam selimut dan menyapa Egar


"sayang, mau main?" tanya Joana


"wooh? bagaimana kamu tau?"


"tau lah, aku istrimu, aku tau siapa kamu"


"hehe malu, tapi kamu capek kan, besok masih mau jalan lagi"


"ya udah main dua jam saja"


Joana mengerti apa yang diinginkan suaminya, ia pun mengajak Egar dan bermain bersama disana nyatanya hingga empat jam


mereka memang berhenti sejam tapi lanjut main lagi hingga empat jam lagi baru benar benar berhenti


paginya, Joana menghabiskan waktu seharian di hari ke empat nya kerumah teman temannya yang lain, hingga sore, sore dapat kabar dari Sherla untuk mengundang Joana dan Egar dirumahnya, Sherla akan mengadakan makan bersama teman temannya


"dikabari Sherla nih Moy, kita diundang di acara makan makan dirumah nya" kata Egar


"oh ya?"


"ini chat nya, suruh ajak kamu juga"


"waaah acara apa katanya? sama siapa saja?"


"cuma acara makan saja ma teman teman dia"


"oh ya? waah mau mau"


"yaudah lebih baik hari ini kita pulang saja"


"iyaa deh"


Joana mengiyakan, menyanggupi untuknya datang, jadi tidak mau berlama lama diluar, sore itu Joana dan Egar pulang untuk istirahat dan besok bisa datang ke rumah Sherla siangnya


malamnya, lagi lagi Egar merasa ia ingin berhubungan badan lagi, tapi ia tidak enak mau katakan pada Joana, kasihan baru juga datang dan bersih bersih badan masak diajak langsung berhubungan badan


"ah, haha iya aku gak dengar Moy, kenapa?"


"aku besok mau ke salon dulu ya buat kerumah Sherla, kamu anterin tapi ya"


"oh iya udah, biar bareng sekalian aku mau ke salon juga deh perawatan" kata Joana


"perawatan bareng? yeeeh" ucap Joana


mereka duduk lalu menyalakan televisi di kamar itu, Egar diam diam melirik ke arah Joana, Joana masih sibuk dengan melihat televisi, melihat lihat channel yang menarik pembahasannya


karna tidak ada yang menarik, Joana mematikannya lagi karna memang kan Joana bukan tipe yang suka menonton televisi meskipun pembahasan soal berita atau tentang terkait kesehatan, ia lebih suka membaca


Joana melirik kearah Egar yang ternyata menatap arahnya sejak tadi dan melihat tangan Egar menyentuh pahanya


"Poy?" ucap Joana


"ahh? iya Moy?" jawab Egar kaget tersentak


"Poy, kamu ya melamun ya? ih mikirin kotor kagi ya kamu?" tanya Joana


"emm tidak tidak"


"Poy? kamu...?" ucap Joana menatap tajam kedua mata Egar


"apaa?" tanya Egar


"katakan saja apa mau?"


"enggak"


"Poy?"


setelah beberapa kali pemaksaan akhirnya Egar mengatakan keinginannya dan Joana paham itu akan dikatakan oleh suaminya


"bilang sejak awal Poy, kalau kamu gak bilang aku mana tau kan?" kata Joana


"aku takut kamu menolak, lagian aku tau kamu pasti capek kan?"


"iya tapi kalau kamu minta aku akan kasih kok, kan perintah suami gak boleh ditolak meskipun soal beginian" kata Joana


"iya udah berarti gimana?"


Joana turun dari kasurnya dan membuka semua bajunya dan kali ini, di hubungan badan mereka ke tiga kalinya selama Joana datang diindonesia, Joana lah yang lebih aktif berperan dibandingkan Egar, dan mereka melakukannya lagi


Joana memberikan servis terbaik nya untuk suaminya bak seperti pemain film blue paling handal, setelah selesai dua jam bermain mereka tidur dulu berdua, lalu sambil sama sama menatap langit kamarnya


Egar melirik arah Joana dan bertanya..


"kamu kok pintar sekali main barusaja?" tanya Egar


"aku terbiasa" jawab Joana


"ahh? terbiasa apa?"


"terbiasa?"


Joana hampir saja keceplosan soal pengalaman nya berhubungan badan dengan dua pria lainnya selain Egar, beruntung Joana bisa dapat apa yang ada dipikiran nya langsung menjawab agar tidak mencurigakan suaminya


"iya, biasa dulu sebelum ke amerika sama kamu berapa kali, terus baru ini udah main tiga kali" kata Joana


"ah haha iya, itupun kupaksa, maaf ya Moy"


"iyaa gakpapa lah" kata Joana


Joana akan tidur, ia memakai bajunya lagi, setidaknya tidak tidur telanjang, setelah memakai bajunya, Egar hanya memakai kolornya lagi dan tidur disamping Egar


ketika ia sudah memejamkan matanya, tapi Egar mengusap usap perut Joana, Joana tidak tau sejak berhubungan badan, setiap kali selesai main, selalu memang Egar mengusap perut Joana


sekarang Joana tau tapi ia hanya diam dulu, Egar mengusap perut Joana setiap selepas hubungan badannya, untuk memohon dan berdoa agar hubungan badannya menghasilkan


yaa, karna Egar sangat ingin memiliki anak dari Joana, siapa pria yang tidak berpikiran sama dengan Egar kepada gadis yang ia nikahi? semua pria pun sama, termasuk Motheo dan Samuel